Zonajatim.com, Sidoarjo – Tak terima kepemimpinan Ipung Suwandi Lurah Ngelom Kecamatan Taman yang arogan dan tidak aspiratif, sejumlah tokoh masyarakat menjalin solidaritas warga Ngelom membentuk Forum Komunitas Lembaga Masyarakat Kelurahan Ngelom (FKLMKN). FKLMKM yang anggotanya juga pemuda dan ibu-ibu PKK, telah melakukan rapat koordinasi akan diadakan aksi demo besar dari sebelumnya.
Roni Ramadhoni selaku tokoh warga Ngelom dan Korlap demo menyampaikan bahwa warga bersatu tuntut mutasi Lurah Ngelom Ipung Suwandi yang dianggap tidak becus memimpin desa Ngelom. Rapat dilakukan dipendopo Kelurahan Ngelom Kecamatan Taman, Rabu (1/10/2025), sebagai buntut aksi sebelumnya sudah dilakukan dikantor Kecamatan Taman.

Dikatakan, rencana aksi demo yang digelar tanggal 6 Oktober 2025 merupakan wujud aspirasi dan solidaritas warga Ngelom bersatu sangat kecewa terkait pelayanan publik dan kurang kooperatif dan keterbukaan publik seorang lurah pada warganya. “Warga sudah geram dengan kepemimpinan Lurah Ngelom Ipung Suwandi juga sebagai ASN kabupaten Sidoarjo yang sudah menjabat empat tahun di kelurahan Ngelom, kurang transparansi dan kurang peduli yang dianggap selalu mengesampingkan kepentingan warga hingga informasi dan pelayanan publik seolah semua kebijakan yang dibuatnya hanya untuk kepentingan pribadi tanpa harus melibatkan warganya sedangkan kepentingan warga diabaikan, ” ujar Roni.
Warga sendiri yang diwakili FKLMKM sudah melayangkan surat aduan aspirasi ke Bupati Sidoarjo Subandi tanggal 25 Mei 2025 terkait keinginan mutasi Lurah Ngelom Ipung Suwandi karena telah mengecewakan warga. “Pak Bupati berjanji akan mencopot Lurah Ngelom Ipung Suwandi bulan Agustus kemarin, namun faktanya malah tidak,” katanya.
Oleh karena itu, hasil rapat malam tanggal 1 Oktober semua disepakati bersama tekat warga Ngelom bersatu tuntut dan mutasi lurah Ngelom dengan melakukan aksi demo secara besar-besaran, tambah Roni.
Mereka lantas mengirimkan surat rencana aksi demo tanggal 6 Oktober ke Polsek Taman. Namun, surat rencana aksi demo tercium Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana dan langsung melakukan koordinasi dengan Camat Taman serta tokoh warga Ngelom, Sabtu (4/10/2025).
Hasilnya Wabup Hj Mimik Idayana meminta warga Ngelom untuk tidak demo karena kondisi Sidoarjo lagi berduka atas musibah ambruknya bangunan mushola Ponpes Al Khoziny yang menelan korban jiwa. “Saya minta warga jaga kondusifitas Sidoarjo untuk tidak demo, saya nanti tanggal 7 Oktober ke Ngelom untuk mendengar aspirasi warga soal Lurah Ngelom,” kata Wabup Mimik Idayana. Warga Ngelom akhirnya membatalkan rencana aksi demo tanggal 6 Oktober 2025 dan berkeinginan aspirasi mereka didengar langsung oleh Bu Wabup Mimik Idayana sekaligus penyelesaian permasalahan terkait Lurah Ipung. Tm



