Zonajatim.com, Sidoarjo – Masih adanya siswa sekolah yang belajar di tempat darurat, mejadi perhatian wakil rakyat khususnya Komisi D DPRD Sidoarjo.
Baru-baru ini proses belajar mengajar SDN Lajuk dan Gedang I terkendala karena ruang kelas tidak memadai. Akibat kekurangan ruang kelas akhirnya siswa dimasukkan pagi dan siang hari.
Kepala SDN Gedang I Ny Makhnun Niroh mengatakan karena kondisi kelas tak memadai, siswa kelas II terpaksa menggunakan mushola untuk kegiatan belajar. Saat ini SDN Gedang I mempunyai 10 kelas, yang 4 kelas pararel dengan jumlah siswa sebanyak 273 siswa, pada tahun ajaran baru ini sudah menerima 52 siswa.“Kami berencana membangun 2 lokal lagi, karena kekurangan kelas ini maka terpaksa kami menggunakan musala untuk giat belajar mengajar. Semoga pemkab segera membangun ruang kelas baru agar siswa bisa belajar dengan nyaman dan tenang. Selain itu kami juga berharap untuk renovasi ruang guru karena jika terjadi hujan pasti air masuk kedalam ruangan dan sering merendam peralatan penunjang proses belajar mengajar,” katanya.

Sedangkan Kepala Sekolah SDN Lajuk Buasim menjelaskan, kondisi tersebut sudah terjadi 3 sampai 4 tahun lalu. Oleh karena itu pihaknya berharap ada penambahan dua ruang kelas baru untuk menampung siswa siswinya yang belajar di musala dan perpustakaan sekolah.”SDN Lajuk memiliki dua lokasi, yang di Utara kemarin rusak dan alhamdulilah sudah direnovasi, tetapi sekolah di sini butuh dua lokal kelas karena Rombelnya 12 sedangkan ruang kelas yang tersedia hanya 10,” ucapnya.
Menurut Buasim penambahan ruang kelas akan dibangun di SDN Lajuk yang berada di sebelah Utara. Saat ini SDN Lajuk yang berlokasi di Utara hanya memiliki 3 ruang kelas.
Mereka prihatin menjelang tahun ajaran baru 2024-2025, sejumlah sekolah, muridnya belum mendapat tempat belajar yang memadai karena kurangnya ruang kelas untuk belajar, sehingga untuk sementara mereka belajar di tempat darurat seperti mushola, ruang perpustakaan dan rumah warga serta tempat lainnya.
Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih meminta pemerintah kabupaten (Pemkab) Sidoarjo untuk segera membangun ruang kelas baru guna menampung siswa yang selama ini belajar di tempat darurat. “Kami juga mengusulkan agar masukkan alokasi dana untuk penganggaran pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk beberapa sekolah.,” katanya, kemarin.

Nasih mencontohkan jika ada beberapa ruangan di SDN Gedang 1 Porong yang ukurannya sempit untuk menampung jumlah siswa sebanyak 35 anak, sehingga tidak dapat memakai ruang itu dan pidah ke mushola untuk kegiatan belajar sekolah.
Politisi PKB asal daerah pemilihan Kecamatan Waru ini menyebut, pembangunan RKB jangan berdasarkan berapa yang diperlukan saat ini semata. Jika seperti itu dirinya meyakini akan ada masalah lagi kedepannya.“Jadi jangan dipikir lagi berapa ruangan yang dibutuhkan. Bikin ruang lebih agar bisa digunakan untuk kegiatan lain. Nanti tahun 2025 kurang lagi, bangun lagi nantinya, muncul lagi permasalahan yang sama,” jelasnya.
Sekolah yang kelebihan murid juga diharapkan melakukan penambahan ruang kelas. “Penambahan ruang kelas bagi sekolah yang memungkinkan segera dilakukan penambahan,” paparnya.
Hj Mimik Idayana anggota Komisi D DPRD Sidoarjo ikut menyoroti permasalahan sarana prasarana ruang kelas baru yang masih kurang di berbagai Sekolah SD. Kurangnya ruang kelas baru tersebut berdampak saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menjadi di batasi.
Hj Mimik menyebutkan, sarana prasarana ruang kelas masih harus ditambah khususnya pada sekolah-sekolah yang peminat muridnya banyak, namun ruang kelasnya terbatas.”Sekolah SD di pedesaan menjadi jujugan warga sekitar untuk menyekolahkan anaknya yang dekat dari rumah. Namun ruang kelasnya terbatas sehingga sekolah tidak bisa menolak dan terpaksa mereka belajar di luar ruang kelas,” kata Hj Mimik Idayana.

Di tiap sekolah masalahnya hampir sama rata-rata adalah rombongan belajar. memang tidak bisa ditambah lagi dan itu berkaitan dengan sarana prasarana ruang kelas yang harus masih ditambah, imbuh politisi Partai Gerindra ini.
Hj Mimik menyatakan, pihaknya mengusulkan solusi permasalahan tersebut ke Dinas Pendidikan, melihat adanya lahan kosong yang masih bisa dibangun Ruang kelas Baru agar bisa menampung lebih banyak lagi peserta didik baru.”Tentu yang bisa dimaksimalkan adanya potensi lahan tambahan raung kelasnya. Mudah-mudahan memang nanti kita bisa bantu juga memperjuangkannya, karena animo dari masyarakat dan juga peserta didik baru ini sangatlah tinggi,” tuturnya.
Lebih lanjut Hj Mimik mengharapkan, pembangunan sarana prasarana ruang kelas baru bisa diwujudkan diberbagai sekolah yang peminatnya tinggi dan juga didukung oleh Pemkab Sidoarjo sehingga siswa bisa belajar dengan nyaman.”Mudah-mudahan nanti di tahun 2025 kita bisa rencanakan bukan hanya SD saja tapi juga SMP juga harus diperhatikan oleh Pemkab Sidoarjo dimana sarana prasarana lahan menjadi yang utama untuk saat ini sehingga kualitas nantinya bisa menghasilkan lulusan lulusan dan juga generasi penerus di Sidoarjo yang lebih baik lagi,” pungkas Hj Mimik Idayana.
Mengatasi persoalan kurang ruang kelas setiap tahunnya, Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sidoarjo meminta Pemkab menambah ruang kelas baru (RKB).“Kami sepakat bahwa atensi ruangan kelas belajar harus ditambah di beberapa sekolah di sejumlah kecamatan. Kami semua sudah sepakat dan menyatakan untuk penambahan,” ucap Sekretaris Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso.
Lebih lanjut Bangun menerangkan, kapasitas ruang belajar menjadi salah utama persoalan saat tahun ajaran baru masuk sekolah, yang berdampak pada minimnya penerimaan peserta didik ditiap sekolah. Pasalnya, jumlah penduduk di Kota Delta setiap tahun semakin bertambah. Sedangkan, gedung sekolah atau ruang kelas baru setiap tahun tidak bertambah.

“Kami wakil rakyat prinsipnya terkait dengan penambahan ruang kelas tidak masalah bahkan kami dorong untuk menambah alokasi anggarannya. Asalkan sekolah itu memang tidak punya ruang kelas yang memadai,” kata Bangun Winarso politisi dari PAN ini.
Sementara itu Zahlul Yussar Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo dari Partai Demokrat juga mendorong Pemkab untuk segera mengajukan kepada dewan soal kebutuhan ruang kelas baru yang masih kurang di sekolah negeri di wilayah Sidoarjo. Hal itu diingatkan oleh Zahlul agar Pemkab segera menanggapi soal itu.”Jadi waktu sidak Plt Bupati Sidoarjo Subandi menyampaikan bahwa sejumlah sekolah SD masih banyak membutuhkan ruang kelas baru (RKB), karena kelebihan murid dan ruang kelas rusak,” katanya.
Menurut Zahlul, kebutuhan RKB diperlukan agar para siswa bisa belajar dengan baik dan nyaman terlebvih mau masuk tahun ajaran baru. “Nah, spirit pada saat itu saya ketemu dengan kepala sekolah, saya berharap ada pembangunan ruang kelas baru di sekolah yang kelebihan murid dan kondisi sarana dan prasarana yang minim,” ujarnya.
Zahlul menjelaskan bahwa pembangunan ruang kelas baru nanti bisa dibahas oleh dewan. Ia menegaskan bahwa RKB adalah kebutuhan pokok yang harus dewan respons.”Yang penting Pemkab mengajukan kepada kami pada saat pembahasan anggaran, tidak ada alasan bagi kami untuk tidak merespon permintaan dari pemkab,” tegasnya.

Zahlul juga mengajak semua pihak untuk bersama-sama mencerdaskan anak bangsa. Kata Zahlul yang paling penting adalah outputnya.”Sehingga pemimpin-pemimpin masa depan di Sidoarjo dan nasional akan muncul dari siswa Sidoarjo,” ujarnya.
Disisi lain, anggota D DPRD Kabupaten Sidoarjo Aditya Nindyatman, menambahkan pihaknya mendukung penambahan ruang kelas baru bagi sekolah-sekolah yang jumlah muridnya sudah jauh melebihi daya tampung.”Pada prinsipnya kami mendukung agar bisa ada program penambahan ruang kelas baru dikarenakan fasilitas yang ada sudah tidak mencukupi untuk menampung kegiatan belajar di sekolah tersebut,” kata Aditya.
Pernyataan itu disampaikan Aditya menanggapi keluhan kekurangan ruang kelas yang dialami SDN Gedang 1 dan SDN Lajuk Porong. Di sekolah itu, jam masuk sekolah terpaksa diatur bergantian antarkelas karena jumlah ruang kelas yang ada tidak cukup menampung seluruh murid dalam waktu bersamaan.

Aditya memberi perhatian serius terkait masalah ini karena berdampak terhadap kualitas pendidikan masyarakat. Dia berharap penambahan ruang kelas baru (RKB) bisa dipenuhi sesuai kebutuhan di lapangan.”Tetapi tentu sambil nanti kita melihat kemampuan keuangan daerah, apakah program tersebut bisa diakomodir atau tidak, karena permasalahan kekurangan ruang kelas ini bukan hanya terjadi di sekolah tersebut, sekolah lain pun tidak sedikit menghadapi permasalahan serupa, oleh karena itu, kita minta Pemkab Sidoarjo untuk merespon kebutuhan pembangunan raung kelas baru untuk sekolah yang membutuhkan,” tegas Aditya politisi PKS ini. Sp/adv



