Zonajatim.com, Sidoarjo – Prihatin atas infrastruktur umum yang membahayakan keselamatan masyarakat, Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jembatan penghubung lintas kabupaten di Dusun Tarik Kidul, Desa/Kecamatan Tarik, Selasa (16/12/2025). Jembatan tersebut kondisinya sudah tidak layak difungsikan dan kerap memakan korban kecelakaan.
Kondisi jembatan yang telah berusia tua, posisinya lebih rendah dari jalan utama, lebar yang sempit, serta minimnya pagar pengaman menjadi faktor utama tingginya risiko kecelakaan. Ironisnya, pagar pengaman hanya tersisa di satu sisi, sementara sisi lainnya rusak parah.
Sebagai bentuk peringatan darurat, warga setempat terpaksa memasang tali rafia di sisi jembatan yang rusak. Upaya ini dilakukan semata-mata untuk memberi tanda agar pengendara lebih waspada.
“Sengaja dipasang tali rafia oleh warga. Kalau tidak ada rambu-rambunya, sering pengendara motor atau mobil kecemplung ke kali. Apalagi kalau papasan mobil, dikira jembatannya lebar, padahal tidak muat,” ujar Suliono (52), warga setempat.
Kepala Desa Tarik, Ifanul Ahmad Irfandi, menyatakan pihaknya kerap menerima keluhan warga terkait kondisi jembatan tersebut. Selain rawan kecelakaan lalu lintas, jembatan itu juga sering menyebabkan kecelakaan air.
“Bu Wabup, mumpung panjenengan ada di sini, kami sampaikan keluhan warga. Jembatan penghubung lintas kabupaten ini sudah tidak layak dilewati. Kami mohon kejelasan kapan akan dibangun jembatan baru,” ujar Ifanul Ahmad Irfandi, yang akrab disapa Fafan, usai acara penyerahan Alsintan di Pendopo Balai Desa Tarik.
Selesai menyerahkan bantuan Alsintan, Wabup Mimik langsung mengajak sejumlah pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Ketua DPRD Sidoarjo H. Kayan Samari untuk meninjau langsung kondisi jembatan.
“Waduh, kalau tidak ada pembatasnya memang berbahaya. Dikasih pengaman sementara dulu, Pak Kades, ” perintah Wabup Mimik.
Menjawab hal tersebut, Kades Tarik Fafan menjelaskan bahwa upaya pengamanan darurat sudah dilakukan, namun kerap rusak akibat terserempet kendaraan besar.
“Sudah Bu Wabup, pernah dipasang bambu, tapi sering lepas karena keserempet truk yang lewat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wabup Mimik memastikan bahwa pembangunan jembatan penghubung Tarik (Sidoarjo) –Mojosari (Mojokerto) akan segera direalisasikan, mengingat peran vitalnya dalam menunjang mobilitas dan perputaran ekonomi masyarakat dua daerah.
“Kalau kemarin ada kabar batal lelang itu benar, karena waktunya memang sangat mepet. Insyaallah tahun 2026 jembatan penghubung Sidoarjo–Mojokerto ini akan segera dibangun,” tegasnya.
Tak hanya meninjau jembatan, Wabup Mimik juga menyempatkan melihat kondisi waduk long storage Kalimati yang tampak kurang terawat. Ia pun meminta kepada Wakil Ketua DPRD Sidoarjo, H. Kayan Samari, agar Bantuan Keuangan (BK) dapat dialokasikan untuk pengembangan UMKM di lokasi tersebut.
“Pak Kayan, BK sampean bisa dialokasikan di sini untuk UMKM. Sayang kalau tidak dimanfaatkan, padahal view-nya bagus,” pinta Wabup Mimik Idayana. Pr



