Zonajatim.com, Bojonegoro — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 21 UPN “Veteran” Jawa Timur melaksanakan sosialisasi sampah rumah tangga serta demonstrasi reaktor kompos aerob dan anaerob berbasis tenaga surya pada warga Ledok Wetan, Bojonegoro dengan meningkatkan kesadaran pemanfaatan sampah rumah tangga secara mandiri dan berkelanjutan, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan sosialisasi kelompok KKN 21 UPN “Veteran” Jawa Timur memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan partisipasi aktif warga Ledok Wetan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sampah rumah tangga dengan pendekatan edukasi dan penerapan teknologi tepat guna yang telah dihasilkan oleh kelompok KKN 21 UPN “Veteran” Jawa Timur, dengan melakukan pengelolaan ini sampah yang biasanya tidak berguna menjadi bisa diubah, dimanfaatkan kembali dan didaur ulang.
Upaya tersebut dapat membantu warga sekitar dalam mengurangi volume sampah, luaran yang dihasilkan dari reaktor kompos berbasis panel surya ini nantinya dapat di manfaatkan untuk membantu proses penyuburan tanaman. Selain itu, sosialisasi ini juga bertujuan untuk membantu peserta atau warga yang hadir dalam membedakan jenis sampah mulai dari sampah organik, an-organik, dan B3 beserta cara penanganannya.
Deva Helal Eka Variski selaku pemateri sosialisasi sampah rumah tangga menyebutkan bahwa sampah yang paling banyak diproduksi adalah sampah rumah tangga terutama dari bahan dapur yang termasuk ke dalam sampah organik. Sampah organik dapat digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan pupuk kompos aerob yang dibuat melalui proses penguraian sisa bahan organik oleh mikroorganisme dengan bantuan oksigen.
Reaktor Kompos Aerob Berbasis Energi Surya (Smart Solar-Powered Aerator) adalah sebuah inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa bioreaktor pengurai sampah organik berskala komunitas kelurahan yang dirancang untuk mengolah limbah padat domestik (sisa makanan, potongan sayur, dan kulit buah) secara cepat.

Alat ini dirancang sebagai salah satu program kerja dari kelompok KKN 21 UPN “Veteran” Jawa Timur, reaktor ini memiliki berbagai fungsi mulai dari ekologis, produksi ganda dan efisiensi kerja. Pengomposan secara aerob paling banyak digunakan, karena mudah dan murah untuk dilakukan, serta tidak membutuhkan kontrol proses yang terlalu sulit. Dekomposisi bahan dilakukan oleh mikroorganisme di dalam bahan itu sendiri dengan bantuan udara.
Sedangkan pengomposan secara anaerob memanfaatkan mikroorganisme yang tidak membutuhkan udara dalam mendegradasi bahan organik. Artinya pengomposan dengan menggunakan bioaktivator seperti EM4 adalah termasuk pengomposan secara anaerob karena membutuhkan mikroorganisme.
Langkah dalam pembuatan kompos, yang pertama pilahan, langkah kedua pencacahan dan langkah ketiga pencampuran serta langkah keempat aktivitasi. Pengomposan ini menjadi salah satu upaya untuk meminimalisasi sampah dengan menerapkan prinsip mengurangi (reduce), memanfaatkan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle).“Reaktor kompos ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan galon bekas yang dimiliki oleh masyarakat di tempat tinggal masing-masing,” ujar Primus Akbar selaku pemateri demonstrasi reaktor kompos berbasis energi surya.

Komponen-komponen yang dibutuhkan dalam proses pembuatan alat ini antara lain, solar panel mini, pompa aerator usb, regulator, drum plastik, pipa pvc & selang, baru aerator dan kran plastik. Untuk memudahkan masyarakat rumah tangga, drum plastik dapat digantikan oleh galon bekas yang masyarakat miliki.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 21 UPN “Veteran” Jawa Timur berharap teknologi tepat guna yang sudah dibuat serta disusun dapat berguna bagi warga Ledok Wetan terutama pelaku rumah tangga dengan memanfaatkan sampah organik yang berasal dari sisa bahan dapur.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 21 UPN “Veteran” Jawa Timur berharap teknologi tepat guna yang sudah dibuat serta disusun dapat berguna bagi warga Ledok Wetan terutama pelaku rumah tangga dengan memanfaatkan sampah organik yang berasal dari sisa bahan dapur.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata mahasiswa dengan menggabungkan teknologi tepat guna dengan sampah organik sesuai dengan yang dibutuhkan oleh warga Ledok Wetan. Bj



