Zonajatim.com, Sidoarjo – Tradisi dan budaya lokal selalu memiliki daya tarik tersendiri di tengah perkembangan zaman yang kian modern. Melestarikannya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur yang mulai tergerus oleh perubahan zaman.
Di wilayah Desa Semampir, sejumlah tradisi masyarakat adat perlahan memudar. Masuknya pendatang dan pesatnya pembangunan industri dan pertokoan membuat sebagian masyarakat tak lagi memahami nilai budaya lokal. Meski demikian, warga di kawasan pedesaan masih berupaya mempertahankan akar tradisi leluhurnya.
Seperti yang dilakukan Desa Semampir, Kabupaten Sidoarjo. Setiap tahun, mereka menggelar ritual sedekah bumi sebagai ungkapan rasa syukur atas panen raya. Tahun ini, kegiatan dilaksanakan pada Jumat malam (21/11/2025) di punden atau makam leluhur setempat sebagai bentuk penghormatan dan pelestarian adat Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Kepala Desa Semampir, H Lukman Mualim SH menegaskan bahwa sedekah bumi merupakan tradisi yang wajib dijaga keberlangsungannya. Meski di masa pandemi, kegiatan ini tetap digelar.
“Perayaan sedekah bumi ini adalah salah satu upaya menjalin silaturahmi antarmasyarakat sekaligus bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta,” ujarnya.
Ia menambahkan, tradisi tersebut juga menjadi simbol komitmen warga untuk nguri-uri budaya leluhur agar tidak hilang ditelan zaman.
“Budaya seperti ini tidak boleh sampai punah. Ini identitas kita,” tegas Lukman.
Acara sedekah bumi semakin meriah dengan pagelaran wayang kulit oleh Ki Dalang Daniel Putra dari Jemundo, Sidoarjo yang membawakan lakon “Adeke Negoro Botoreto”, membawa suasana penuh nilai spiritual dan hiburan bagi warga sekitar. Bd



