Zonajatim.com, Jakarta – Kabar mengenai dugaan investasi bodong senilai Rp 28 miliar yang melibatkan PT Jaya Rafi Mandiri terus menjadi perhatian publik, khususnya di Kabupaten Sidoarjo.
Skema investasi yang ditawarkan dengan dalih kerja sama di bidang pengembangan properti tersebut diduga kuat mengandung unsur penipuan. Pasalnya, dari total dana yang dihimpun dari para investor, PT Rafi Jaya Mandiri hanya menyerahkan empat Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai agunan, yang nilainya tidak sebanding dengan jumlah dana yang diterima.
Atas dugaan tindak pidana tersebut, para investor melalui kuasa hukumnya, D, telah melaporkan kasus ini kepada Bareskrim Mabes Polri. Menindaklanjuti laporan tersebut, penyidik Bareskrim telah melakukan serangkaian pemeriksaan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Sejumlah pihak yang diduga terlibat, di antaranya S, MW, MRW, dan R, telah dimintai keterangan oleh tim penyidik.
Selain itu, penyidik juga melakukan klarifikasi kepada pengurus Partai Gerindra Sidoarjo terkait informasi mengenai penggunaan dana Rp 28 miliar tersebut.
Hal ini berkaitan dengan pernyataan MW dalam pemeriksaan sebelumnya, yang menyebut bahwa dana tersebut digunakan untuk kegiatan kampanye. Namun, keterangan tersebut dibantah oleh Sujayadi Sekretaris Tim Pemenangan Bandi–Mimik, yang menegaskan bahwa tidak pernah ada pemasukan dana dari MW.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa pada Selasa (2/12/2025), Bupati Sidoarjo tidak hadir di kantor dengan alasan menghadiri pertemuan di Hotel Borobudur, Jakarta. Namun, informasi lain yang diterima redaksi pada siang hari menyatakan bahwa ketidakhadiran tersebut diduga berkaitan dengan pemanggilan oleh penyidik Bareskrim Mabes Polri untuk dimintai klarifikasi terkait penyelidikan dugaan investasi bodong tersebut.
“Diduga beliau ke Jakarta bukan untuk menghadiri pertemuan, melainkan memenuhi panggilan penyidik Bareskrim. Informasi mengenai pertemuan di Hotel Borobudur itu hanya untuk mengalihkan isu,” ujar seorang sumber yang enggan disebut identitasnya.
“Yang jelas, hari ini Bupati tidak masuk kantor karena diduga dipanggil oleh tim penyidik Bareskrim Mabes Polri,” lanjut sumber tersebut. Jk



