• Pasang Iklan
Jumat, 29 Mei 2026
Zona Jatim
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
Home Daerah

Petani Tak Lagi Tergantung Tengkulak, Ini Kemajuan

ZonaJatim00 by ZonaJatim00
6 November 2025
in Daerah
0
Petani Tak Lagi Tergantung Tengkulak, Ini Kemajuan
0
SHARES
15
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Zonajatim.com, Kota Batu – Saat ini terjadi perubahan signifikan dalam pola kehidupan petani. Mereka tidak lagi tergantung kepada tengkulak dalam menjual hasil budidaya pertaniannya. Ini kemajuan luar biasa.

Demikian praktisi pertanian perintis agrowisata Indonesia terkemuka, Edy Antoro dalam podcast YouTube channel Ladon Entertainment Indonesia bertajuk Sam Handy 34 – Edy Antoro “Sang Arjuno Pecinta Alam” yang dirilis, Rabu, 5 November 2025. Video ini sudah ditonton 13 ribu.

Edy Antoro (EA), 67 tahun, adalah founder Kusuma Agrowisata Kota Batu. Ia merintis agrowisata tahun 1988 dengan dimulai wisata petik apel. Kemudian disusul wisata petik strawberry dan terus berkembang ke banyak usaha seperti perhotelan, real estat, industri minuman, budidaya pertanian agroponik dan banyak lagi.

Dia termasuk startup yang sukses. Dengan filosofi berbisnis dan berbuat baik EA dinilai telah memberikan kontribusi terhadap perkembangan agrowisata di Indonesia, hususnya di Kota Batu.

Dia menjadi inspirasi masyarakat Batu dalam pengembangan agrowisata. Istilah populernya, ikon Kota Wisata untuk Kota Batu tak bisa dipisahkan dengan EA.

Untuk itulah Kementerian Koordinator Pembangunanan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) memberikan penghargaan Anugerah Revolusi Mental tahun 2022.

Menurut EA, petani sekarang jauh lebih maju dibanding pada jamannya. “Petani sekarang berani. Pendidikannya lebih baik sehingga akalnya lebih banyak. Kalau dulu petani itu mengandalkan otot,” katanya.

Keberanian dan kemajuan mereka ditunjukkan dengan berani menjual hasil budidaya tanpa melalui tengkulak.

“Mereka angkut sendiri ke pasar, jual sendiri. Kalau saya ke Surabaya lewat tol disalib mobil mengangkut sayur. Dan itu banyak. Mereka itu para petani. Jadi sekarang mereka petani sekaligus pengusaha. Mereka kaya-kaya, “ujar ayah 3 anak buah pernikahannya dengan Ny Susan Antoro ini.

Lepas dari tengkulak inilah yang menginspirasi EA melakukan transformasi agrowisata. Dalam buku “Republik Agro Perjalanan Hidup Edy Antoro” yang terbit tahun 2014, disebutkan, saat menjual hasil panen apelnya EA merasa ngenas karena harganya sangat murah tak sepadan dengan biaya yang dikeluarkan untuk budidaya apel. Rendahnya harga itu karena posisi tawarnya di hadapan tengkulak sangat lemah.

Akhirnya melahirkan ide menjual produknya dalam kemasan wisata petik apel. Turis datang untuk memetik apel. Dekade 1990 sampai awal tahun 2000-an jadi boming, dan wisata petik apel jadi ikonik Kota Batu.

Ternyata keuntungannya jauh lebih besar dibanding dijual secara konvensional. Adapun buah apel yang kecil-kecil sisa petik dibuat minuman sari apel yang tetap eksis hingga sekarang.

EA yakin dengan perubahan ini, kehidupan petani di masa mendatang akan semakin baik. Kebutuhan sayur yang sehat semakin meningkat.

Yang menjadi tantangan, katanya, adalah meningkatkan daya saing termasuk dengan supermarket.

Ditanya tentang budidaya apel di wilayah Kota Batu sekarang, EA mengakui sangat berat akibat perubahan iklim.

Dia contohkan, tahun 1980-an apel bisa dibudidayakan di ketinggian 450 m dpl seperti di daerah Beji. Sekarang di ketinggian 1050 m dpl seperti di kawasan Kusuma Agrowisata sangat berat. Sekarang harus di ketinggian 1.300 m dpl.

Apalagi budidaya apel itu biaya tinggi. Petani kecil cukup keberatan. Apalagi lahan-lahan mereka semakin sempit karena proses involusi pertanian akibat sistem pewarisan. (ANO)

Previous Post

Kembali Sidak, Wabup Mimik Idayana Minta Kontraktor Revitalisasi Alun-alun Sidoarjo Selesai Tepat Waktu

Next Post

Wabup Mimik Idayana Ikuti Penutupan TMMD ke-126 di Sidoarjo

Next Post
Wabup Mimik Idayana Ikuti Penutupan TMMD ke-126 di Sidoarjo

Wabup Mimik Idayana Ikuti Penutupan TMMD ke-126 di Sidoarjo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Subandi Dilaporkan Bareskrim Polri Dugaan Korupsi Proyek Pipa PDAM Delta Tirta Rp 16 M, Penyidik Klarifikasi Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidoarjo Tidak Ngantor, Diduga Menghadiri Pemanggilan Penyidik Bareskrim Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana Buka Open House Lebaran 1447 H, Warga Diajak Silaturahmi Tanpa Sekat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lobby Wabup Hj Mimik Idayana, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 84 Miliar Lanjutan Betonisasi Jl Lingkar Timur Prasung – MPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Susunan Redaksi
© 2020 ZonaJatim.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In