Zonajatim.com, Sidoarjo – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perparkiran yang selama tidak jelas, membuat gerah Supriyono, anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sidoarjo.
Ia mengusulkan agar Pemkab mengelola sendiri perparkiran seperti beberapa tahun lalu. Sebab Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor parkir berpotensi menguap atau hilang, akibat belum setornya pihak swasta atas bagi hasil pengelolaan parkir tepi jalan dan lokasi khusus ke Kas Daerah (Kasda) Kabupaten Sidoarjo sejak awal tahun 2024 lalu.
Untuk itu, ia mendorong Pemkab Sidoarjo atau dalam hal ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sidoarjo untuk mengambil langkah tegas dengan mengambil alih lahan parkir yang kini masih dikelola dan dikuasai oleh pihak swasta.“Setelah kontraknya diputus. Saya sarankan Dishub Sidoarjo untuk segera menguasai lahan parkir,” kata Supriyono, kemarin.
Karena dengan pengambil alihan atau pengusaan pengelolaan parkir tepi jalan dan lokasi khusus oleh Dishub Sidoarjo maka PAD Kabupaten Sidoarjo dari sektor parkir bisa diselamatkan.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD Sidoarjo itu merasa heran dengan sikap Pemkab Sidoarjo yang kurang tegas terhadap pihak swasta. Karena hingga kini masih menguasai serta mengelola lahan parkir tepi jalan dan lokasi khusus, meskipun kontrak kerjasamanya sudah diputus.Disisi lain, Pemkab Sidoarjo sedang getol-getolnya melakukan operasi kendaraan bermotor di beberapa ruas jalan, untuk menjaring para penunggak pajak kendaraan bermotor di Kabupaten Sidoarjo.
“Pendapatan dari sektor parkir ini cukup besar loh! Kenapa tidak dimaksimalkan? Kok sekarang, malah para penunggak pajak kendaraan bermotor yang dikejar-kejar,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra itu akan mengusulkan ke pimpinan Komisi B DPRD Sidoarjo untuk segera memanggil Dishub Sidoarjo dan membuat regulasi atau peraturan tentang pengelolaan parkir yang dapat meningkatkan PAD serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat pengguna parkir.
“Bila perlu kita ajak study banding atau study tiru ke daerah-daerah yang memang pengelolaan parkirnya bagus. Jangan sampai tujuan awalnya untuk peningkatan PAD dari sektor parkir, tapi yang terjadi malah sebaliknya. Kita kehilangan PAD, karena pengelolaan parkirnya tidak baik,” paparnya. Pr



