Zonajatim.com, Sidoarjo – Perjalanan menuju ruang pengabdian publik tidak selalu dimulai dari panggung politik. Ada yang berangkat dari keluarga, pengalaman membangun usaha, interaksi dengan masyarakat, hingga keberanian mengambil tanggung jawab yang lebih besar.
Perjalanan itulah yang mewarnai kiprah Hj. Mimik Idayana, S.AP., Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025–2030. Perempuan kelahiran Lumajang, 28 Februari 1971, ini menapaki sejumlah fase kehidupan sebelum akhirnya dipercaya mendampingi Subandi memimpin Kabupaten Sidoarjo.
Dari kehidupan keluarga bersama seorang prajurit TNI Angkatan Laut, dunia usaha, aktivitas sosial, hingga menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Sidoarjo, perjalanan Mimik menghadirkan gambaran tentang proses panjang menuju kepemimpinan daerah.
Kini, tanggung jawabnya bukan lagi semata-mata mengelola kehidupan keluarga atau mengembangkan usaha. Sebagai wakil kepala daerah, ia turut memikul amanah untuk mengawal penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan demi kepentingan masyarakat Sidoarjo.
Dari Kehidupan Keluarga Prajurit TNI AL
Sebelum dikenal luas sebagai pejabat publik, Mimik menjalani kehidupan keluarga bersama Rahmat Muhajirin, mantan prajurit TNI Angkatan Laut yang kemudian terjun ke dunia politik dan pernah menjadi anggota DPR RI periode 2019–2024.

Kisah perjalanan keluarga mereka turut menjadi bagian dari latar belakang kehidupan Mimik. Dalam pemberitaan javawatchindonesia pada Oktober 2024, Mimik mengenang masa ketika dirinya dan sang suami pernah tinggal di rumah kontrakan berukuran sekitar 3 x 3 meter. Pada masa itu, ia harus mengatur penghasilan suami agar mencukupi kebutuhan keluarga selama sebulan.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kisah perjalanan hidupnya sebelum dikenal sebagai pengusaha dan politisi di Sidoarjo.
Bagi Mimik, kehidupan keluarga dan tanggung jawab sosial kemudian berjalan beriringan. Sejumlah pemberitaan media menggambarkan keterlibatannya dalam membantu warga yang menghadapi kesulitan ekonomi, termasuk kelompok masyarakat rentan yang membutuhkan tempat tinggal maupun dukungan untuk memulai usaha.
Kisah-kisah tersebut memberikan dimensi lain pada sosok Mimik, yakni kiprah sosial yang mendahului atau berjalan berdampingan dengan perjalanan politiknya.
Menekuni Dunia Usaha dan Kegiatan Sosial
Selain menjalani peran dalam keluarga, Mimik dikenal terlibat dalam dunia usaha. Bersama keluarga, ia mengembangkan aktivitas bisnis sekaligus menjalankan berbagai kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Dalam laporan profilnya, mengangkat sejumlah pengalaman Mimik ketika membantu warga yang mengalami kesulitan hidup. Salah satunya adalah bantuan kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan kemudian memperoleh dukungan untuk memulai usaha berjualan nasi goreng.

Pemberitaan tersebut juga menyoroti keterlibatannya dalam kegiatan sosial, bantuan pendidikan bagi anak-anak, serta dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Di luar bantuan langsung kepada warga, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi salah satu bidang yang kerap dikaitkan dengan kiprahnya. Pendekatan ini penting karena persoalan ekonomi masyarakat tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sesaat, tetapi juga memerlukan kesempatan untuk membangun kemandirian.
Meski demikian, kegiatan sosial dan usaha tetap perlu ditempatkan secara proporsional dalam membaca perjalanan seorang pejabat publik. Pengalaman tersebut merupakan bagian dari rekam jejak, sedangkan keberhasilan kepemimpinan perlu dinilai pula melalui program, kebijakan, dan manfaat nyata yang dirasakan masyarakat.
Memasuki Dunia Politik: Menjadi Anggota DPRD Sidoarjo
Langkah Mimik ke dunia politik semakin nyata ketika ia terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo dari Partai Gerindra untuk periode 2019–2024.
Di lembaga legislatif, ia menjalankan peran sebagai wakil rakyat. Pengalaman tersebut memberinya ruang untuk terlibat dalam proses politik daerah, menyerap aspirasi masyarakat, serta mengikuti pembahasan berbagai persoalan yang berkaitan dengan kepentingan publik.
Hj Mimik juga mencatat kiprahnya sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Sidoarjo dan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo, keterlibatannya dalam kepengurusan partai di tingkat kabupaten.
Menjadi anggota legislatif merupakan fase penting dalam perjalanan Mimik. Jika sebelumnya aktivitasnya banyak dikenal melalui dunia usaha dan kegiatan sosial, jabatan tersebut menempatkannya secara langsung dalam struktur pemerintahan daerah melalui fungsi representasi dan pengawasan legislatif.
Pengalaman itu sekaligus menjadi salah satu bekal ketika ia melangkah ke kontestasi politik berikutnya.
Dari Kontestasi Politik Menuju Kursi Wakil Bupati
Pada Pilkada Kabupaten Sidoarjo 2024, Mimik Idayana berpasangan dengan Subandi sebagai calon wakil bupati. Pasangan tersebut kemudian memenangkan kontestasi dan memperoleh mandat untuk memimpin Sidoarjo selama lima tahun.
Kemenangan tersebut mengantarkan Mimik memasuki babak baru dalam perjalanan kariernya, dari anggota DPRD menjadi bagian dari pucuk kepemimpinan eksekutif daerah.

Pada Kamis, 20 Februari 2025, Subandi dan Mimik Idayana resmi dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025–2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Pelantikan itu menandai dimulainya tanggung jawab baru yang jauh lebih luas. Sebagai wakil bupati, Mimik berada dalam pemerintahan daerah yang dituntut mampu menjawab berbagai persoalan, mulai dari kualitas pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi lokal, hingga kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga menyebut penguatan UMKM, percepatan pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari fokus pembangunan kepemimpinan Subandi–Mimik.
Dalam konteks inilah, pengalaman Mimik di bidang usaha, kegiatan sosial, dan legislatif diharapkan dapat berkontribusi terhadap pelaksanaan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Pendidikan: Tetap Belajar di Tengah Kesibukan Pemerintahan
Salah satu catatan menarik dalam perjalanan Mimik adalah keberlanjutan pendidikannya.
Setelah menyelesaikan pendidikan di SMK Negeri 2 Lumajang pada 1991, ia melanjutkan pendidikan tinggi dan meraih gelar sarjana Administrasi Negara di Universitas Dr. Soetomo (Unitomo), Surabaya. Prosesi wisudanya berlangsung pada Minggu, 26 April 2026.
Di tengah kesibukan menjalankan tugas sebagai wakil bupati, Mimik menyelesaikan studi yang berkaitan erat dengan administrasi pemerintahan dan pelayanan publik.
Ia menilai pendidikan penting untuk memperkuat pemahaman terhadap pekerjaan pemerintahan. “Jangan berhenti belajar. Mencari ilmu tidak punya batas,” ujar Hj Mimik.
Pencapaian ini menambah catatan dalam perjalanan hidupnya. Pendidikan bukan hanya berkaitan dengan gelar akademik, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperdalam pengetahuan yang relevan dengan tanggung jawab sebagai pejabat publik.
Amanah yang Lebih Besar, Tantangan yang Lebih Kompleks
Menjadi wakil bupati berarti memasuki ruang pengabdian dengan tanggung jawab yang tidak ringan.
Sidoarjo merupakan salah satu kawasan strategis di Jawa Timur dengan aktivitas industri, perdagangan, permukiman, dan UMKM yang berkembang. Bersamaan dengan itu, masyarakat menghadapi berbagai kebutuhan, mulai dari infrastruktur yang memadai, pelayanan pemerintahan yang responsif, penataan lingkungan, hingga pemerataan kesejahteraan.
Dalam situasi tersebut, rekam jejak seorang pemimpin tidak cukup dibaca dari perjalanan karier atau kisah keberhasilan masa lalu. Masyarakat juga berhak melihat sejauh mana pengalaman tersebut diterjemahkan menjadi kebijakan yang terukur dan hasil yang dapat dirasakan.
Bagi Mimik Idayana, jabatan wakil bupati merupakan kesempatan sekaligus tanggung jawab untuk membuktikan bahwa pengalaman di dunia usaha, sosial, dan legislatif dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah.


Kehadiran seorang pemimpin perempuan di jajaran kepala daerah juga memperkaya representasi perempuan dalam pengambilan keputusan publik. Namun, ukuran terpenting tetap terletak pada integritas, kompetensi, kemampuan bekerja sama, dan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat.
Dari Perjalanan Pribadi Menuju Pengabdian Publik
Perjalanan Hj. Mimik Idayana memperlihatkan sejumlah tahapan yang saling berkaitan: kehidupan keluarga bersama seorang prajurit TNI AL, keterlibatan dalam dunia usaha, aktivitas sosial, kiprah sebagai anggota DPRD, hingga kepercayaan masyarakat yang membawanya ke kursi Wakil Bupati Sidoarjo.
Setiap fase memiliki tantangan dan tanggung jawab berbeda. Pengalaman masa lalu dapat menjadi bekal, tetapi jabatan publik menuntut pembuktian yang terus-menerus melalui kerja nyata.
Kini, perjalanan itu berlanjut di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Di posisi tersebut, harapan masyarakat bukan semata-mata melihat sosok pemimpin dengan kisah hidup yang menarik, melainkan pemimpin yang mampu mendengar, mengambil keputusan secara bertanggung jawab, dan memastikan pembangunan memberikan manfaat seluas-luasnya.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan seorang wakil bupati bukan hanya sejauh mana ia menapaki jenjang karier, melainkan seberapa besar amanah yang diterimanya dapat diwujudkan menjadi pelayanan yang lebih baik dan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat.
Hj. Mimik Idayana kini berada pada fase pengabdian yang paling luas: membawa pengalaman hidup, usaha, sosial, dan politik ke dalam tanggung jawab pemerintahan. Di sinilah perjalanan panjang tersebut akan terus diuji—melalui keputusan, kerja nyata, dan manfaat yang dirasakan warga Sidoarjo. Pt



