Zonajatim.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana menerima audiensi pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Sidoarjo di rumah dinas Wakil Bupati, Jalan Sultan Agung, Kecamatan Sidoarjo.
Pertemuan tersebut membahas rangkaian kegiatan keagamaan umat Hindu dalam rangka perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948 yang dijadwalkan berlangsung mulai Maret hingga April 2026.
Humas PHDI Sidoarjo, I Gusti Agung Cok, mengatakan audiensi dilakukan untuk memperkuat sinergi antara umat Hindu dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sekaligus menyampaikan agenda resmi kegiatan keagamaan tahun 2026.
“Kami telah menjadwalkan seluruh rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi. Audiensi ini bertujuan menjalin koordinasi dan sinergi dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan berjalan lancar,” ujarnya.

Ia menjelaskan, rangkaian perayaan akan diawali dengan upacara Melasti pada 8 Maret 2026. Ritual tersebut merupakan prosesi penyucian diri dan alam semesta sebagai simbol memohon keseimbangan serta membersihkan energi negatif.
Upacara Melasti direncanakan digelar di kawasan laut yang dalam ajaran Hindu dimaknai sebagai sumber kehidupan sekaligus media penyucian.
Selanjutnya, umat Hindu akan melaksanakan upacara Tawur Agung, yakni ritual penyelarasan hubungan antara manusia, alam, dan lingkungan. Lokasi pelaksanaan masih menunggu izin pemerintah daerah dengan mempertimbangkan waktu kegiatan yang berdekatan dengan bulan Ramadan.
Berdasarkan data PHDI, jumlah umat Hindu di Kabupaten Sidoarjo tercatat sekitar 520 kepala keluarga atau lebih dari 2.400 jiwa.
Rangkaian perayaan Nyepi akan ditutup melalui kegiatan Dharma Santi yang dijadwalkan berlangsung pada 19 April 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum peresmian gedung PHDI yang berada di kawasan Pura Krembung, Desa Balong Garut, Kecamatan Krembung.


Wakil Bupati Mimik Idayana menyampaikan apresiasi atas kunjungan pengurus PHDI serta menitipkan salam kepada seluruh umat Hindu di Sidoarjo.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kami mendukung kegiatan positif ini,” ujarnya.
Terkait agenda ritual bersih-bersih alam yang direncanakan di Monumen Jayandaru, Wabup menyarankan agar kegiatan tersebut ditunda mengingat umat Islam tengah menjalankan ibadah puasa Ramadhan.
“Seyogianya ditunda terlebih dahulu. Mungkin bisa dilaksanakan tahun depan,” katanya.
PHDI berharap dukungan pemerintah daerah terus terjalin guna menjaga kerukunan antarumat beragama serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan berjalan aman dan lancar di Kabupaten Sidoarjo. Pr



