Zonajatim.com, Sidoarjo – Ingin menjadi politisi muda, sebanyak 120 kader loyalis yang merupakan kader Gen Z mengikuti Pendidikan Kader Loyalis yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sidoarjo, Minggu (16/11/2025).
Ratusan kader muda berusia dibawah 35 tahun itu, direncanakan bakal ditugasi untuk merebut suara kaum milenial dan kaum generasi muda yang menjadi pemilih terbesar dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2029 mendatang.
Ketua Dewan Syuro DPC PKB Sidoarjo KH Atho’illah hadir dalam kegiatan tersebut, sementara dari Fraksi PKB DPRD Sidoarjo dihadiri H Usman, Abud Asyirofi, Atok Ashari, M Dhamroni Chudlori dan Ahmad Mujayyin. Selain itu, juga dihadiri para pengurus DPW PKB Jatim yang memberikan materi kepada para peserta Pendidikan Kader Loyalis selama sehari penuh.


“Pendidikan ini menjadi kegiatan dan strategi PKB Sidoarjo, khususnya soal kaderisasi dan persiapan menghadapi Pemilu. Sasaran kaderisasi ini, melaksanakan gerakan kaderisasi secara serentak. Tahap sebelumnya, sudah menyelesaikan Pendidikan Kader Perubahan (PKP) di tingkat anggota fraksi. Sebanyak 15 orang anggota fraksi melaksanakan Pendidikan Kader Perubahan di 15 titik telah selesai. Nah, saat Ini DPC PKB menggelar Pendidikan Kader Loyalis,” ujar Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo H Abdillah Nasih, SM.

Politisi senior PKB yang akrab disapa Cak Nasih ini menjelaskan pihaknya memiliki target sebanyak 120 Kader Loyalis ini mampu merekrut (menjaring) sebanyak-banyaknya kader-kader muda yang ada di Sidoarjo. Termasuk para pemilih milenial. Apalagi, mereka tersebar di 18 wilayah Kecamatan di Kabupaten Sidoarjo dengan catatan setiap kecamatan terdapat 7 Kader Loyalis.
“Tujuan Pendidikan Kader Loyalis ini sebagai strategi PKB yang ingin membranding, bahwa PKB sekarang ini tidak hanya menjadi partai tradisional atau partai identitas, tetapi juga partai anak muda atau kaum milenial (gen Z) yang menjadi pemilih dominan di Pemilu 2029 mendatang,” ungkap Cak Nasih yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Sidoarjo.
Sasaran lainnya menjadikan PKB sebagai partai kader di samping sebagai partai ideologi. Kami merebut pemilih muda karena sangat menyadari kelompok Gen Z dan milenial (pemilih muda atau pemilih pemula) adalah ceruk pemilih yang terbesar di Pemilu yang akan datang. Kami (PKB) berupaya mengambil ceruk anak muda ini semaksimal mungkin.
“Termasuk,membangun kesadaran politik dengan memberikan pemahaman kepada kader muda tentang mengapa harus berpolitik (agar tidak apolitis). Sekaligus mendidik bagaimana politik yang baik dan benar, dan mengapa harus memilih PKB sebagai perjuangan politik,” tambahnya. Tm



