Zonajatim.com, Sidoarjo – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Sidoarjo menyalurkan bantuan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 34.227 pekerja rentan. Mereka terdiri dari 9.691 driver ojek online (ojol) dan 24.536 pekerja rentan yang terdata melalui Dinas Sosial, salah satunya nelayan, tukang becak dan petani.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Kepala Disnaker Sidoarjo Ainun Amalia kepada driver Ojol di Pendopo Delta Wibawa, Kamis (13/11/2025). Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa timur, Hadi Purnomo.

Ainun menyampaikan, program ini merupakan tahap kedua penyaluran bantuan melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2025. Pemerintah ingin memberikan perlindungan bagi para pekerja rentan agar mereka mendapat jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Kami berupaya semaksimal mungkin membantu pekerja rentan, termasuk driver online. Bantuan iuran ini kami tanggung selama tiga bulan penuh. Setelah itu, kami harap masyarakat bisa melanjutkan secara mandiri,” ujar Ainun.

Namun program tersebut ternyata tak sesuai kenyataan. Dari pengakuan sejumlah driver ojol online mereka terdaftar dalam skema bantuan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 34.227 pekerja rentan, namun hingga kini mereka belum terima bantuan tersebut.
Seorang driver ojek online asal Sidoarjo, Azhar Al-Wahid, mengaku namanya terdaftar sebagai penerima bantuan Camsource Tech melalui aplikasi G-Snackers, tetapi hingga kini belum mendapatkan informasi resmi mengenai pencairan bantuan tersebut.
“Nama saya sudah terdaftar di G-Snackers sebagai penerima bantuan Camsource Tech. Namun sampai saat ini saya belum mendapatkan info resmi baik dari aplikasi Driver, Gmail, maupun kanal lainnya. Jadi saya belum menerima bantuan tersebut,” ungkapnya.
Azhar mengaku mengetahui status penerima setelah melakukan pengecekan mandiri pada sistem G-Snackers. Meski demikian, ia menegaskan belum pernah menerima notifikasi, konfirmasi teknis, maupun pemberitahuan pencairan dari instansi terkait.

Hal sama juga disampaikan oleh 10 driver ojek online yakni M Zainuddin, Wahyu Syafillilah, Ali Fauzi, Anjar Alim, Sugianto, Nanang Soim, Fajar H, Ulum Fanani, Dodik Siswanto, Subianto. “Saya sudah terdaftar dan belum terima pesan apapun, makanya saya bertanya apakah ini benar atau hoax,” ujar Fajar Hidayatullah.
Fajar H berharap adanya klarifikasi terbuka kepada para pekerja yang sudah terdata agar tidak terjadi kebingungan serta potensi kesalahpahaman publik terkait realisasi bantuan tersebut. Tm



