Zonajatim.com, Jakarta – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat komitmen dalam pelestarian naskah Nusantara melalui upaya pelestarian Naskah Kuno Ulama Nusantara. Sebelumnya, Pemprov Jatim berhasil mengantarkan arsip Indonesia Sugar Research Institute (ISRI) Tahun 1887-1986 menjadi Memory of the World Asia and Pacific Tahun 2024 di Mongolia pada Rabu (8/5/2024).
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur Tiat Suwardi menyatakan berdasarkan data tahun 2023 di Provinsi Jawa Timur terdapat 1.332 naskah kuno dan yang terbanyak ada di Kabupaten Sumenep sebanyak 268 naskah. Dirinya menuturkan, berbagai program dilakukan untuk melestarikan ribuan naskah kuno tersebut.“Banyak manuskrip maupun jejak-jejak peradaban lainnya yang bisa kita sampaikan kepada generasi penerus. Maka fokus kami dalam pelestarian manuskrip tidak hanya sekedar melestarikan secara fisik tapi juga nilai-nilai kebaikan di dalamnya untuk generasi muda kita,” terangnya dalam Rapat Koordinasi Nasional Bidang Perpustakaan Tahun 2024 yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta, pada Selasa (14//5/2024).
Program yang dilakukan Provinsi Jawa Timur dalam pelestarian naskah adalah penyusunan kebijakan terkait naskah kuno, sosialisasi dan rakor pelestarian naskah kuno, pendataan/pencarian naskah kuno, konservasi naskah kuno, restorasi naskah kuno, pengolahan naskah kuno, pengembangan pengelolaan naskah kuno, dan benchmarking dan penjajakan kerja sama.Dia menegaskan, kegiatan pelestarian naskah kuno di Provinsi Jawa Timur ini diharapkan mampu berperan serta dalam merevitalisasi nilai-nilai budaya dan melestarikan identitas bangsa.
Ini Strategi Kabupaten Berau
Kabupaten Berau memiliki strategi untuk meningkatkan perpustakaan terstandar secara nasional melalui akreditasi perpustakaan.
Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menyatakan pihaknya menyusun lima strategi. Strategi yang pertama adalah menciptakan komunikasi intensif dengan pihak yang berkaitan dengan pengembangan perpustakaan seperti sekretariat daerah, DPRD, dinas perpustakaan, dinas pendidikan, DPMK, pengiat perpustakaan dan literasi serta dunia usaha dan dunia industri.“Strategi yang kedua adalah membangun kemitraan antara pemerintah Kabupaten Berau dengan organisasi penggerak perpustakaan dan literasi. Yang ketiga adalah menerapkan strategi SIPENA PAKEM,” jelasnya.
Strategi yang keempat adalah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh pegiat literasi dan perpustakaan di Kabupaten Berau dalam acara tahunan seperti Bulan Kunjung Perpustakaan. “Strategi yang terakhir adalah memberikan dukungan anggaran dan regulasi yang terus diupayakan melalui perangkat daerah terkait dan dukungan pihak dunia usaha dan dunia industri,” jelasnya.
Dengan strategi tersebut, tercatat terjadi penambahan perpustakaan terakreditasi di Kabupaten Berau. Pada 2022 ada 30 perpustakaan terakreditasi, tahun 2023 ada 49 perpustakaan dan meningkat menjadi 65 perpustakaan terakreditasi pada 2024.Tidak hanya itu, perpustakaan di Kabupaten Berau meraih prestasi di tingkat provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) yakni terbaik pertama dalam pencapaian jumlah perpustakaan terakreditasi tingkat provinsi Kaltim pada 2023 dan 2024. Tidak hanya itu, capaian secara nasional juga diraih perpustakaan di Berau.
Literasi Kendal Mulai Menyala
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kendal Wahyu Yusuf Akhmadi menyampaikan literasi Kendal mulai menyala setelah menerima kucuran Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik bidang pendidikan subbidang perpustakaan. Kabupaten Kendal menjadi salah satu kabupaten yang mendapatkan DAK tahun anggaran 2021 untuk pembangunan gedung perpustakaan senilai Rp10 miliar.
Sebelumnya, perpustakaan Kabupaten Kendal dalam satu hari dikunjungi 15 pemustaka. Gedung perpustakaan yang difungsikan pada Agustus 2023 tersebut menarik animo masyarakat. Bahkan satu hari sebanyak 1.300 pengunjung datang ke perpustakaan.”Hal ini tidak lepas dari komitmen Pemkab Kendal yang mengalokasikan APBD cukup besar untuk perpustakaan. Bahkan di tahun 2023, anggaran untuk perpustakaan mencapai Rp7 miliar,” katanya.
Bangunan dua lantai ini memiliki keunikan tersendiri, dia menjelaskan salah satunya rak buku leveling. Rak buku ini selain sebagai tempat untuk menyimpan bahan perpustaakaan juga dapat menjadi tempat duduk. Bahkan rak buku leveling ini menjadi lokasi foto favorit pengunjung. Jok



