Zonajatim.com, Sidoarjo – Menghadapi arus mudik Lebaran 2026, aktivitas di Terminal Purabaya (Bungurasih) diprediksi mengalami lonjakan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan jumlah penumpang diperkirakan mencapai 18 hingga 20 persen dibandingkan periode mudik Lebaran 2025.
Plh Pengawas Terminal Purabaya, Verie, menyampaikan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada H-3 atau 17 Maret 2026 dan H-1 Lebaran. Sementara itu, arus balik diprediksi berlangsung pada H+4 hingga H+5 setelah Hari Raya.
“Lonjakan biasanya terjadi menjelang tiga hari hingga sehari sebelum Lebaran. Untuk arus balik, pengalaman tahun-tahun sebelumnya terjadi mulai hari keempat dan kelima setelah Lebaran,” ujarnya pada wartawan, Senin (23/2/2026).
Berdasarkan data sementara pengelola terminal, jumlah penumpang pada puncak arus mudik diperkirakan sebagai berikut:
Penumpang datang: sekitar 25.000 orang
Penumpang berangkat: sekitar 43.000 orang
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2025 tercatat:
Penumpang datang: 16.203 orang
Penumpang berangkat: 31.693 orang
“Artinya, terjadi potensi kenaikan sekitar 15 persen untuk penumpang datang dan sekitar 18 persen untuk penumpang berangkat, ” katanya.
Pada hari biasa, pergerakan penumpang berkisar antara 1.000 hingga 1.100 orang per hari. Namun, saat puncak arus mudik, angka tersebut dapat meningkat hingga sekitar 1.200 orang per hari atau lebih, tergantung situasi di lapangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pengelola terminal telah berkoordinasi dengan sejumlah Perusahaan Otobus (PO). Pada masa peak season, jumlah armada bus direncanakan bertambah hingga 30 persen dari operasional normal.
“Meski demikian, kebijakan tarif, khususnya untuk bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), diserahkan sepenuhnya kepada manajemen masing-masing PO sesuai mekanisme pasar dan jenis layanan yang diberikan, ” jelasnya.
Kenaikan tarif diperkirakan bervariasi, mulai dari sekitar 9 persen hingga maksimal 80 persen, tergantung kelas layanan seperti sleeper, eksekutif, patas, maupun kelas lainnya.
Terkait imbauan Menteri Perhubungan agar masyarakat tidak melakukan perjalanan mudik menggunakan sepeda motor karena tingginya risiko kecelakaan, pemerintah melalui Kementerian Perhubungan, BUMN, serta sejumlah perusahaan swasta menyediakan alternatif layanan.
Beberapa program yang disiapkan antara lain:
- Angkutan khusus kendaraan roda dua.
- Fasilitas kereta api untuk pengangkutan sepeda motor.
- Program mudik gratis bagi masyarakat.
Sebagai langkah pengamanan, kegiatan ramp check (ramcek) terhadap armada bus dijadwalkan mulai 25 Februari 2026. Pemeriksaan dilakukan langsung di pool-pool PO oleh tim penguji bersama petugas terminal.
Rangkaian pemeriksaan meliputi:
- Kelayakan teknis kendaraan.
- Kelengkapan administrasi.
- Tes kesehatan awak bus.
- Pemeriksaan narkoba dan alkohol.
- Antisipasi penyebaran penyakit.
Langkah ini dilakukan guna memastikan seluruh armada yang beroperasi selama masa angkutan Lebaran berada dalam kondisi aman, laik jalan, serta memenuhi standar keselamatan.
“Kami ingin memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal dan aspek keselamatan menjadi prioritas utama,” pungkasnya. Pr



