Zonajatim.com, Badung — Suasana riuh penuh tawa terdengar di lapangan Sekolah Dasar Negeri (SDN) 01 Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Selasa (10/3/2026). Ratusan siswa berkumpul mengikuti permainan dan kuis sambil belajar memilah sampah bersama para mentor Komunitas Bersih Itu Sederhana Aja (BISA).
Melalui kegiatan edukasi tersebut, para siswa diperkenalkan cara mengelola sampah dengan metode 3R (reduce, reuse, recycle). Pendekatan belajar sambil bermain membuat para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi kegiatan.
Kegiatan ini menjadi langkah perdana Komunitas BISA setelah sebelumnya menggelar pelatihan training of trainers (ToT) bagi para mentor atau fasilitator di kampus Politeknik Pariwisata Bali pada Jumat (6/3) lalu.
Langkah Komunitas BISA tersebut bertepatan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Badung yang saat ini tengah mendorong percepatan program Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber (PSBS) dengan melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) hingga tingkat desa.
Kedatangan para mentor Komunitas BISA disambut hangat oleh para siswa dan guru. Bahkan, sejumlah siswa tampak berebut bersalaman dengan para mentor yang datang ke sekolah mereka.
“Terima kasih kepada Komunitas BISA. Murid-murid akan dipandu mengelola sampah. Bali ini sangat kecil, jadi kebersihannya harus terus dijaga,” ujar Kepala SDN 01 Kutuh, I Ketut Suara.

Komunitas BISA merupakan wadah yang menaungi anak-anak muda di Bali yang peduli terhadap lingkungan, khususnya persoalan persampahan. Komunitas ini berfokus pada kegiatan edukasi pengelolaan sampah dari sumbernya dengan pendekatan metode 3R kepada masyarakat, terutama generasi muda.
Edukasi di SDN 01 Kutuh diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 308 orang dengan melibatkan delapan orang mentor.
Keriuhan kembali terdengar ketika para siswa mengikuti praktik memilah sampah serta berbagai permainan bertema lingkungan. Senyum dan tawa lepas dari para siswa yang berhasil menjawab kuis dan mendapatkan hadiah.
“Kapan kakak ke sini lagi?” ujar beberapa siswa di akhir kegiatan.
Co-founder Komunitas BISA, Soendoro Soepringgo, menuturkan edukasi di SDN 01 Kutuh merupakan momen penting yang menentukan arah gerakan komunitas.
“Hari ini bukan sekadar edukasi tentang pengelolaan sampah, tetapi juga lahirnya agen-agen perubahan lingkungan dari generasi muda Bali,” ujarnya.
Ia berharap langkah awal tersebut dapat menjadi pembuka lahirnya gerakan bersama antara sekolah, desa, dan generasi muda untuk membangun budaya lingkungan yang lebih bertanggung jawab.
“Karena masa depan Bali yang bersih dan lestari ada di tangan generasi hari ini, termasuk adik-adik yang hadir di sini,” katanya.
Kepala Desa Kutuh, I Wayan Mudana, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan edukasi lingkungan yang dilakukan Komunitas BISA.
Menurutnya, Bali saat ini sedang menghadapi persoalan serius terkait sampah sehingga kesadaran menjaga kebersihan perlu ditanamkan sejak dini kepada generasi muda.
“Adik-adik kalau ketemu sampah di jalan, bawa ke sekolah ya. Dikumpulkan, nanti diberi hadiah,” ujarnya. Bd



