Zonajatim.com, Sidoarjo – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo akan membuka Alun-Alun Kota Delta pada tanggal 28 Januari 2026. Reaktivasi Alun-alun Kota Delta ini dilakukan setelah menjalani proses pemugaran yang dimulai sejak medio 2025 lalu.
Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana menggelar makan bareng gratis di Monumen Jayandaru Alun-alun tersebut, setelah ada beberapa penyempurnaan. “Terkait ramainya rencana pembukaan Alun-Alun tgl 27 Januari 2026 besok, saya luruskan bahwa acara besok adalah makan-makan bersama Bu Wabup & bukan acara pembukaan Alun-alun. Jadwal pembukaan Alun-alun nanti akan disampaikan lewat informasi resmi Pemkab,” tegas Wabup Mimik Idayana.
Menurut Wabup Mimik Idayana, acara makan bareng gratis ini diadakan untuk menjawab rasa penasaran masyarakat terkait hasil pemugaran yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. “Alhamdulillah, dilaksanakan tanggal 27 Januari 2026 malam dengan makan bareng gratis bersama Mak Mimik silakan warga Sidoarjo datang rame-rame. Ini memang sudah cukup lama dinantikan, dan momen awal tahun ini menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan wajah baru alun-alun,” ujar Mak Mimik sapaan akrabnya kepada wartawan, Senin (26/1/2026).
Menurut Wabup Mimik Idayana, dalam kegiatan makan bareng gratis yang dana berasal dari uang pribadinya, dirinya menyediakan nasi tumpeng, makanan dan minuman siap saji serta mendatangkan PKL sekitar Alun-alun untuk dinikmati oleh warga Sidoarjo yang datang. “Monggo kita ramaikan wajah baru Alun-alun Kota Delta dengan makan bersama gratis, ayo warga Sidoarjo datang ya, ” ajak Mak Mimik.

Alun-Alun Kota Delta kini hadir dengan konsep yang lebih modern. Rampungnya perbaikan Alun Alun Sidoarjo menjadi angin segar bagi masyarakat, sekaligus kado istimewa menjelang Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-167 yang diperingati pada 31 Januari 2026.
Proyek strategis ini tidak hanya menghadirkan wajah baru pusat kota, tetapi juga diharapkan menjadi ikon kebanggaan serta ruang terbuka publik yang nyaman dan representatif.
Zona amphitheater, merupakan salah satu daya tarik utama (landmark) dalam proyek Alun Alun Sidoarjo yang baru saja rampung pada awal 2026. Area ini dirancang bukan cuma sebagai penghias Alun Alun, melainkan sebagai pusat kegiatan sosial dan budaya masyarakat Sidoarjo.
Amphitheater ini mengadopsi desain gelanggang terbuka, dengan tribun bertingkat yang melingkar. Material yang digunakan didominasi oleh kombinasi batu alam dan beton yang dipoles rapi, memberikan kesan modern namun tetap kokoh.
Letaknya terintegrasi dengan zona hijau di sekitarnya. Tanpa adanya pagar pembatas, area ini terasa sangat luas dan menyatu dengan taman-taman kecil di sekelilingnya.
Pada malam hari, zona ini dilengkapi dengan sistem pencahayaan dekoratif (spotlight) yang menyoroti area panggung dan tribun, menjadikannya lokasi yang sangat Instagrammable.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memplot area ini sebagai tempat pertunjukan seni dan kebudayaan, konser musik skala kecil, hingga pameran komunitas.
Agar pengunjung betah berlama-lama di area amphitheater, Pemkab Sidoarjo juga membangun beberapa fasilitas pendukung di zona tersebut antara lain: Dekat dengan Monumen Jayandaru. Posisi amphitheater berada tidak jauh dari ikon utama Monumen Jayandaru, sehingga pengunjung bisa melihat kemegahan monumen tersebut dari tribun.
Fasilitas pendukung lainnya, Konektivitas Jalur Pedestrian. Terdapat jalur berjalan kaki yang lebar, yang menghubungkan amphitheater langsung ke area olahraga luar ruangan (outdoor fitness) dan zona bermain anak.
Fasilitas pendukung selanjutnya yang tak kalah penting yakni tentang kebersihan dan keamanan. Area ini masuk dalam pengawasan rutin petugas kebersihan dan keamanan 24 jam, untuk memastikan fasilitas publik ini tidak disalahgunakan atau cepat rusak.
Melalui proyek Alun-Alun Sidoarjo senilai Rp 24,6 miliar, Pemkab menghadirkan konsep edukatif yang segar dan menyentuh langsung semua lapisan masyarakat, termasuk memfasilitasi UMKM Sidoarjo.“Harapan besarnya, Alun-Alun Sidoarjo bisa benar-benar menciptakan tempat yang nyaman bagi masyarakat Sidoarjo,” tegas Mak Mimik, yang ingin menjadikan area ini sebagai ruang rekreasi sekaligus refleksi nilai-nilai daerah.
Proyek yang digarap oleh PT Samudra Anugrah Indah Permai ini dirancang dalam 210 hari kerja. Tak hanya mempercantik visual, tetapi juga membangun nilai-nilai partisipatif melalui penyediaan zona inklusi mulai dari taman balita hingga taman lansia.
Bahkan, konsep alun-alun ini menempatkan UMKM sebagai garda depan dalam membangun ekonomi edukatif.“Memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat adalah komitmen kita bersama, maka kita berikan fasilitas bagi seluruh lapisan masyarakat… agar bisa memanfaatkan Alun-Alun ini dengan nyaman,” pungkas Wabup Mimik Idayana. Pr



