Zonajatim.com, Sidoarjo – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Pemprov Jatim bekerjasama dengan Khulaim Junaidi anggota Komisi C DPRD Jatim mengadakan pelatihan membuat kue dan masakan bagi ibu rumah tangga.
Pelatihan yang diikuti 100 Ibu rumah tangga dari dua desa yakni Kalanganyar Sedati dan Wedoro Waru di Balai Desa Kalanganyar, Selasa (25/6/2024).”Pelatihan membuat kue tersebut dalam upaya memberdayakan ibu rumah tangga agar mempunyai keterampilan dalam upaya membangkitkan perekonomian keluarga,” kata anggota DPRD Jatim dari Fraksi PAN Khulaim Junaidi.
Pelatihan membuat kue menyasar ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja sehingga mereka diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga. Melalui pelatihan ini kami berharap dapat membuat kue untuk keluarga sehingga tidak sampai membeli. Terlebih bisa sampai menjualnya sehingga dapat membantu ekonomi keluarga, ujarnya.
Selain itu untuk memperdayakan ibu-ibu agar berdaya saing dan bisa membantu pendapatan rumah tangga kami bekerjasama dengan dinas untuk memberikan pelajaran atau pelatihan membuat kue dan masakan yang bisa dijual, tambahnya.


Oleh karena itu, dalam pelatihan ini ibu-ibu diberikan bantuan peralatan masak berupa 100 unit panci presto. “Bantuan alat masak untuk menumbuhkan jiwa dagang dan menciptakan UMKM yang bersumber dari produk rumah tangga,” paparnya.
Dan kalau sudah bisa jualan akan dibantu pengurusan NIB dan sertifikat industri rumah tangga, tutur Khulaim Junaidi.
Khulaim lebih lanjut mengatakan kegiatan tersebut untuk pengarusutamaan gender (PUG) dalam pembangunan. Dengan demikian dapat mendorong meningkatkan kualitas hidup keluarga sehingga dapat mewujudkan keluarga sejahtera.
Dikatakan, melalui pelatihan itu berbagai manfaat diharapkan, mulai dari membantu ekonomi keluarga sampai pada meningkatkan kesejahteraan keluarga. Disamping itu dapat membangun rumah tangga yang aktif dan kreatif sehingga ibu-ibu mempunyai kesibukan yang positif.
Ia menambahkan dalam pelatihan ini ibu-ibu diberikan teori dan praktek dalam membuat kue. Dengan pelatihan ini diharapkan dapat membuat kue dengan menggunakan bahan dasar yang mudah didapat dan tidak menggunakan bahan yang bisa merusak kesehatan.
Dalam pelatihan tersebut peserta dilatih membuat kue (cake) berbagai macam.”Setelah pelatihan ini, ibu rumah tangga tersebut kami harapkan dapat lebih mengembangkan ide-ide kreatif dalam membuat berbagai kue dan camilan,” ujarnya.
Seorang peserta pelatihan, Ny Yuni mengaku pelatihan ini sangat bermanfaat. Karena keterampilan yang dimiliki dapat membantu ekonomi keluarga.”Pelatihan tersebut sangat bermanfaat untuk kami sehingga diharapkan dapat membantu ekonomi keluarga. Minimal juga dapat membuat kue untuk keluarga sendiri,” ucapnya. Zn



