Zonajatim.com, Sidoarjo – Dalam upaya memperkuat fondasi kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman bangsa, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo menggelar kegiatan Lokalatih Problem Solving Masalah-masalah Kerukunan Umat Beragama Tahun 2025 di Kantor Bakesbang, Kamis (20/11/2025).
Lokalatih yang diikuti 60 peserta menjadi langkah strategis dalam memperkuat peran FKUB sebagai garda depan penjaga harmoni sosial. “FKUB memiliki posisi penting dalam membangun dialog lintas iman, mencegah potensi konflik keagamaan, dan memperkuat sinergi antara masyarakat, tokoh agama, serta pemerintah daerah, ” ujar Ketua FKUB Sidoarjo H Idham Kholiq, S Sos.

Lokalatih problem solving (lokakarya pemecahan masalah) adalah sebuah kegiatan pelatihan interaktif dan kolaboratif yang dirancang khusus untuk membantu peserta mengembangkan keterampilan dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan suatu masalah secara efektif.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) secara rutin menyelenggarakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penyelesaian masalah (problem solving), meskipun istilah yang digunakan lebih sering adalah lokalatih, lokakarya, atau pelatihan mediasi dan resolusi konflik. “Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat peran FKUB dalam menjaga kerukunan antarumat beragama dan menangani potensi konflik sosial atau keagamaan di daerah masing-masing, ” paparnya.
Melalui kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pembekalan komprehensif tentang teknik mengatasi masalah kerukunan umat beragama serta penguatan kelembagaan FKUB, strategi komunikasi efektif lintas agama, serta implementasi moderasi beragama dalam konteks kehidupan bermasyarakat.

Materi disusun secara aplikatif dengan menekankan kolaborasi dan praktik lapangan, sehingga anggota FKUB mampu menjalankan peran mediasi, fasilitasi, dan advokasi dengan profesional dan berintegritas.
Kegiatan ini juga membahas bagaimana FKUB dapat beradaptasi terhadap tantangan era digital, termasuk pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung kegiatan sosialisasi, edukasi, serta deteksi dini potensi konflik berbasis keagamaan. “Selain itu, peserta akan dilatih menyusun rencana kerja dan strategi komunikasi publik yang mendukung terciptanya lingkungan sosial yang damai dan inklusif, ” kata Idham Kholiq.
Dengan mengikuti Lokalatih Problem Solving Masalah-masalah Kerukunan Umat Beragama, diharapkan anggota FKUB di seluruh wilayah mampu menjadi motor penggerak utama dalam memperkuat nilai-nilai toleransi, moderasi, dan gotong royong antarumat beragama. “Program ini tidak hanya mendukung pelaksanaan kebijakan nasional di bidang kerukunan umat beragama, tetapi juga menjadi sarana penting dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang harmonis, damai, dan berkeadaban, ” pungkasnya. Pr



