Zonajatim.com, Sidoarjo – Revitalisasi alun-alun Sidoarjo ternyata tanpa dilengkapi area parkir yang memadai. Sisi barat alun-alun yang selama ini menjadi tempat parkir kendaraan roda dua dan roda empat, bakal dihilangkan.
Perencanaan itu terlihat dari gambar maket yang sudah beredar. Alun-alun direvitalisasi bagian tengah hingga barat, tanpa ada area parkirnya. Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo kali ini merupakan lanjutan dari tahun 2023 lalu.Ketika itu dilakukan revitalisasi di sisi timur atau sekitaran Monumen Jayandaru dengan anggaran Rp 6 miliar. Sementara untuk proyek lanjutan ini pemerintah menggelontor dana sampai Rp 24,6 miliar.
Revitalisasi bagian tengah alun-alun, sisi barat, selatan, dan utara. Termasuk di paseban, fasilitas joging track, taman, fasilitas lansia, dan sebagainya.Beberapa waktu lalu sudah ada tanda tangan kontrak pengerjaan proyek tersebut. Dalam kontrak dijadwalkan pengerjaan selama tujuh bulan terhitung sejak bulan Mei 2025 hingga November 2025 mendatang.
Uang miliaran rupiah untuk revitalisasi Alun-alun Sidoarjo tersebut akan digunakan untuk melengkapi berbagai fasilitas dengan dibagi ke beberapa zona. Di antaranya, zona lansia, zona balita dan anak-anak serta zona outdoor untuk fitnes. Kemudian fasilitas disabilitas.
Dalam pembangunan ini, rencananya akan dibuat pedestarian yang lebar disisi luar alun-alun agar bisa dimanfaatkan untuk jogging track. Sehingga, masyarakat bisa berolahraga di sana. Selain itu, juga sebagai tempat edukasi untuk anak-anak.
Keberadaan kabel-kabel yang selama ini membentang di atas kawasan Alun-alun Sidoarjo akan dirapikan dengan sistem kabel ducting supaya tidak menganggu pemandangan yang sudah bagus.

Tidak dilengkapi area parkir kendaraan yang memadai, revitalisasi Alun-alun Kota Delta tersebut menjadi perhatian Komisi C DPRD Sidoarjo. “Kondisi itu memang sedang banyak ditanyakan beberapa kalangan. Saya sendiri juga sempat bertanya, pas lihat gambarnya kok tidak ada area parkir,” kata Choirul Hidayat, Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, kemarin.
Padahal, ketika alun-alun dibangun menjadi lebih bagus, tentu pengunjungnya semakin banyak. Jika selama ini saja parkiran sering overload, bagaimana jika tidak ada area parkirnya.“Belum lagi parkiran untuk jemaah Masjid Agung. Selama ini kan menjadi satu dengan parkiran di sebelah barat alun-alun tersebut,” lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.
Pihaknya sempat menanyakan itu ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo beberapa waktu lalu. Ketika itu disampaikan bahwa area parkir ditempatkan di bahu jalan. Sebelah barat dan sebelah selatan. Nah, pertanyaannya apakah mampu menampung kendaraan ketika parkirnya hanya di bahu jalan. Lantas bagaimana dengan pengelolaan parkirnya, apa tidak semakin semrawut dan menganggu jalan raya.

Oleh karena itu, Komisi C DPRD Sidoarjo minta revitalisasi Alun-alun harus menyediakan area parkir kendaraan yang memadai sehingga tidak mengganggu arus lalin yang ada. “Harus disediakan lahan parkir yang berada di dalam Alun-alun sehingga kendaraan tidak parkir di tepi jalan,” paparnya.
Desain gambar revitalisasi Alun-alun Sidoarjo lanjutan beredar. Ada beberapa spot yang akan dibangun. Diantaranya area olahraga, bermain dan lainnya. Dari design pembangunan Alun-alun Sidoarjo yang baru, banyak yang bertanya mengenai area tempat parkir kendaraan. Karena belum tergambar dengan jelas.
Wajah baru Alun-alun Sidoarjo nampak lebih cantik dan modern. Dari desain itu, potensi besar jumlah kunjungan dari masyarakat lebih banyak. Butuh tempat parkir yang lebih luas.
Wakil Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko menyangsikan tempat parkir untuk kendaraan setelah Alun-alun Sidoarjo setelah selesai di revitalisasi. “Saya sendiri juga bertanya, pas lihat gambarnya kok tidak ada area parkir,” katanya.

Dia menambahkan, setelah Alun-alun dibangun lebih bagus dan lebih cantik otomatis pengunjung akan semakin banyak. Sekarang saja, ketika weekend tempat parkir yang ada tidak mampu menampung jumlah kendaraan.
Ketika sudah overload, tempat parkir ditaruh di bahu jalan. Dan itu bisa menganggu lalulintas. “Belum lagi parkiran untuk jemaah Masjid Agung. Selama ini kan menjadi satu dengan parkiran di sebelah barat alun-alun tersebut,” lanjut politisi Partai Gerindra tersebut.
Komisi C DPRD Sidoarjo meminta agar revitalisasi Alun-alun harus menyediakan area parkir kendraan yang memadai. Ketika area parkir ditempatkan di tepi jalan. Sebelah barat dan sebelah selatan. Nah, pertanyaannya apakah mampu menampung kendaraan ketika parkirnya hanya di bahu jalan. “Nah ini yang harus dipastikan, jangan sampai nanti alun-alun sudah bagus, tapi jalan disekitarnya macet, karena banyak kendaraan parkir di bahu jalan,” tandasnya.
Sementara anggota Komisi C DPRD Sidoarjo M Nizar mendorong pemerintah untuk membangun area parkir di proyek revitalisasi kawasan Alun-alun. M Nizar menyampaikan adanya kantong parkir tersebut untuk mengurai kemacetan lalin jika tidak ada area parkir yang memadai.Kita meminta kepada pemkab untuk segera merancang konsep, lokasi terkait pembangunan kantong parkir ini,” katanya.

M Nizar yang politisi Partai Golkar ini mengungkapkan revitalisasi kawasan alun-alun tidak didukung penyediaan fasilitas area parkir memadai bagi pemilik kendaraan.”Pemkab perlu menyediakan akses parkir yang memadai bagi mereka. Terutama di sekitar kantor pemkab dan area masuk Masjid Agung Sidoarjo. Karena selama ini sering dipakai parkir,” ujarnya.
M Nizar menekankan pentingnya penataan kawasan secara menyeluruh yang terintegrasi dengan Pendopo Pemkab, Masjid Agung dan Alun-alun.
Ia juga mengusulkan konsep zona parkir terpusat di dalam alun-alun, lapak UMKM yang nyaman dan strategis, penghijauan yang makin diperbanyak, pelestarian bangunan cagar budaya, dan standar warna dan desain internasional yang bebas unsur politis.“Alun-alun bukan cuma tempat santai, tapi ruang berkumpul, berdiskusi, dan berinteraksi. Maka, parkir harus ditata yang nyaman, aman dan memadai,” pintanya.

Anggota Komisi C DPRD Sidoarjo DR Emir Firdaus menambahkan bahwa lahan Alun-alun dapat dimanfaatkan sebagai kantong parkir yang memadai. “Kami sepakat area parkir tidak di tepi jalan. Revitalisasi Alun-alun harus terintegrasi dengan parkir. Justru di situ peluang didatangi masyarakat makin banyak,” ujarnya.
Penataan ini juga akan mempertahankan dan menambah ruang hijau, serta menjaga bangunan-bangunan penting. Konsep alun-alun baru tak hanya mempercantik wajah kota, tapi juga melestarikan identitas budaya lokal dalam balutan gaya modern serta mempunyai area parkir kendaraan yang memadai, pesannya.”Semua sepakat bahwa alun-alun harus kembali menjadi jantung kota yang nyaman, tertata, dan membanggakan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan menjadikan Kota Sidoarjo sebagai kota yang lebih baik,” papar Emir Firdaus politisi PAN.
Kepala Bidang Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DLHK) Sidoarjo Hery Santoso mengakui bahwa pembangunan alun-alun Sidoarjo memang tanpa area parkir. Parkiran kendaraan ditempatkan di tepi jalan. “Sisi barat dan selatan, luas jalannya tambah lima meter. Artinya, dalam pembangunan nanti area alun-alun ditarik ke dalam. Nah, di tepi jalan itu dipakai untuk parkir kendaraan,” kata Hery.
Hal itu sudah tertuang dalam perencanaan dan gambar denah revitalisasi alun-alun Sidoarjo. Termasuk parkiran untuk jemaah Masjid Agung Sidoarjo juga menjadi satu di pinggir jalan antara Masjid dan alun-alun.Nanti, jalan di sisi barat dan selatan akan di perlebar 5 meter. Jalan tersebut akan dibuat parkir.
Menurut Hery, rencana parkir tepi jalan sudah melalui kajian. Termasuk parkir Masjid Agung juga di tepi jalan. Kalau sekarang, parkir kendaraan di masukan ke dalam area Alun-alun Sidoarjo. Baik di sisi barat dan selatan juga dimasukan ke dalam. “Penempatan parkir tepi jalan sudah di kaji. Nanti yang mengatur parkirnya Dishub,” ujarnya.
Untuk diketahui, revitalisasi Alun-alun Sidoarjo sudah selesai lelang. Pemenangnya adalah PT. Samudra Anugrah Indah Permai dengan nilai kontrak sekira Rp24,6 miliar. Adv/sp



