Zonajatim.com, Sidoarjo – DPC Partai Gerindra Sidoarjo menggelar Legendary football di Lapangan GOR Delta Sidoarjo, Jumat (11/7) malam. Hal tersebut dilakukan dalam rangka silaturahmi sesama pemain bola legendaris dengan para gus dari pondok pesantren.
Momen tersebut dimanfaatkan untuk berkumpul bagi para Gus dari putra kiai di Jawa Timur. Seperti, Muhammad Abdurrahman Kautsar atau Gus Kautsar, Gus Salam, Gus Fahim, Gus Kholil, Gus Mu’id, Gus Ahmad, Gus Thoif, Gus Makmun dan Gus Peyek.

Para Gus pondok pesantren itu ikut main dan bergabung dengan pemain legendaris Sidoarjo yang diperkuat mantan Ketua PSSI Sidoarjo Budi Basuki serta mantan Bupati Lumajang Thoriq melawan pemain legendaris Gresik. Mereka kemudian menggelar sepak bola persahabatan dua babak dan dimenangkan pemain legendaris Gresik yang dipimpin Ketua DPRD Gresik M Syahrul 3-2.


Walau baru menjalani operasi di rumah sakit, Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana semangat hadir dengan kursi roda yang didorong sendiri oleh suaminya H Rahmat Muhajirin. Ikut hadir dalam kegiatan itu, Wakil ketua DPRD Sidoarjo H Kayan serta anggota DPRD dari PKB H Usman.

Gus Kautsar yang datang bersama istrinya senang dapat bertemu Ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo Hj Mimik Idayana yang juga Wakil Bupati Sidoarjo serta suaminya H Rahmat Muhajirin yang juga Ketua Dewan Penasehat DPC Partai Gerindra Sidoarjo.


Dia mengaku senang bisa hadir menyaksikan pertandingan para Gus Ponpes dengan pemain legendaris. Putra pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Ploso, KH Nurul Huda Djazuli itu berharap, Sidoarjo dapat lebih baik dan menjalin kekompakan serta memperluas silaturahmi.”Semoga, Sidoarjo lebih menarik, tertata, semoga apa yang dilakukan juga dapat membawa berkah,” ujarnya.

Merasa terhormat, kegiatan Legendary football kehadiran para kiai muda, ia ingin dengan kehadiran mereka dapat menunjukkan persatuan dan kesatuan terutama antara pemerintah dan ulama.

Wabup Hj Mimik Idayana menyampaikan bahwa dirinya tetap mencintai olahraga sepak bola. “Jangan sampai mati karena sepak bola ini adalah olahraga dan ikonnya masyarakat semua. Tetap semangat, siapapun yang menang, tidak ada yang menang dan kalah. Yang penting, guyup dan menjalin silaturahmi. Tetap semangat. Apapun yang terjadi, kita tetap semangat dan optimis untuk Sidoarjo lebih maju dan baik,” tegasnya.

Ia berharap dengan dukungan para Gus semoga saja Sidoarjo dapat lebih tertata dan tidak ada sekat lagi antara ulama dan umara dalam membangun Sidoarjo. “Mudah-mudahan dari para Gus yang hadir menjadi doa dan suport kami untuk kebaikan Sidoarjo,” pungkasnya. Tm



