Zonajatim.com, Sidoarjo – Memperat hubungan dengan media, Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana didampingi suaminya, Rahmat Muhajirin, SH mengajak para awak media buka bersama di rumah dinas (rumdin) di jalan Sultan Agung Sidoarjo, Jumat (13/3/2026).
Dihadapan sekitar 85 wartawan, Wabup Sidoarjo, Mimik Idayana menyampaikan capaian kerjanya selama satu tahun menjabat sebagai Wakil Bupati Sidoarjo. Ia menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankannya dengan sepenuh hati dan penuh tanggung jawab serta mengupayakan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.
Namun, Wabup Mimik Idayana menegaskan bahwa capaian kinerja itu, murni karena inisiatif sebagai wabup yang dipilih oleh rakyat Sidoarjo. “Selama ini saya tidak mempunyai wewenang penuh sebagai wabup karena tidak diberi SK Wabup oleh Bupati Subandi, tapi karena sudah dipilih rakyat, maka saya harus mempertanggungjawabkan amanah dengan kerja turun langsung dan menampung aspirasi dan keinginan masyarakat,” tegasnya.
Disinggung soal hubungan harmonisasi dengan Bupati Subandi, Wabup Mimik Idayana menyatakan telah berupaya menjalin komunikasi. Ia mengaku sudah tiga kali mengajak pertemuan dengan pimpinan, termasuk hingga ke Jakarta, namun tidak membuahkan hasil. “Waktu didepan pimpinan menyatakan oke ya, namun begitu balik malah mbleset, ada saksi-saksinya. Saya siap bekerja sama dengan baik, tetapi hasilnya tidak ada,” tegasnya. Makanya sekarang saya sudah tidak percaya lagi.
Kendati begitu, Wabup Mimik menegaskan akan tetap menjalankan tugas sesuai kewenangannya dan mempertahankan pelaporan tertulis sebagai bentuk transparansi.
Kepada media yang hadir, Wabup Mimik, menyampaikan bahwa laporan kinerjanya disusun secara tertulis dan disampaikan rutin setiap tiga bulan kepada bupati, sekda, dan gubernur. “Agar ada jejak dan dokumentasinya,” ujarnya.


Ia juga menjelaskan bahwa sebagian proyek di kabupaten Sidoarjo didukung dari anggaran APBN saat dirinya mengajukan anggaran ke pemerintah pusat atas keluhan pembangunan kabupaten yang dinilai yang belum semuanya teratasi, urainya.
Bahkan sejumlah proyek telah berjalan, termasuk pengecoran tahap pertama di kawasan Lingkar Timur. Program itu, akan berlanjut ke tahap ketiga setelah mendapat dukungan APBN. Selain itu, terdapat sekitar 1.040 rumah tak layak huni yang datanya ia ajukan ke pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan, papar Ketua DPC Partai Gerindra kabupaten Sidoarjo ini.

Di sektor pendidikan, Wabup Mimik menyebut pembangunan dan renovasi sekolah juga diusulkan langsung ke kementerian. Ia turut mengusulkan perbaikan sejumlah jembatan yang selama ini menjadi titik kemacetan. “Alhamdulillah sudah dapat lima titik dengan dukungan dana dari pusat,” tambahnya.
Program lain yang disebut sudah mendapat anggaran dari pusat adalah bantuan rumah untuk nelayan.

Sementara H Rahmat Muhajirin menambahkan bahwa sebagai ketua dewan pembina DPC Partai Gerindra Sidoarjo dirinya sudah kerja keras dan ikut membiayai pasangan Bupati Subandi dan Wabup Mimik Idayana menjadi pimpinan daerah Sidoarjo.
“Mereka bisa jadi bupati dan wabup Sidoarjo karena ada dukungan salah satunya Partai Gerindra, sayalah yang mengurus rekomendasi dari partai Gerindra untuk maju Pilkada Sidoarjo, makanya saya tidak bisa diam ketika melihat fakta kalau bupati yang saya dukung sudah mengkhianati komitmennya dan menjalankan penyelenggaraan pemerintahan tidak sesuai UU dan tata birokrasi yang benar,” tegas Rahmat Muhajirin SH yang pernah menjadi anggota Komisi II dan III DPR RI periode 2019-2024. Pr



