Zonajatim.com, Sidoarjo – Sinergitas dan kolaborasi yang terbangun antar stakeholder pariwisata di Sidoarjo dewasa ini, dianggap masih jauh dari kata optimal.
Dengan fenomena tersebut, potensi pariwisata yang dimiliki pun belum bisa ditangkap dan digarap secara maksimal oleh para pelakunya.
Hal itu disampaikan Ketua BPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jatim Dwi Cahyono saat menghadiri Muscab BPC PHRI Sidoarjo, di Premier Place Hotel Juanda, Selasa (7/1/2025).
Dari hasil muscab MR Oelil Albab terpilih sebagai ketua BPC PHRI Sidoarjo mengalahkan Achmadi dengan suara mutlak. Muscab yang dipimpin oleh ketua sidang Satuin dan dihadiri 11 peserta menghasilkan perolehan 9 suara untuk M Oelil Albab dan 2 suara untuk Achmadi yang merupakan petahana.
Oelil didapuk menjadi Ketua BPC PHRI Sidoarjo untuk periode 2024-2029.“Koordinasi antara PHRI dengan pemerintah dan stakeholder pariwistaa lainnya, perlu ditingkatkan lagi ke depan,” tandasnya.
Ketua BPD PHRI Jatim Dwi Cahyono menilai, hotel dan restoran tidak bisa berdiri sendiri, karena semua pelaku usaha pariwisata secara alamiah membentuk sebuah ekosistem.


Sehingga, perlu kolaborasi antara satu dengan yang lain, untuk menjawab tantangan sektor kepariwisataan yang belakangan semakin kompleks.“Apalagi, bagi BPC PHRI Sidoarjo ini daerah yang sangat strategis, karena punya potensi pariwisata besar karena pertumbuhan hotel dan restoran semakin baik,” urainya.
Oleh sebab itu, Dwi Cahyono mendorong pengurus baru PHRI Sidoarjo untuk memperkuat sinergitasnya dengan semua pihak terkait, guna menangkap peluang-peluang tersebut.“Itu menjadikan Sidoarjo semakin unggul dan potensinya harus ditangkap. Semoga pengurus baru PHRI Sidoarjo ini bisa memberi warna yang lebih banyak untuk pariwisata di kota Delta,” imbuhnya.
Ketua BPC PHRI Sidoarjo, MR Oelil Albab, mengatakan, bahwa Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo sebenarnya sudah menangkap persoalan tersebut. Oelil pun mengamini, untuk menangkap peluang pariwisata secara maksimal, dibutuhkan satu ekosistem yang saling berkaitan dan solid.“Kalau bahasanya PHRI, guyub rukun sesarengan. Karena, dari situ akan menghasilkan sesuatu yang hebat. Kalau jalan sendiri-sendiri, itu tidak akan terjadi,” papar Oelil Albab dari Hotel Sofia Juanda ini.

Oleh karena, lanjut Oelil dia akan melakukan pembenahan dan perubahan kedalam untuk penguatan organisasi serta kolaborasi dan sinergitas dengan pihak lain guna memajukan PHRI Sidoarjo ke depan lebih baik dan berkembang. Sp



