Zonajatim.com, Sidoarjo – Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, SAP menerima audiensi Paguyuban Sentra Kuliner Gajah Mada yang diketuai Johan di Rumah Dinas Wakil Bupati Sidoarjo, Kamis (2/7/2026). Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pasar dan Perdagangan, Amat, beserta jajaran Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Sidoarjo sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menyerap aspirasi pelaku UMKM sekaligus mendorong pengembangan sektor kuliner daerah.
Dalam pertemuan tersebut, para pedagang menyampaikan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi, mulai dari minimnya promosi sentra kuliner, penataan kawasan yang dinilai belum optimal, hingga rendahnya jumlah pengunjung.
Mereka berharap Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dapat memberikan dukungan melalui penataan kawasan, promosi yang lebih masif, serta program pemberdayaan agar Sentra Kuliner Gajah Mada kembali menjadi salah satu destinasi kuliner favorit masyarakat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana mengatakan telah mempelajari kondisi Sentra Kuliner Gajah Mada yang masih membutuhkan pembenahan di berbagai aspek.
Menurutnya, keberhasilan sebuah sentra kuliner tidak hanya ditentukan oleh cita rasa makanan, tetapi juga dipengaruhi kenyamanan lokasi, kemudahan akses, serta tampilan kawasan yang menarik perhatian masyarakat.”Orang datang ke tempat makan bukan hanya karena makanannya enak, tetapi juga karena tempatnya nyaman, suasananya menarik, dan mudah terlihat. Ini yang akan kita tata ulang,” ujar Wabup Mimik.
Wabup Mimik menilai keberadaan lapak dan papan nama para pedagang saat ini masih kurang terlihat dari jalan utama sehingga banyak masyarakat tidak mengetahui adanya sentra kuliner tersebut. Karena itu, ia mengusulkan konsep penataan baru agar aktivitas perdagangan lebih terbuka dan mudah terlihat oleh pengguna jalan.”Kalau posisinya di dalam, orang tidak tahu ada tempat makan. Harus dibuat lebih terlihat dari luar agar masyarakat langsung mengetahui keberadaan sentra kuliner ini,” katanya.

Selain penataan fisik kawasan, Wabup Mimik juga meminta perangkat daerah terkait untuk mengkaji dukungan anggaran, operasional, serta pola pembinaan bagi paguyuban pedagang. Menurutnya, keberadaan organisasi pedagang yang solid akan mempermudah pemerintah dalam menyalurkan berbagai program pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.


Wabup Mimik menegaskan, pengembangan sentra kuliner merupakan salah satu strategi Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat sektor usaha mikro. Oleh sebab itu, berbagai langkah strategis akan dikaji agar kawasan kuliner menjadi lebih tertata, nyaman, memiliki daya saing, dan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
Audiensi tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan para pelaku UMKM dalam mewujudkan Sentra Kuliner Gajah Mada sebagai salah satu destinasi wisata kuliner unggulan di Kabupaten Sidoarjo yang mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus mendongkrak kesejahteraan para pedagang. Pr


