Zonajatim.com, Sidoarjo – Kejadian keracunan makanan dari MBG yang menimpa ratusan santri MA dan MTs Ponpes Manbaul Hikam Desa Putat Tanggulangin langsung dilaporkan secara khusus ke Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono.
Pihak korcam MBG mohon izin melaporkan situasi terkait adanya Kejadian “Keracunan” di SPPG Sidoarjo Tanggulangin Kalitengah.Alamat :Jl. Raya Tanggulangin No.5 Kedunganten, Kalitengah, Sidoarjo.

Pada hari Selasa 1 September 2026 pukul 17.45 pihak PIC Manbaul Hikam menghubungi Kepala SPPG memberitahu bahwasannya telah terjadi kejadian keracunan di lingkungan MA dan MTS Manbaul Hikam dengan laporan pertama sebanyak 20 orang Pihak Manbaul Hikam menghubungi RSUD Notopuro dan RS Pusura untuk meminta ambulance menjemput para siswa yang terindikasi keracunanPada pukul 19.00 di update bahwasannya korban keracunan mencapai 200 orang lebih.
Korcam beserta Kepala SPPG menuju ke MA dan MTS Manbaul Hikam untuk memastikan kondisi dan situasi sebenarnya.
Kejadian yang kedua kali pada SPPG tersebut dengan temuan ulat pada produk makanan olahan yang diolah pada SPPG. Seluruh staff KA.SPPG, Ahli Gizi, PIC Yayasan harus segera melakukan evaluasi dan memperbaiki serta melakukan pengawasan mulai bahan baku diterima hingga sebelum menu tersebut terdistribusikan.
Sementara itu, terkait kondisi santri yang keracunan makanan, Ponpes Manba’ul Hikam mengeluarkan pernyataan resmi. Pihak pondok memastikan seluruh santriwan dan santriwati yang sempat dirawat kini telah tertangani dengan baik.
“Sebagian besar dari mereka bahkan sudah kembali ke pondok pesantren dalam kondisi yang sehat dan stabil, sementara beberapa lainnya masih dalam pemantauan pemulihan akhir,” tulis pernyataan resmi Pengasuh Ponpes Gus Bahron Nafi.
Ia menambahkan, santri yang kembali hanya mengalami keluhan ringan.
“Memang ada yang masih dirawat di rumah sakit. Alhamdulillah mereka juga diperhatikan dengan baik,” katanya.
Terkait ramainya kabar di media sosial, pihak pondok dengan tegas membantah adanya korban jiwa. Begitu juga tuduhan bahwa sumber keracunan berasal dari dapur internal pondok.
“Kami pastikan bahwa berita tersebut adalah hoax sepenuhnya,” tegas Gus Bahron.
Ia mengimbau wali santri dan masyarakat agar tidak mudah menyebar informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Kami mengimbau agar tetap tenang, bijak menyikapi informasi, serta tidak meneruskan kabar yang belum jelas kebenarannya,” ujarnya.
Untuk update yang akurat, pihak pondok meminta masyarakat merujuk langsung pada pengumuman resmi dari pengasuh.
Saat ini aktivitas di Ponpes Manba’ul Hikam sudah kembali berjalan seperti biasa. Pihak pondok bersama instansi terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan tidak ada lagi santri yang mengalami keluhan kesehatan.
Sedangkan update pasien hingga pukul 23.15 yang mendapat perawatan medis di RS Notopuro sebanyak 300 pasien, RS Delta Surya 16 pasien, RS Siti Hajar 62 pasien, RS Pusura 13 pasien, RSU Aisyiyah St Fatimah 30 pasien, RS Pusdik Bayangkara 8 pasien, RS Arafah Anwar Medika 1 pasien, RS Anwar Medika 1 pasien sehingga total 431 pasien.

Bupati Sidoarjo Subandi dan Wabup Mimik Idayana serta Forkopimda langsung turun Ponpes Manbaul Hikam dan rumah sakit untuk mengecek kondisi korban keracunan mendapat penanganan yang terbaik agar cepat pulih kesehatannya. Tl



