Zonajatim.com, Sidoarjo – Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo mendorong pengembangan kehidupan ekonomi masyarakat termasuk wisata bahari di kawasan Tlocor Jabon dan Pulau Lusi Sidoarjo.”Kami sangat mendukung penataan kawasan dan pengembangan wisata bahari Jabon, sehingga bisa mengembangkan kehidupan ekonomi kampung nelayan dan masyarakat sekitar,” kata Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih, kemarin.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mendorong penguatan terhadap kelompok sadar wisata, peran para pelaku UMKM, dan penyerapan tenaga kerja. Menurut Nasih, pihaknya akan membawa kepentingan warga masyarakat di pesisir, yang seiring dengan program kebijakan Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor dan Wakil Bupati H Subandi.”Wilayah ini menjadi salah satu destinasi wisata bahari di Sidoarjo. Karena itu butuh dukungan dan sentuhan tangan Pemkab Sidoarjo,” kata Nasih dari Fraksi PKB ini.

Nasih mengatakan pada saat berkunjung ke Tlocor Jabon pihaknya juga menerima curhat dari warga masyarakat tentang pengembangan sarana dan prasarana kampung, salah satunya pengadaan titik penerangan jalan umum (PJU) dan perbaikan jalan. Oleh karena itu, Ketua Komisi D DPRD Abdillah Nasih mendorong Pemkab Sidoarjo agar terus memajukan sektor pariwisata yang sebelumnya sempat terhambat akibat kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat atau PPKM.
Saat ini sudah tidak ada pembatasan mobilisasi sehingga pemkab diminta kembali dorong sektor kepariwisataan agar terus maju.Menurut dia, pariwisata merupakan salah satu daya tarik pengembangan ekonomi masyarakat. ”Sekaligus sarana pemberdayaan masyarakat sekitar objek wisata, termasuk wisata bahari,” ujarnya.
Sedang untuk pengelola wisata harus mampu berkreasi dan berinovasi mengembangkan pariwisata baik secara langsung maupun melalui media sosial. Dengan perkembangan teknologi saat ini maka pengelola wisata dan pemerintah daerah perlu memanfaatkan media sosial. Sebagai sarana untuk mensosialisasikan dan mempromosikan objek wisata serta segala kelebihan dan keunggulannya.
Politikus PKB tersebut menilai pemkab dan pengelola wisata harus kerja sama dalam mempromosikan seperti seni budaya hingga kearifan lokal yang ada di sekitar wisata termasuk wisata bahari.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Zahlul Yussar mengatakan wisata bahari Tlocor dan Pulau Lusi Jabon memiliki potensi yang layak dikembangkan untuk penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Karena melihat banyak potensi yang bisa dikembangkan di Tlocor dan pulau Lusi Jabon, Zahlul mencatat ada sejumlah usulan yang perlu diperhatikan Pemkab.
Antara lain pembangunan aliran listrik ke pulau Lusi, pengerukan sungai Tlocor menuju pulau Lusi, pelebaran akses jalan mulai dari raya Porong sampai dengan dermaga Tlocor dan pembangunan sekolah perikanan di tengah pulau Lusi. Termasuk sarana dan prasarana di dalam pulau Lusi masih dinilai minim fasilitas. “Banyak fasilitas yang masih belum lengkap, kita dorong segera dilakukan pengembangan bersama instansi terkait, ” katanya.

Selain pengembangan pulau Lusi, pemkab Sidoarjo juga memikirkan pengembangan pulau Sarinah. Karena pulau Sarinah ini masuk dalam kewenangan pemkab Sidoarjo, berbeda dengan pula Lusi yang masuk kewenangan KKP”, papar Zahlul Yussar yang juga Ketua DPC Partai Demokrat Sidoarjo ini.
Zahlul juga mengapresiasi langkah Pemkab Sidoarjo mengembangkan potensi wisata bahari di Tlocor, Jabon Sidoarjo dengan melakukan penanaman pohon di sepanjang jalan akses wisata tersebut, karena di wilayah Jabon selain wisata juga ada industri, sehingga perlu dilakukan penghijauan di akses utama menuju wilayah itu.”Dengan penghijauan maka wilayah ini tidak terkesan gersang, terutama saat musim panas.Harmonisasi pembangunan itu harus ada, maka otomatis hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan juga harus mendapat atensi, termasuk salah satunya adalah penanaman pohon,” jelasnya.
Kami berharap bahwa ini juga bisa menjadi penyeimbang peneduh dan nyaman. Tujuannya, industri dan wisata itu jangan sampai kontradiktif, tambah Zahlul Yussar. Melihat kondisi perekonomian dari sektor pariwisata semakin membaik, maka kebangkitan ekonomi dari sektor pariwisata terus didorong oleh pihak legislatif.
Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Aditya Nindyatman mengatakan, dalam rencana induk pariwisata, pembenahan infrastruktur menjadi salah satu fokus pembangunan hingga 2025. Mulai dari destinasi wisata hingga infrastruktur menuju tenpat wisata.
Hanya saja, dalam dua tahun terakhir ada situasi pandemi yang membuat sejumlah anggaran dialih fokuskan. Anggaran diprioritaskan untuk kesehatan, pemulihan ekonomi, dan penanganan sosial.Aditya berharap, dengan adanya pelonggaran yang dimulai tahun ini bisa mengembalikan rencana semula. Anggaran untuk pembenahan infrastruktur wisata bisa kembali termasuk pengembangan wisata bahari. ”Setidaknya bisa dimulai tahun depan,” kata politisi dari PKS ini.
Lebih lanjut Aditya terus mendorong Pemkab Sidoarjo mengembangkan wisata bahari pulau Lumpur Sidoarjo (Lusi) dan Pulau Sarinah yang berada di ujung timur selatan Sidoarjo yang berbatasan dengan wilayah Pasuruan. Pulau yang dikelola oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan ini sangat strategis untuk pertumbuhan perekonomian khususnya warga sekitar. Perlu upaya peningkatan kualitas dan kuantitasnya. Kualitas artinya apa kalau masyarakat banyak yang datang ke sini, maka perekonomian di sini akan tumbuh. “Peningkatan kualitas pelayanan bagi para wisatawan yang datang, sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan ke tempat ini. Dampaknya tentu saja perekonomian warga sekitar juga meningkat,” katanya.

Aditya mengatakan, sebagai wakil rakyat dirinya mempunyai kewajiban dan berusaha memulihkan ekonomi masyarakat. “Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional karena dampak pandemi, tentu saja juga memikirkan ekonomi daerah. Wisata bahari ini salah satu potensi yang bisa membangkitkan ekonomi di daerah dan dirinya sangat mendukungnya,” tandasnya.
Hal sama juga disampaikan anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Hj Mimik Idayana yang juga mendorong penguatan ekonomi sektor pariwisata bahari di Sidoarjo seperti yang sudah dilakukan pemkab di wilayah Jabon dan pulau Lusi. “Sejatinya Pulai Lusi telah dikembangkan sejak lama namun terhenti di tahun 2015. Kami mendorong pemerintah daerah untuk disampaikan ke kementerian terkait dalam pengembangan lanjutan serta upaya pertumbuhan ekonomi khususnya di wilayah Sidoarjo,” terang politisi Partai Gerindra ini.
Di Pulau Lusi juga terdapat sebuah homestay dengan memiliki 16 kamar. Di pulau tersebut juga banyak terdapat banyak stand aneka menu makanan.Namun diakuinya, pemerintah bakal membutuhkan pihak ketiga. Baik investor atau pelaku usahanya. Sebab jika pelaku usahanya bisa bangkit, pendapatan asli daerah juga akan berpengaruh.
Dikatakan, tahun lalu okupansi atau tingkat hunian hotel cukup minim. Harapannya tahun ini bisa berjalan dengan baik. Maka dari itu infrastruktur yang mendukung wisata bahari akan ditambah lagi anggarannya. ”Tidak hanya destinasinya, tapi juga event-eventnya,” ujarnya.

Hj Mimik Idayana juga berharap Pemkab bisa menggaet atau merangkul pihak-pihak ketiga. Seperti para pelaku usaha wisata, travel dan hotel untuk bersama-sama meningkatkan wisata Sidoarjo. “Kecamatan Jabon harus terus dikembangkan. Salah satunya potensi wisata bahari,” ujarnya.
Banyak tangan yang harus diterjunkan untuk menjadikan wisata ini sebagai salah satu tujuan utama kalau datang ke Sidoarjo, karena selama ini Sidoarjo hanya sebagai tempat mampir sementara, dan bukan menjadi tempat hujan utama saat berwisata. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo ingin mengembangkan potensi wisata bahari yang ada di kawasan Tlocor Jabon karena di tempat itu terdapat pulau endapan lumpur Lapindo.
Hj Mimik menambahkan, sebagai wakil rakyat dirinya mendukung penuh pengembangan potensi wisata yang ada di wilayah tersebut supaya bisa lebih maju lagi. Selain wisata, katanya, di Jabon ini juga sebagian dimanfaatkan untuk industri yang nantinya bisa mengangkat perekonomian warga sekitar. “Kami berharap adanya dukungan pemangku kepentingan tingkat atas supaya bisa menjadikan Kecamatan Jabon sebagai salah satu lokasi yang memiliki potensi wisata bahari yang menarik. Kerja sama pemangku kepentingan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan potensi wisata bahari di wilayah Tlocor ini. Apalagi wilayah ini, merupakan muara dari Sungai Porong,” katanya adv/sp



