Zonajatim.com, Sidoarjo – Ditengah musibah banjir yang melanda sebagian warga Kota Delta, kegiatan pelesir Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo ke Karanganyar, Jawa Tengah, menuai kritik. Agenda bertajuk pembinaan kader PKK serta guru kelompok bermain dan TK itu dinilai tidak tepat sasaran dan hanya menghabiskan anggaran daerah.
Pada Jumat (21/11/2025), beredar foto dan video rombongan peserta terlihat menikmati wisata jeep dan sejumlah aktivitas hiburan. Padahal, kondisi internal keuangan Pemkab Sidoarjo disebut sedang mengalami krisis anggaran. Istri Bupati Sidoarjo, Ny. dr. Sriatun Subandi, yang juga menjabat Ketua TP PKK, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

LSM Jatim Corruption Watch (JCW) menjadi pihak yang turut menyoroti perjalanan itu. Mereka menilai kegiatan tersebut melenceng dari tujuan pembinaan.
“Jika kegiatan didominasi wisata jeep dan hiburan, publik tentu mempertanyakan urgensi serta manfaatnya bagi organisasi,” kata Ketua JCW, Sigit Imam Basuki, Jumat (21/11/2025).
Sementara itu, Ketua DWP Kabupaten Sidoarjo, dr. Sriatun, sebelumnya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penguatan kapasitas anggota dan peningkatan soliditas antaristri pejabat OPD. Namun penjelasan itu dinilai hanya upaya menutupi kesan plesiran dan tidak menunjukkan adanya pembinaan yang signifikan.

Tak hanya itu, dalam waktu dekat, TP PKK Sidoarjo juga dikabarkan akan menggelar agenda besar selama tiga hari (21–23 November 2025) di BeSS Resort and Waterpark, Lawang, Malang. Informasi ini terungkap dari undangan resmi bernomor UND198/Skr/PKK.Kab.Sda/XI/2025 yang ditandatangani dr. Sriatun.

Peserta diberangkatkan massal menggunakan bus, difasilitasi akomodasi penuh oleh panitia, sementara uang saku dibebankan kepada kecamatan dan desa. Pembagian peserta menjadi dua gelombang menunjukkan skala koordinasi yang tidak kecil.”Jika ratusan kader dikumpulkan selama tiga hari penuh, ini lebih dari upgrading kapasitas. Ini konsolidasi besar organisasi,” ujar Sigit.
Dua agenda tersebut disebut menelan anggaran hingga ratusan juta rupiah. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Ketua TP PKK Sidoarjo mengenai kritik publik atas penggunaan anggaran kegiatan tersebut. Bd



