Zonajatim.com, Surabaya – Realisasi Pendapatan Negara di Jawa Timur sampai 30 April 2025 mencapai Rp79,77 triliun atau 28,22% dari target sebesar Rp282,65 Triliun. Penerimaan Perpajakan terealisasi sebesar 27,80% (Rp77,10 triliun) dari target, dan PNBP mencapai 50,19% (Rp2,67 triliun) dari target (Rp5,3 triliun).
Penerimaan Perpajakan terdiri dari Ditjen Pajak sebesar Rp32,06 triliun, dan Kepabenan dan Cukai Ditjen Bea Cukai sebesar Rp45,03 triliun (30,26% dari target).
Realisasi Belanja Negara sampai dengan Maret 2025 telah terserap Rp39,59 triliun atau 31,31% dari pagu belanja negara di Jawa Timur. Kinerja belanja negara terdiri dari Belanja K/L sebesar Rp10,95 triliun dan Transfer Ke Daerah (TKD) mencapai Rp28,65 triliun.
Hal itu terungkap saat perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur mengadakan Press Conference APBN KiTa Regional Jawa Timur sampai dengan 30 April 2025 bertempat di Aula Majapahit GKN I Jl.Indrapura No.5 Surabaya. Acara ini juga diikuti para pimpinan unit vertikal Kementerian Keuangan di Jawa Timur secara daring melalui Ms Teams, Selasa (27/5/2025).
Hadir memimpin Konferensi pers Kakanwil DJKN Jawa Timur Dudung Rudi Hendratna yang juga sebagai Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur, dengan didampingi Plh. Kakanwil Ditjen Perbendaharan Agung Yulianto, Kakanwil DJBC Jawa Timur Untung Basuki, serta Humas Kanwil DJP Jawa Timur II Karsita. Hadir pula para pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan di Jawa Timur.
Konferensi Pers ALCo APBN Regional Jawa Timur diselenggarakan setelah Konferensi Pers APBN Kita Edisi Mei 2025 dilaksanakan Menteri Keuangan di Jakarta pada 23 Mei 2025.
Kegiatan ini merupakan agenda dalam menjelaskan secara transparan pengelolaan APBN Regional dan Kinerja Perekonomian Jawa Timur kepada publik.
Perkembangan Ekonomi Regional Jawa Timur
Kondisi ekonomi regional Jawa Timur masih sangat dipengaruhi ketidakpastian global meski ada indikasi de-eskalasi.
Ditengah stagnasi global, ekonomi regional Jawa Timur sampai dengan April 2025 tumbuh 5,00% (yoy) lebih tinggi dari Nasional dengan pertumbuhan 4,87% (y.o.y), yang didukung konsumsi rumah tangga pada bulan Ramadhan, perayaan Imlek, dan Nyepi serta Harai Raya Idul Fitri.
Perekonomian Jawa Timur berkontribusi sebesar 25,11% untuk perekonomian Pulau Jawa selalu menjadi terbesar kedua setelah DKI Jakarta, dan berkontribusi 14,42% secara Nasional.
Dukungan positif perekonomian ini dari tumbuhnya Industri Pengolahan (Sisi Penawaran) sebesar 4,13% (yoy), dan terjaganya konsumsi RT (Sisi Permintaan) yang tumbuh sebesar 5,12% (yoy) Inflasi bulan April 2025 sebesar 1,35% (yoy), naik dari bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh telah usainya diskon 50% Listrik dari PLN, dan kenaikan harga pangan seiring dengan peringatan Hari Raya Idul Fitri.
Dudung Rudi Hendratna menjelaskan terkait capaian APBN Regional Jawa Timur, dengan fungsi shock absorbernya dalam menjaga perekonomian khususnya di Jawa Timur. Tm



