Zonajatim.com, Sidoarjo – Di tengah terik matahari siang, roda dua Honda Scoopy berwarna hitam itu menderu pelan, menyusuri jalanan Sidoarjo yang sibuk. Di belakang kemudi, seorang perempuan dengan postur tubuh pendek mungil tetap tegap memegang kendali, fokus membawa penumpangnya menuju tujuan.
Dialah Mbak Ul, salah satu dari sekian banyak driver Gojek perempuan yang setiap hari menantang kerasnya jalanan demi menghidupi keluarganya.
Rabu (23/10/2014) pagi, Mbak Ul tidak sedang mengantarkan penumpang biasa. Wanita tangguh ini mendapatkan orderan dari Hj Mimik Idayana, calon Wakil Bupati Sidoarjo yang dikenal dekat dengan masyarakat. Saat itu, Hj Mimik sengaja memesan Gojek melalui aplikasi, berharap bisa bertemu langsung dan mendengar curahan hati dari para perempuan yang memilih profesi ini sebagai mata pencaharian.

Setibanya di rumah Hj Mimik di kawasan Candi, Mbak Ul dengan sigap tiba tepat waktu. Namun, ada sedikit keraguan di wajah sang calon pemimpin. “Sampean bisa ya bonceng saya?” tanya Bu Mimik, meragukan apakah postur pendek Mbak Ul mampu menanggung bobot penumpang. Dengan senyum penuh percaya diri, Mbak Ul meyakinkan bahwa dia sudah terbiasa membawa penumpang ke berbagai kota, bahkan sejauh Lamongan dan Gresik.
Dengan rasa aman, Bu Mimik pun duduk di boncengan. Selama perjalanan menuju Rumah Seni di Pecantingan, Sekardangan, keduanya hanya berbincang singkat karena ramai lalu lintas. Tapi begitu tiba di tujuan, Bu Mimik meminta Mbak Ul untuk duduk dan mengobrol sejenak, ditemani seorang teman sesama driver Gojek perempuan.

Di sela perbincangan, Mbak Ul mulai membuka cerita tentang hidupnya. Sejak tahun 2018, ia telah menjadi driver Gojek. “Saya single parent, Bu,” tuturnya dengan nada lembut namun tegar. “Saya harus menghidupi anak saya, dan mencari pekerjaan di pabrik sangat sulit. Jadi saya memilih Gojek, modalnya hanya motor dan SIM, sudah bisa cari nafkah.”
Cerita itu bukan hal yang baru bagi Hj Mimik. Namun, semangat Mbak Ul dan rekan-rekannya sesama driver Gojek perempuan membuatnya semakin bertekad untuk memberikan dukungan lebih. Hj Mimik menyadari risiko besar yang dihadapi oleh para perempuan ini di jalan raya setiap hari.“Saya sangat salut dengan ibu-ibu yang berjuang keras demi keluarga mereka. Tapi kami pasangan BAIK (Subandi-Mimik Idayana) ingin membantu memberikan solusi yang lebih aman,” ungkapnya.
Bagi Hj Mimik, para perempuan ini layak mendapatkan lebih. Mereka sudah membuktikan ketangguhan dan kemampuan bertahan dalam profesi yang penuh risiko. Untuk itu, jika terpilih nanti, Hj Mimik telah menyiapkan program pelatihan keterampilan yang dirancang khusus bagi para driver perempuan ini.“Kami siap memberikan pelatihan keterampilan untuk beralih profesi. Misalnya membuka usaha jahit, yang tidak hanya lebih aman tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil,” katanya.
Tak hanya janji manis, program ini merupakan bagian dari 14 program unggulan pasangan BAIK yang berfokus pada penciptaan ribuan lapangan kerja dan pemberdayaan UMKM. Hj Mimik melihat pentingnya mendengar langsung aspirasi masyarakat untuk memastikan program-program yang dijalankan sesuai kebutuhan.“Kita langsung respon keinginan masyarakat yang membutuhkan pekerjaan atau ingin membuka usaha sendiri. Kami yakin, program ini bisa membuka jalan baru bagi mereka yang ingin beralih dari profesi driver yang penuh risiko,” lanjutnya.
Sambil duduk bersisian, Bu Mimik dan Mbak Ul berbincang lebih lama tentang tantangan yang dihadapi para perempuan di lapangan. Meski profesi ini membawa risiko, banyak perempuan yang terpaksa menjalaninya karena sulitnya lapangan kerja lain yang tersedia.
Namun, dengan program pelatihan keterampilan yang ditawarkan, Hj Mimik berharap dapat memberikan harapan baru. “Ini bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang memberi kesempatan kepada mereka untuk berkembang,” tutupnya.
Mbak Ul tersenyum. Baginya, harapan selalu ada selama ada upaya untuk berubah. Dan hari itu, ia pulang dengan perasaan lebih ringan, membawa harapan baru bagi masa depan dirinya dan driver-driver perempuan lainnya. Sp



