Zonajatim.com, Sidoarjo – Pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kemendagri sebagai forum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengimplementasikan program prioritas Presiden ternyata menyimpan pengalaman tak mengenakkan menimpa Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana.
Wabup Hj Mimik Idayana memang diundang sebagai pimpinan daerah bersama Bupati Subandi serta Forkopimda Sidoarjo dalam Rakornas bertajuk “Sinergi Pusat dan Daerah dalam Implementasi Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045” berlangsung di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2).
Namun ada yang pengalaman menyesakkan dan tak mengenakkan, dibalik suksesnya Rakornas itu khususnya Wabup Hj Mimik Idayana selaku delegasi Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.
Wabup Hj Mimik Idayana mendapat perlakuan tidak adil atau tidak profesional yang diisinyalir dilakukan oleh EO penyelenggara dan pihak protokoler dari Pemkab Sidoarjo.
Bagaimana tidak, seorang Wabup yang juga merupakan pimpinan daerah, ditempatkan di hotel yang berbeda dengan Forkopimda dan letaknya cukup jauh dari SICC dengan perjalanan 30 menit melalui akses tol.
Sedangkan untuk lokasi Hotel Bupati Sidoarjo Subandi serta salah satu Forkopimda hanya ratusan meter dari SICC. Begitu juga dengan lokasi menginap untuk Asisten I Hj Ainun Amalia S.Sos, Arif Mulyono, S.STP M.HP Staf Ahli Bupati Sidoarjo Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Protokoler serta Kabag Protokol Kusdianto dan tim dokumentasi bupati, juga berada di area cukup dekat dengan SICC.
“Saya gak habis fikir, hotel saya ditaruh di area paling jauh oleh EO yang ditunjuk dari Protokoler, daripada hotel rombongan dari Sidoarjo yang lain dan itupun saya bersama ajudan, saya melalui ajudan sempat protes ke Kabag Protokol namun dijawab itu yang ngurusi EO langganan Pemkab, ” tutur Wabup Hj Mimik Idayana, Selasa (10/2026) saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
Akibat dari jarak cukup jauh itu, Wabup Mimik mengaku harus berangkat sangat pagi bahkan tidak sempat sarapan, agar bisa tepat waktu berada di titik jemput.
Pengalaman tidak mengenakkan dialaminya saat berada di titik jemput, Wabup Mimik Idayana yang sudah menunggu sekitar 30 menit, ternyata melihat mobil VIP yang mestinya disediakan khusus untuk Forkopimda agar bisa masuk ke area Rakornas, ternyata sudah penuh dengan rombongan Bupati, asisten I, staff ahli, Kabag Protokol dan juru kamera.
“Untungnya Irda Aspri saya meminta satu tempat kursi di mobil VIP itu, agar saya bisa masuk ke lokasi ISCC. Lah kalau ndak bisa masuk bagaimana jadinya. Tapi ya sudahlah, saya hanya senyum mendapat perlakuan seperti itu,” ujar Wabup Mimik.
Yang menjadi pertanyaan dari kejadian itu, kenapa kegiatan Rakornas yang undangannya secara khusus untuk Forkopimda yakni Bupati, Wabup, Kapolres, Kajari dan Dandim, ternyata juga diikuti pejabat dan rombongan yang tidak ada kaitannya dengan undangan Rakornas. Karena pejabat yang gak diundang ikut datang, mereka gak bisa masuk ke area Rakornas dan menunggu diluar.
Akibatnya kejadian kurang enak dialami oleh Wabup Sidoarjo Mimik Idayana lantaran hotelnya jauh dan kursi kendaraan rombongan Rakornas sempat diisi oleh pejabat yang tak ikut diundang. Tm


