*JCW: Kami Banyak Pengaduan SPPG
Zonajatim.com, Sidoarjo – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya sejumlah video di TikTok yang mengulas dugaan proses pengolahan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh SPPG Desa Temu.
Dalam video tersebut, terlihat proses pencucian ikan yang diduga tidak menggunakan air mengalir serta tampilan ikan dalam pengepakan yang dinilai masih mentah.Video lain yang beredar juga menyebutkan makanan tersebut telah dibagikan kepada murid.
Aduan dari salah satu wali murid TK memperkuat sorotan publik, setelah ia mengunggah video yang menunjukkan kondisi makanan yang diterima anaknya. Peristiwa ini disebut terjadi pada hari kedua Ramadan, Jumat (20/2).
Dari hasil penelusuran dan konfirmasi awak media, H Kayan owner SPPG Desa Temu menyampaikan bahwa video yang beredar telah diklarifikasi oleh pihak pembuatnya, Jumat malam (27/2/2026).“Yang bikin video sudah klarifikasi juga,” tulis Kayan.

Ia menegaskan bahwa menu yang dibagikan kepada siswa bukan hanya ikan lele sebagaimana tergambar dalam video viral tersebut. Menurutnya, menu lengkap yang disediakan pada hari itu meliputi:-Lele marinasi-Roti-Buah naga-Sari kacang hijau-Susu-Kurma-Jambu.
“Di setiap hari dapur mengeluarkan menu lengkap. Yang di video hanya ikannya saja, seolah-olah dapur hanya membagikan ikan lele saja. Saya pastikan sudah sesuai dan merupakan salah satu dapur yang memiliki standar di atas rata-rata,” tegasnya.

Sementara itu, Wahyu Sejati Setya Wardhana kepala SPPG Desa Temu juga menayangkan daftar menu lengkap melalui akun media sosial resmi mereka sebagai bentuk klarifikasi kepada publik. “Kami memberikan menu sesuai perintah dari BGN, bahwa untuk bulan puasa menu diberikan makanan ikan dan daging yang sudah marinasi sehingga bisa dimasak atau digoreng saat sore jelang buka puasa, dan ini sudah kita sosialisasi ke sekolah dan wali murid, ” katanya, Sabtu (28/2/2026).
Menurut Wahyu, pihak pembikin video sudah menemui dirinya pagi tadi dan meminta maaf atas penayangan ke medsos karena dia tak tahu kalau ikan lele yang kita bagikan bukan ikan mentah tapi sudah di marinasi atau di kasih bumbu untuk siap dimasak atau digoreng. “Yang bersangkutan sudah minta maaf ke kami karena kesalahanfahaman dan salah dalam menyikapi dan kita simpulkan masalah sudah clear, ” ujar Wahyu.

Kontroversi ini pun mengundang perhatian berbagai pihak. Dari lembaga pemantau kebijakan publik, Java Corruption Watch (JCW), Sigit Imam Basuki memberikan pernyataan tegas.

Sigit menilai program MBG merupakan bagian dari kebijakan nasional yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.”Kami mendapatkan banyak pengaduan dari masyarakat mengenai SPPG dibeberapa wilayah Sidoarjo diantara nya dari kecamatan Prambon, Tarik, Krian, Porong, Candi rata rata terindikasi kurang memenuhi kriteria dan tidak sesuai foto yang ditayangkan, Ini program Presiden Prabowo Subianto untuk mencerdaskan dan meningkatkan gizi anak bangsa. Jangan dibikin main-main atau dikorupsi. Kerjakan sesuai standar harga ,semua sudah diperhitungkan pagu nya,SPPG sudah untung dan pemerintah sudah memberikan arahan-arahan yang harus dipatuhi sesuai SOP,kalau memang tidak sesuai SOP ganti Ahli Gizi maupun Kepala Dapur nya,” tegas Ketua JCW.
Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, khususnya di jenjang PAUD hingga sekolah dasar. Bk



