Zonajatim.com, Sidoarjo – Petani padi di Desa Kedungboto Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo mengalami gagal panen akibat hama tikus dan wereng.
Dampak dari hama tikus dan wereng membuat pertumbuhan padi rusak dan sisa padi yang akan memasuki masa panen sejak pertengahan September 2024. Hama tikus menyerang sawah petani di desa Kedungboto seluas 17 hektare, namun sawah petani di tiga desa sekitar juga ikut kena dampak.
Menurut Ono salah satu petani, namun ketika dipanen hingga kini biji padi di seluruh blok lahan sawah di desa ini ludes di rusak tikus.”Musim panen bulan ini hancur. Padinya di rusak tikus. Pulih sedikit pas waktu mau panen dihabiskan,” kata Ono.
Untuk menanggulangi serangan hama tikus dan wereng Pemkab dan Kodim 0816 Sidoarjo mengadakan Gerakan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) hama tikus dilaksanakan yang berlangsung di Desa Kedungboto, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (24/9/2024). Salah satu gerakan yang dicanangkan yakni memasang kandang burung hantu sebagai predator tikus di tengah sawah.
Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk pejabat daerah, personel TNI, dan masyarakat petani yang berpartisipasi dalam upaya pengendalian hama tikus untuk menjaga produktivitas pertanian.
Kegiatan ini dihadiri oleh Sekda Dr Fenni Afridawati beserta staf, Dandim 0816/Sidoarjo, Letkol (Inf) Dedyk Wahyu Widodo. Selain itu Kadis Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, Dr Eni Rustianingsih JT.MT, Kepala Desa Kedungboto, Ahmad Sholikin Yahya beserta perangkat desa, Perwakilan Kelompok Tani dari empat desa yakni Desa Kedungboto, Desa Candipari, Desa Pesawahan, dan Desa Waung Krembung, petani dan masyarakat.
Dalam sambutannya, Dandim menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat petani dalam menjaga ketahanan pangan.
Ia juga menyampaikan bahwa keberhasilan pertanian sangat bergantung pada pengendalian hama tikus yang sering merusak tanaman, sehingga kolaborasi semua pihak sangat diperlukan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, kata Dandim, diharapkan populasi hama tikus di wilayah tersebut dapat dikendalikan, sehingga produktivitas pertanian di Desa Kedungboto dan sekitarnya terus meningkat.
Para petani menyambut baik kegiatan ini dan berharap program serupa dapat terus dilanjutkan secara berkesinambungan demi ketahanan pangan yang lebih baik. Sp



