Zonajatim.com, Sidoarjo – Munculnya kasus viral Satpol PP menertibkan penjual jasa mainan anak-anak, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, SAP melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Alun-alun Sidoarjo, Sabtu (2/5/2026) malam.
Dalam kunjungannya, Wabup Mimik yang akrab disapa Mak Mimik itu meninjau kondisi kawasan alun-alun sekaligus menyapa masyarakat yang tengah menikmati suasana malam akhir pekan.
Alun-Alun Sidoarjo terbaru berfungsi sebagai ruang terbuka hijau (RTH) modern, pusat interaksi sosial ekonomi dan ikon estetika kota yang inklusif. Tempat ini kini difokuskan untuk taman keluarga, area bermain anak, dan relaksasi dengan fasilitas yang lebih tertata dan nyaman bagi warga.


Dalam sidaknya, Wabup.Mimik mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban di area alun-alun. Ia menilai alun-alun merupakan ruang publik yang menjadi wajah Kota Sidoarjo sekaligus tempat berkumpul masyarakat dari berbagai daerah.
“Alhamdulillah malam ini saya bisa hadir langsung melihat kondisi di lapangan. Ternyata yang datang ke sini bukan hanya warga Sidoarjo, ada juga dari luar daerah karena alun-alun kita dinilai bagus dan cantik,” ujar Wabup Mimik.

Ia meminta masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya serta menaati aturan yang berlaku demi kenyamanan bersama.
“Tolong buang sampah pada tempatnya. Saya kira tempat sampah sudah tersedia di banyak titik. Mari kita jaga bersama supaya tetap tertib dan bersih,” ujarnya.
Selain kepada pengunjung, Wabup Mimik juga memberi pesan kepada para pedagang kaki lima (PKL) agar ikut menjaga kebersihan kawasan alun-alun.
Menurutnya, keberadaan pedagang menjadi bagian dari penggerak ekonomi kerakyatan dan daya tarik wisata kota.”Pedagang juga harus ikut menjaga kebersihan dan ketertiban. Alun-alun ini milik bersama, jadi semua harus punya rasa memiliki,” tegasnya. Wabup Mimik kemudian memborong barang pedagang yang ditemui dan diajak ngobrol.

Dalam dialog dengan warga, sejumlah masukan juga disampaikan kepada Wabup. Novi, warga Pandaan, mengaku senang dengan wajah baru Alun-alun Sidoarjo, namun berharap penerangan ditambah.
“Bagus alun-alunnya, cuma lampunya masih kurang terang di beberapa titik,” katanya.
Keluhan lain datang dari Ani, warga Surabaya, yang menyoroti keterbatasan lahan parkir. “Kalau ramai begini parkirnya kurang,” ujarnya singkat.
Sementara itu, sejumlah PKL mengaku masih bingung terkait aturan berjualan di area alun-alun setelah adanya surat edaran larangan berjualan, namun belum ada solusi penataan lanjutan.
Menanggapi berbagai aspirasi itu, Wabup Mimik memastikan Pemkab Sidoarjo akan melakukan evaluasi agar Alun-alun Sidoarjo semakin nyaman, tertata, dan menjadi kebanggaan masyarakat.
“Semua masukan kami tampung. Nanti akan kami koordinasikan dengan dinas terkait supaya alun-alun ini semakin baik, sebagai sarana interaksi sosial dan ekonomi masyarakat, saya usulkan nanti UMKM dan pedagang bisa berjualan dengan penataan yang tertib plus indah sebagai penggerak ekonomi sekitar,” pungkasnya. Pr


