Zonajatim.com, Sidoarjo – Ratusan pelajar mengikuti kejuaraan pencak silat yang digelar Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sidoarjo. Para atlet muda ini memperebutkan Piala Kapolresta Cup I sekaligus seleksi Pekan Olahraga Kabupaten (POPKAB) 2026 di Gedung Serba Guna Polresta Sidoarjo, Kamis (14/5/2026). Kejuaraan berlangsung selama tiga hari hingga 16 Mei 2026.
Ketua Umum Pengcab IPSI Sidoarjo, H. Anang Siswandoko, S.T., mengatakan kejuaraan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan prestasi bagi atlet pencak silat di Kabupaten Sidoarjo.
“Kejuaraan ini menjadi sarana menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan menuju POPDA Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih lanjut H. Anang Siswandoko, S.T., menegaskan pihaknya mulai melakukan percepatan pembinaan atlet melalui rangkaian kejuaraan pelajar yang digelar tahun ini.
Menurutnya, antusiasme peserta menjadi modal penting untuk memetakan potensi atlet muda di Kabupaten Sidoarjo.
IPSI Sidoarjo pun menyiapkan program “Bank Atlet” sebagai basis data dan pembinaan jangka panjang guna menghadapi berbagai kejuaraan, termasuk Porprov Jawa Timur 2027.
“Kami ingin melihat sejauh mana potensi atlet-atlet Sidoarjo. Bank Atlet ini dipersiapkan sejak usia dini agar saat ada kejuaraan, kita sudah siap,” kata Anang, Jumat (15/6/2026).
Anang menjelaskan, para atlet nantinya akan mendapat pendampingan dari tim teknik dan pelatih berpengalaman yang pernah mengikuti kejuaraan tingkat nasional. IPSI Sidoarjo juga berkomitmen menggelar minimal tiga agenda pertandingan setiap tahun untuk menjaga ritme latihan dan meningkatkan kualitas atlet.
“Kalau kegiatan rutin diadakan, otomatis atlet akan berlatih lebih serius untuk persiapan POPDA maupun Porprov,” tambahnya.

Kejuaraan ini sekaligus menjadi tahapan seleksi menuju POPDA Jawa Timur 2026. Atlet terbaik akan kembali menjalani seleksi melalui sistem promosi dan degradasi agar persaingan berlangsung sehat dan kompetitif.
Sementara itu, Delegasi Teknik IPSI Sidoarjo, Wigatiningsih, M.Pd., menjelaskan bahwa event tersebut memadukan dua tujuan utama, yakni pemassalan dan prestasi. Menurutnya, pemassalan penting dilakukan sebagai bagian dari regenerasi atlet pencak silat yang kini masuk dalam Desain Besar Olahraga Nasional (DBON).
“Pencak silat sudah masuk DBON, sehingga regenerasi harus terus berjalan. Apalagi ada harapan pencak silat bisa masuk Olimpiade,” jelas Wigatiningsih yang mantan Kepsek Smamda Sidoarjo ini.
Wigatiningsih menambahkan, kategori prestasi diikuti sekitar 150 atlet yang dipersiapkan menghadapi POPDA Jawa Timur. Para juara nantinya akan digabung dengan atlet binaan sebelumnya untuk menjalani seleksi lanjutan.
IPSI Sidoarjo juga mulai menyiapkan program training center (TC) jangka panjang mulai Januari 2027. Program pembinaan tersebut didukung melalui anggaran kegiatan yang melekat di Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Sidoarjo.

Pada Porprov sebelumnya, kontingen pencak silat Sidoarjo meraih satu medali emas. Karena itu, IPSI menargetkan peningkatan prestasi menjadi tiga medali emas pada Porprov Jawa Timur 2027.
Selain pembinaan prestasi, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah positif bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan semangat olahraga melalui kompetisi resmi.
“Kita ingin anak-anak muda punya wadah positif dan tidak terlibat konflik di luar. Karena itu event seperti ini harus terus digelar dan didukung semua pihak,” pungkasnya. Pr


