Zonajatim.com, Yogyakarta – Komitmen memperkuat budaya literasi dan memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan mengantarkan Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, S.AP., meraih penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Nasional Tahun 2026.
Penghargaan tersebut diterima Mimik Idayana dalam rangkaian Temu Nasional Guru Penulis (TNGP) 2026 yang diselenggarakan MediaGuru Indonesia di The Alana Hotel Yogyakarta, Sabtu (7/11/2026). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kontribusinya dalam mendorong pengembangan budaya literasi, termasuk melalui inovasi pelayanan perpustakaan digital di Kabupaten Sidoarjo.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sidoarjo sekaligus menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan bagian penting dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, berpengetahuan, dan berdaya saing.
Mimik Idayana: Penghargaan Ini Milik Masyarakat Sidoarjo
Usai menerima penghargaan, Wabup Mimik Idayana menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada MediaGuru Indonesia serta seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam mengembangkan budaya literasi di Kabupaten Sidoarjo.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian pribadi, melainkan apresiasi bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang terus berupaya membangun budaya membaca dan menulis.
“Penghargaan ini bukan untuk saya pribadi, tetapi merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang terus berkomitmen membangun budaya literasi,” ungkap Wabup Mimik.

Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memperluas akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Salah satu upaya yang dikembangkan adalah inovasi perpustakaan digital sebagai sarana pelayanan yang lebih mudah, modern, serta dapat diakses kapan saja dan dari mana saja.
Wabup Mimik juga menekankan bahwa literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis. Lebih dari itu, literasi mencakup kemampuan berpikir kritis, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus memperkuat gerakan literasi di Sidoarjo, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan memiliki daya saing.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Diwakili Direktur Guru Pendidikan Dasar
Temu Nasional Guru Penulis 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, praktisi pendidikan, tokoh literasi, serta komunitas guru penulis dari berbagai wilayah Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., berhalangan hadir dan diwakili Dr. Drs. Rahmadi Widiharto, M.A., selaku Direktur Guru Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Dalam sambutannya, Rahmadi menyampaikan apresiasi kepada MediaGuru Indonesia yang secara konsisten memberikan ruang bagi para guru untuk mengembangkan kemampuan menulis dan menghasilkan karya.
Ia menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, guru penulis diharapkan tidak hanya produktif menghasilkan karya, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan, praktik baik pembelajaran, kritik, serta masukan konstruktif terhadap kebijakan pendidikan.
Sejumlah program prioritas pemerintah turut dipaparkan, meliputi penguatan pendidikan karakter, literasi dan numerasi, pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), revitalisasi sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital dalam pembelajaran.
Rahmadi juga menyoroti Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.
Selain itu, penguatan literasi digital menjadi perhatian penting agar peserta didik mampu berpikir kritis dan memilah informasi secara bijak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.
Dalam kesempatan tersebut, turut dipaparkan persoalan kualifikasi akademik guru. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan, pada 2025 masih terdapat sekitar 160 ribu guru yang belum memiliki kualifikasi akademik minimal S1 atau D4 dari total sekitar 3,2 juta guru di Indonesia.
Pemerintah juga mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui revitalisasi sekolah, pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), serta penguatan layanan pendidikan anak usia dini sebagai bagian dari rencana wajib belajar 13 tahun.
MediaGuru Indonesia Konsisten Menggerakkan Guru Penulis Sejak 2015
Pemimpin Umum MediaGuru Indonesia, Mohammad Ihsan, menjelaskan bahwa gerakan guru penulis dirintis sejak 2015 dengan semangat membuktikan bahwa guru memiliki kemampuan menghasilkan karya tulis dan buku yang bermanfaat bagi masyarakat.
Melalui MediaGuru Indonesia, para pendidik didorong mengembangkan keterampilan menulis, menerbitkan buku, serta membagikan pengalaman dan praktik baik pembelajaran.
Temu Nasional Guru Penulis kemudian berkembang menjadi agenda tahunan yang mempertemukan guru penulis dari berbagai daerah di Indonesia. Forum ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring literasi nasional.
Setelah sebelumnya diselenggarakan di sejumlah daerah, termasuk Jakarta, Bukittinggi, dan kawasan Bromo, pada 2026 kegiatan tersebut berlangsung di Yogyakarta.
Ihsan juga mengajak seluruh peserta mengabadikan pengalaman selama mengikuti kegiatan melalui tulisan, termasuk pengalaman perjalanan literasi dan kunjungan ke kawasan Gunung Merapi.
Perpustakaan Digital Gratis, Perluas Akses Buku bagi Sekolah
Salah satu agenda penting dalam TNGP 2026 adalah pengenalan program pengembangan perpustakaan digital yang direncanakan dapat dimanfaatkan secara gratis oleh sekolah-sekolah di Indonesia.
Program tersebut bertujuan memperluas akses bahan bacaan, termasuk karya-karya yang dihasilkan para guru, sehingga dapat menjangkau lebih banyak peserta didik.
Fasilitas yang diperkenalkan meliputi pencarian buku, penandaan teks, fitur sitasi, penyimpanan kutipan, hingga fasilitas membaca buku secara digital.
Pengelola sekolah juga dapat memantau aktivitas membaca peserta didik melalui data jumlah buku yang dibaca, durasi membaca, dan tingkat keaktifan pengguna.
Data tersebut diharapkan membantu kepala sekolah dan guru mengevaluasi perkembangan budaya membaca sekaligus memberikan apresiasi kepada siswa yang aktif berliterasi.
Dalam kesempatan itu, turut diperkenalkan mitra pengembangan perpustakaan digital, Arie Kustanto, Direktur Utama PT Enam Kubuku Indonesia.
Inovasi ini menjadi salah satu upaya memanfaatkan teknologi untuk menjadikan buku dan pengetahuan semakin mudah dijangkau oleh lingkungan pendidikan.
MediaGuru Mobile Diperkenalkan untuk Memperkuat Komunitas Guru Penulis
Selain perpustakaan digital, MediaGuru Indonesia juga memperkenalkan aplikasi MediaGuru Mobile sebagai bagian dari pengembangan layanan komunitas guru penulis.
Dengan jumlah anggota yang disebut telah melampaui 100 ribu orang, aplikasi tersebut dirancang untuk mempermudah akses keanggotaan digital, informasi pelatihan, majalah digital, hingga sejumlah layanan transaksi pembayaran.
Dalam peluncurannya, penyelenggara juga menawarkan program deposit Rp50 ribu bagi 200 pendaftar pertama sesuai ketentuan yang disampaikan dalam acara.
Melalui pengembangan layanan digital tersebut, MediaGuru Indonesia berharap komunikasi, akses informasi, dan kegiatan pengembangan kompetensi anggota dapat berlangsung lebih mudah.
Dihadiri Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat dari Berbagai Wilayah
Temu Nasional Guru Penulis 2026 di The Alana Hotel Yogyakarta dihadiri sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, pejabat pemerintah, mitra literasi, serta guru penulis dari berbagai wilayah Indonesia.
Sejumlah undangan yang hadir di antaranya:
- Dr. (H.C.) dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), Wali Kota Yogyakarta, yang juga menerima penghargaan.
- Dr. H. Rahmad Mas’ud, S.E., Wali Kota Balikpapan.
- Dr. Drs. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si., Bupati Pamekasan.
- Hj. Mimik Idayana, S.AP., Wakil Bupati Sidoarjo.
- Drs. H. Misnadi, M.Si., M.M., Wakil Bupati OKU Selatan.
- Hj. Nurlela Rahmad Mas’ud, S.E., Bunda Literasi Kota Balikpapan.
- Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, S.S.T.P., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Barat.
- Dr. S. Hariyanto, S.Pd., M.M., Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
- Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd., Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo.
- Happy Setianingtyas Astrawati Yunus, S.H., M.H., Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Sidoarjo.
- Arie Kustanto, Direktur Utama PT Enam Kubuku Indonesia.
- Mohammad Ihsan, Pemimpin Umum MediaGuru Indonesia sekaligus Wakil Ketua Umum Ikapi.
Selain itu, kegiatan juga diikuti para penerima penghargaan Literasi Nasional 2026 dan peserta Temu Nasional Guru Penulis dari berbagai daerah.
Penghargaan Literasi Nasional 2026 Diberikan kepada Sejumlah Tokoh
Dalam rangkaian penghargaan Literasi Nasional 2026, selain Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana yang menerima penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2026, Bunda Literasi Kota Balikpapan, Hj. Nurlela Rahmad Mas’ud, S.E., juga menerima penghargaan dalam kategori yang sama.
Sementara itu, kategori Pejabat Pemerintah Berkomitmen Tinggi di Bidang Literasi 2026 diberikan kepada Wakil Bupati OKU Selatan, Drs. H. Misnadi, M.Si., M.M.
Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap tokoh dan pejabat pemerintah yang memberikan perhatian serta kontribusi dalam pengembangan budaya literasi.
Literasi Menjadi Investasi Masa Depan Generasi Bangsa
Penghargaan Tokoh Penggerak Literasi Nasional 2026 menjadi momentum penting bagi Kabupaten Sidoarjo untuk terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui budaya membaca, menulis, dan penguasaan ilmu pengetahuan.
Bagi Mimik Idayana, kemajuan literasi harus dibangun melalui kolaborasi berbagai pihak. Pemerintah, sekolah, guru, komunitas, keluarga, dan masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan yang mendorong tumbuhnya budaya belajar.
Inovasi perpustakaan digital diharapkan menjadi salah satu sarana untuk membuka akses pengetahuan lebih luas, terutama bagi generasi muda di tengah perkembangan teknologi informasi.
Penghargaan yang diterimanya di Yogyakarta bukan hanya menjadi catatan prestasi bagi Kabupaten Sidoarjo, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan bangsa membutuhkan generasi yang gemar membaca, produktif menulis, kritis dalam berpikir, dan mampu melahirkan gagasan.
Melalui penguatan ekosistem literasi, Sidoarjo diharapkan terus mengambil bagian dalam membangun masyarakat berpengetahuan serta menyiapkan generasi Indonesia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Yg



