• Pasang Iklan
Senin, 20 April 2026
Zona Jatim
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
Home Daerah

Kinerja Buruk Sektor Kesehatan Sidoarjo, Ini Cermin Kepemimpinan Bupati Subandi

ZonaJatim00 by ZonaJatim00
2 Januari 2026
in Daerah
0
Kinerja Buruk Sektor Kesehatan Sidoarjo, Ini Cermin Kepemimpinan Bupati Subandi
0
SHARES
21
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Zonajatim.com, Sidoarjo – Kinerja sektor kesehatan di Kabupaten Sidoarjo kembali menuai sorotan tajam. Berbagai persoalan layanan publik, mulai dari keluhan masyarakat hingga lemahnya tata kelola birokrasi, memunculkan pertanyaan besar: apa yang sebenarnya dikerjakan Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo?

Pengamat kebijakan publik dan hukum tata pemerintahan,sekaligus Dosen Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR), Dr. Suko Widodo,M.Si menilai buruknya kondisi sektor kesehatan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan cerminan langsung dari kegagalan manajemen dan kepemimpinan di level pimpinan dinas.

“Kalau sektor sepenting kesehatan bermasalah, itu tidak bisa dianggap sebagai gangguan kecil. Itu alarm keras bahwa ada yang salah di pucuk kepemimpinan dinasnya,” tegas Suko Widodo, Jumat (2/1/2026).

Menurut Cak Suko ( sapaan akrabnya Suko Widodo ), kesehatan adalah urusan wajib dan strategis pemerintah daerah. Ketika pelayanan rumah sakit, puskesmas, maupun program kesehatan masyarakat tidak berjalan optimal, maka kepala dinas harus menjadi pihak pertama yang bertanggung jawab secara profesional dan moral.

Ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan modern, kepala dinas bukan sekadar pelaksana anggaran, tetapi arsitek kebijakan sektor.

“Kepala dinas itu bukan tukang stempel atau administrator biasa. Dia adalah pengendali arah kebijakan, pengawas kinerja layanan, sekaligus penjamin bahwa uang rakyat benar-benar berbuah pelayanan,” ujarnya.

Figur Kepala Dinas Jadi Cermin Kepemimpinan Bupati

Lebih jauh,Cak Suko menilai, buruknya kinerja Dinas Kesehatan juga membuka pertanyaan serius terhadap kualitas kepemimpinan kepala daerah.
Menurutnya, pemilihan kepala dinas merupakan indikator paling telanjang untuk menilai kapasitas seorang bupati.

“Bupati yang kuat akan memilih kepala dinas berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan integritas. Bupati yang lemah akan memilih berdasarkan kedekatan, kompromi politik, atau kenyamanan pribadi,” kata Suko.

Ia menyebut bahwa ketika sektor vital seperti kesehatan dikelola oleh figur yang tidak memiliki visi, kemampuan manajerial, dan keberanian menata sistem, maka yang terjadi bukan pelayanan publik, melainkan pembusukan birokrasi.

Masalah Kesehatan Bukan Soal Teknis, Tapi Tata Kelola

Cak Suko juga menolak anggapan bahwa persoalan kesehatan di Sidoarjo hanya akibat keterbatasan anggaran atau faktor eksternal.

“Anggaran bisa besar, tapi kalau tata kelolanya buruk, hasilnya tetap nol. Yang krusial itu kepemimpinan, disiplin birokrasi, dan keberanian menegakkan standar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kepala dinas yang gagal seharusnya tidak dilindungi oleh kekuasaan, tetapi justru dievaluasi secara terbuka.

“Kalau kinerjanya buruk dan dibiarkan, itu sama saja bupati ikut bertanggung jawab atas penderitaan masyarakat,” ujarnya.

Desakan Evaluasi Total
Atas kondisi tersebut, Suko Widodo mendesak agar Bupati Sidoarjo segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kepala Dinas Kesehatan dan jajaran strategis di bawahnya.

“Kalau ingin menyelamatkan wajah pemerintahan dan hak rakyat atas layanan kesehatan, satu-satunya jalan adalah bersih-bersih dan penataan ulang,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa rakyat tidak menilai dari pidato atau pencitraan, tetapi dari apakah mereka bisa berobat dengan layak, cepat, dan manusiawi.

“Di situ ukuran keberhasilan atau kegagalan pemerintah daerah ditentukan,” pungkas Suko Widodo. Bd

Tags: Dinas KesehatanKepemimpinan Bupati SubandiKinerja
Previous Post

Polsek Taman Bersama Bhayangkari Awali Tahun dengan Aksi Sosial Jumat Berkah

Next Post

Hujan Angin, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jl Mojopahit Sidoarjo

Next Post
Hujan Angin, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jl Mojopahit Sidoarjo

Hujan Angin, Pohon Tumbang Timpa Mobil di Jl Mojopahit Sidoarjo

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Subandi Dilaporkan Bareskrim Polri Dugaan Korupsi Proyek Pipa PDAM Delta Tirta Rp 16 M, Penyidik Klarifikasi Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidoarjo Tidak Ngantor, Diduga Menghadiri Pemanggilan Penyidik Bareskrim Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana Buka Open House Lebaran 1447 H, Warga Diajak Silaturahmi Tanpa Sekat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lobby Wabup Hj Mimik Idayana, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 84 Miliar Lanjutan Betonisasi Jl Lingkar Timur Prasung – MPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Susunan Redaksi
© 2020 ZonaJatim.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In