Zonajatim.com, Sidoarjo – Pemkab Sidoarjo membuka akses permodalan yang mudah, bunga rendah dan angsuran murah bagi para pelaku UMKM di Kabupaten Sidoarjo. Bagi yang tertarik dapat datang langsung ke BPR Delta Artha Sidoarjo untuk mengajukan Kredit Usaha Rakyat Daerah/Kurda.
Suku bunga yang ditawarkan hanya sebesar 2% per tahun dengan pinjaman maksimal Rp 50 juta. Program Kurda milik bank Sidoarjo itu disidak langsung Wabup Hj Mimik Idayana di kantor BPR Delta Artha, Selasa (23/9/2025). Dirut BPR Delta Artha Perseroda, Sofia Nurkrisnajati Atmaja menyambut langsung Wabup Mimik dan mendampingi keliling kantor bank milik Pemkab Sidoarjo itu.

Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Hj Mimik Idayana bahkan ikut mempromosikan program Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA) yang ditawarkan oleh Bank Delta Artha Sidoarjo untuk mendukung pertumbuhan UMKM. “Kunjungan ini bertujuan untuk mensosialisasikan KURDA yang memiliki bunga ringan kepada masyarakat, sekaligus mendukung para pelaku UMKM di Sidoarjo agar tidak terjerat pinjaman dari rentenir atau pinjaman online, ” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Wabup Mimik berdialog dengan UMKM yang mengajukan tambahan kredit Kurda dan menanyakan pada staf BPR Delta Artha terkait prosedur Kurda.
Wabup Hj Mimik Idayana menyampaikan program Kurda 2025 menjadi langkah besar dalam mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inklusif dan berkeadilan. Dikatakannya Kabupaten Sidoarjo dikenal sebagai kota UMKM.
Lebih dari 60% struktur perekonomian Kabupaten Sidoarjo digerakkan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Mulai dari pasar tradisional hingga sentra industri rumahan sampai dari kuliner hingga kerajinan merupakan nadi utama perekonomian rakyat.
“Untuk itu, penguatan UMKM menjadi visi dan misi serta salah satu program prioritas Pemkab Sidoarjo. Tidak hanya sebagai jargon, tetapi sebagai kebijakan nyata yang diarahkan agar UMKM Sidoarjo bisa naik kelas, berkembang dari skala mikro menjadi kecil, dari kecil menjadi menengah, dari lokal menuju nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Wabup Mimik mengatakan tata kelola pembiayaan UMKM melalui Kurda telah disempurnakan. Dalam regulasi baru tersebut suku bunga Kurda diturunkan menjadi 2% per tahun atau 0,16 persen sebulan. Subsidi bunga kredit itu untuk maksimal pinjaman Rp 50 juta. “Ini bentuk konkret keberpihakan anggaran kita terhadap ekonomi rakyat. Selain itu, anggaran subsidi bunga Kurda kami tingkatkan dua kali lipat dari anggaran tahun sebelumnya menjadi Rp 5 Miliar. Anggaran ini adalah investasi sosial untuk membuka akses permodalan yang adil, murah, dan aman bagi pelaku usaha kecil,” ujarnya.
Ia mengatakan kesuksesan program Kurda tersebut tidak hanya bergantung pada peran BPR Delta Artha atau pemerintah daerah. Namun peran strategis pemerintah desa menjadi sangat penting.
Untuk itu ia menghimbau kepada seluruh kepala desa dan perangkat desa di Kabupaten Sidoarjo untuk ikut serta mensosialisasikan, merekomendasikan, dan mendampingi warganya dalam mengakses pembiayaan Kurda ini. “Ini adalah capaian luar biasa, dan kita akan terus dorong agar jumlah ini terus meningkat,” ucapnya.

Dirut Perseroda BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja mengatakan bahwa program KURDA dengan bunga 2 persen setahun tersebut bertujuan untuk membantu permodalan para pelaku usaha atau UMKM di Sidoarjo.“Kami sudah siapkan anggaran untuk program KURDA dengan bunga 2% per tahun atau 0,16 persen sebulan, ” kata Dirut BPR Delta Artha Sofia Nurkrisnajati Atmaja.
Lebih dari itu dalam upaya membantu permodalan pelaku usaha di Sidoarjo, BPR Delta Artha mengalokasikan anggaran Rp 10 juta tanpa agunan. “Untuk warga Sidoarjo yang ingin mendapat bantuan tersebut diharuskan mempunyai usaha terlebih dahulu. Karena program dagulir bunga 2% setahun ini merupakan Kredit Usaha Rakyat Daerah (KURDA)” tegasnya lagi. Pr



