• Pasang Iklan
Jumat, 17 April 2026
Zona Jatim
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
Home Politik

Rahmat Muhajirin Temui dan Ajak Dialog, Pendemo Malah Takut Langsung Ngibrit Pergi

ZonaJatim00 by ZonaJatim00
6 April 2026
in Politik
0
Rahmat Muhajirin Temui dan Ajak Dialog, Pendemo Malah Takut Langsung Ngibrit Pergi
0
SHARES
159
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Zonajatim.com, Surabaya – Aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Barisan Relawan Prabowo di depan Kantor DPD Partai Gerindra Jawa Timur, Senin (6/4/2026) dinilai tidak memiliki dasar kuat.

Tidak hanya dinilai lemah secara substansi, aksi tersebut juga diduga kuat sarat kepentingan politik terselubung yang berupaya menggiring opini publik. Nama Rahmat Muhajirin yang menjadi sasaran tuntutan, hingga kini disebut belum terbukti melakukan pelanggaran sebagaimana yang dituduhkan oleh massa aksi.

Bahkan, pihak terkait menilai tudingan yang dibangun hanya bersandar pada materi yang belum terverifikasi, seperti rekaman audio yang keabsahannya masih diragukan.

Aksi yang dikoordinir oleh Diana Samar tersebut menyebutkan aksi ini adalah bentuk peringatan keras bahwa masyarakat kini semakin kritis dan tidak akan tinggal diam terhadap setiap pernyataan pejabat publik yang dinilai merugikan kepentingan bangsa. “Aksi ini kami gelar tepat di depan kantor DPD Gerindra di Jalan Gayungsari Barat No.18 Surabaya sebagai bentuk peringatan langsung. Kami ingin suara rakyat benar-benar didengar oleh pengurus partai, bukan diabaikan,” tegas Diana R Samar.

Dalam orasinya, ia menyampaikan dua tuntutan utama yakni Rahmat Muhajirin diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada publik.

DPD dan DPP Partai Gerindra diminta segera menonaktifkan yang bersangkutan dari seluruh jabatan struktural.

Namun, Rahmat Muhajirin yang datang dan mendengarkan aksi demo tersebut kemudian hendak menemui dan mengajak koordinator untuk bertemu dan berdialog. Anehnya ajakan Rahmat Muhajirin tersebut tidak dimaui koordinator aksi demo dan mereka malah ngeloyor pergi dan hanya menyerahkan berkas tuntutan demo ke staf kantor DPD Partai Gerindra Jatim.

Atas penolakan itu, Rahmat Muhajirin bingung dengan sikap massa aksi sekaligus koordinatornya Diana Samar. “Saya sangat apresiasi dengan mereka yang menyampaikan aspirasi, makanya saya mau temui mereka,” kata Rahmat Muhajirin yang Ketua Dewan Penasihat DPC Partai Gerindra Sidoarjo.

Dalam negara demokrasi, kritik itu sah. Namun, tuntutan yang tidak disertai dasar yang jelas justru berpotensi menciptakan disinformasi dan memperkeruh suasana, ujarnya.

Rahmat Muhajirin

Menurut Rahmat Muhajirin, keinginan dirinya untuk menemui koordinator dan massa aksi demo adalah menanyakan soal bukti pernyataan dia yang dipersoalkan. “Saya pengin tahu, mana pernyataan saya yang dijadikan bukti demo, tapi mereka malah pergi,” katanya. Berikutnya, adalah soal status koordinator dan massa demo yakni orang Partai Gerindra yang mendemo kader Partai Gerindra. “Sebagai sesama orang partai mestinya dilakukan dengan cara organisasi, bukan lewat demo,” paparnya.

Ia mempertanyakan langkah demonstrasi yang dinilai prematur tanpa melalui mekanisme internal partai.“Kenapa tidak dilaporkan melalui mahkamah partai? Kenapa harus demo dengan dasar yang belum jelas?” imbuhnya.

Rahmat Muhajirin menegaskan bahwa setiap dinamika yang melibatkan kader akan disikapi melalui mekanisme organisasi yang berlaku. Proses klarifikasi dan evaluasi internal disebut sebagai langkah utama sebelum mengambil keputusan apa pun.“Jangan sampai ruang demokrasi digunakan untuk membangun opini yang belum tentu benar. Kita harus menjaga etika dan objektivitas dalam menyampaikan aspirasi,” ujar Abah RM panggilan akrab Rahmad Muhajirin.

Indikasi Operasi Politik Terstruktur

Dugaan adanya agenda politik di balik aksi ini semakin menguat setelah muncul analisis dari tim independen non budgeting, Urip Prayitno, SH, MH yang menilai demonstrasi tersebut bukan murni aspirasi, melainkan bagian dari skenario penggiringan opini.

“Salah satu sorotan mengarah pada sosok Diana Rosiana Samar, yang disebut memiliki rekam jejak aktivisme yang tidak lepas dari kepentingan politik tertentu, terutama sejak momentum Pilwali Surabaya. Ia bahkan disebut aktif dalam gerakan kampanye “kotak kosong” yang kala itu menjadi polemik,” tandas Urip.

Selain itu, sumber internal juga mengungkap adanya dugaan relasi dengan figur tertentu dengan inisial dr. D supplier alkes yang memiliki kepentingan politik di Surabaya dan Sidoarjo.

Audio Misterius dan Dugaan Rekayasa Digital

Substansi utama tuntutan aksi, yakni rekaman audio yang diduga menyeret nama Rahmat Muhajirin, justru menjadi titik paling lemah. Hingga kini, asal-usul rekaman tersebut tidak jelas, baik waktu, konteks, maupun validitasnya.

Pihak RM bahkan mencurigai kuat adanya rekayasa digital, mengingat rekaman yang beredar bersifat satu arah dan sangat mungkin dimanipulasi melalui teknologi dubbing.“Kalau ini produk rekayasa digital, sangat berbahaya. Bisa jadi alat untuk membangun fitnah publik,” ungkap Urip.

Sebagai langkah serius, pihak RM kini tengah mengupayakan uji forensik audio dengan melibatkan puluhan kampus yang memiliki laboratorium audio visual untuk memastikan keaslian rekaman tersebut.

Upaya Mengganggu Proses Hukum?

Yang lebih mengkhawatirkan, isu ini diduga sengaja dimunculkan untuk mengganggu fokus terhadap proses hukum yang tengah berjalan di tingkat nasional.

Nama Bareskrim Polri disebut sedang menangani perkara penting terkait dugaan kasus yang menyeret Bupati Sidoarjo, Subandi.

Tim analis menilai, kemunculan isu yang menyerang RM berpotensi menjadi distraksi yang sengaja dirancang untuk menciptakan persepsi adanya intervensi politik terhadap proses hukum.“Ini seperti skenario. Ada isu dilempar, diviralkan, lalu dijadikan bahan demo. Tujuannya membangun opini bahwa proses hukum tidak independen,” tegas Urip. Pr

Tags: demoRahmat MuhajirinSurabaya
Previous Post

Cakades Doni Suhendra Siap Wujudkan Sertifikasi Tanah Wujudkan Desa Bligo Sejahtera

Next Post

Wabup Mimik Idayana Lobi ke Pusat Sukses Bawa Rp 24 M, 1.200 RTLH Warga Sidoarjo Akan Direhab

Next Post
Wabup Mimik Idayana Lobi ke Pusat Sukses Bawa Rp 24 M, 1.200 RTLH Warga Sidoarjo Akan Direhab

Wabup Mimik Idayana Lobi ke Pusat Sukses Bawa Rp 24 M, 1.200 RTLH Warga Sidoarjo Akan Direhab

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Subandi Dilaporkan Bareskrim Polri Dugaan Korupsi Proyek Pipa PDAM Delta Tirta Rp 16 M, Penyidik Klarifikasi Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidoarjo Tidak Ngantor, Diduga Menghadiri Pemanggilan Penyidik Bareskrim Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana Buka Open House Lebaran 1447 H, Warga Diajak Silaturahmi Tanpa Sekat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lobby Wabup Hj Mimik Idayana, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 84 Miliar Lanjutan Betonisasi Jl Lingkar Timur Prasung – MPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Susunan Redaksi
© 2020 ZonaJatim.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In