Zonajatim.com, Jakarta – Sebagian besar ibu rumah tangga kini mengandalkan internet untuk hampir semua aktivitas, seperti mengurus rumah sambil mendampingi anak sekolah online, bekerja sampingan, memantau CCTV, hingga mencari resep dan hiburan. Semua itu membutuhkan satu hal: internet yang stabil.
Sayangnya, banyak IRT justru terjebak memilih layanan yang salah—koneksi lambat, tiba-tiba putus, atau kuotanya cepat habis. Dampaknya? Satu hari bisa penuh drama hanya karena WiFi bermasalah.
Agar tidak salah pilih, ada empat aspek penting yang paling berpengaruh bagi keluarga, yaitu harga, jumlah perangkat di rumah, pemakaian data, dan jenis paket layanan.
Mari kita bahas satu per satu berdasarkan tiga teknologi populer: FTTH (Fiber to the Home), FWA (Fixed Wireless Access), dan mobile broadband.
Sebelum masuk ke kebutuhan internet IRT, penting memahami tiga jenis teknologi utama yang dipakai di Indonesia:
FTTH (Fiber to the Home): internet berbasis serat optik yang langsung masuk ke rumah. Stabil, cepat, dan tidak terpengaruh cuaca.
FWA (Fixed Wireless Access): internet rumahan menggunakan sinyal radio dari tower. Instalasi cepat, tapi kestabilannya dipengaruhi topografi dan sinyal radio.
Mobile (4G/5G): koneksi lewat sinyal seluler. Fleksibel dan portable, tapi performanya cenderung berubah-ubah tergantung lokasi dan jam pemakaian.
Sekarang, mari kita bahas aspek-aspek penting pemilihan teknologi internet secara mendetail:
1. Harga dan Skema Pembayaran
Sebagian besar ibu rumah tangga mengutamakan layanan yang hemat dan biaya bulanannya jelas.
FTTH (fiber) biasanya menawarkan paket stabil mulai dari 100 ribu per bulan.
FWA juga mirip—start 100 ribu tetapi beberapa provider mungkin menjual perangkat secara terpisah.
Mobile broadband terlihat murah di awal (mulai dari 5 ribu), tapi kuotanya akan cepat habis jika dipakai TV, YouTube anak, atau CCTV.
Untuk penggunaan rumah, FTTH dan FWA lebih realistis dan ekonomis, karena kebutuhan internet keluarga biasanya tinggi.
2. Penggunaan Banyak Perangkat
Di rumah, jumlah perangkat bisa banyak sekali: TV, HP anak, HP suami, HP ibu, CCTV, smart speaker, laptop, hingga perangkat belajar online.
FTTH mampu menampung banyak perangkat tanpa ngelag.
FWA cukup stabil untuk beberapa perangkat sekaligus, selama sinyal sedang baik.
Mobile broadband paling terbatas—tethering 3–4 perangkat saja sudah mulai lambat.Jika rumah punya banyak device aktif, FTTH adalah solusi paling aman dan stabil.
3. Data Usage: Unlimited vs Kuota
Ibu rumah tangga umumnya menggunakan internet untuk streaming drama, belajar anak, video call, browsing resep, hingga memantau CCTV. Itu semua adalah aktivitas yang boros data.
FTTH: hampir selalu unlimited.FWA: mayoritas unlimited.
Mobile: berbasis kuota, cepat habis.
Artinya, untuk rumah yang dipakai sekeluarga, mobile broadband sebetulnya tidak ideal sebagai koneksi utama.
Jadi tentu FTTH tetap menjadi pilihan terbaik, namun jika FTTH belum ada di daerah Anda, maka FWA bisa menjadi pilihan kedua.
4. Product Offering (Jenis Paket)
Jika dilihat dari segi product offering, FTTH menawarkan produk paling lengkap: internet only, internet + TV, internet + OTT, bahkan IP Public untuk CCTV profesional. FWA menawarkan paket mirip internet rumah modern (internet + TV, internet + OTT).
Sedangkan Mobile hanya menyediakan paket kuota atau unlimited tertentu.
Kesimpulannya, jika Anda Ibu Rumah Tangga sebaiknya pilih yang mana?
Jika rumah ibu ingin internet stabil, ramah banyak perangkat, dan hemat, maka FTTH adalah pilihan nomor satu dan utama.
Jika rumah belum terjangkau fiber (FTTH), maka FWA adalah alternatif paling ideal.
Sedangkan, mobile broadband tetap penting, tetapi sebagai pelengkap mobilitas, bukan koneksi utama rumah.
Dengan memahami karakter masing-masing, ibu bisa memilih layanan yang ideal dan membuat aktivitas sehari-hari jauh lebih mudah. (*)



