Zonajatim.com, Sidoarjo – Suasana di UPT Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PPSAB) Sidoarjo terasa berbeda, Kamis (9/4/2026). Di balik dinding bangunan yang selama ini menjadi tempat bernaung puluhan bayi, tersimpan kisah-kisah sunyi yang jarang terdengar.
Namun hari itu, keheningan berubah menjadi haru.
Langkah kaki Wakil Bupati Sidoarjo, Hj Mimik Idayana, yang akrab disapa Mak Mimik, memasuki ruangan, seakan membawa kehangatan tersendiri. Puluhan bayi yang terbaring dan bermain di dalam ruangan seolah menyambut dengan bahasa mereka sendiri—tangisan kecil, senyum polos, dan tatapan mata yang jujur tanpa dosa.
Mak Mimik tak kuasa menahan perasaan.
Matanya berkaca-kaca. Tangis haru pun pecah saat ia mendekat, menyapa satu per satu bayi yang ada di hadapannya.
“Ya Allah, mereka sangat lucu, cantik dan ganteng-ganteng,” ucapnya lirih, sembari mengusap air mata.
Tangannya perlahan mengelus lembut kepala bayi-bayi itu. Sesekali ia bertanya kepada para pengasuh tentang kondisi kesehatan mereka.
“Bagaimana kesehatannya? Sehat semua?” tanyanya penuh perhatian.
Kunjungan itu bukan sekadar agenda seremonial. Ada kerinduan yang telah lama ia simpan. Sejak momen Lebaran, Mak Mimik mengaku ingin datang dan memeluk anak-anak di tempat tersebut, namun baru hari itu keinginan tersebut bisa terwujud.
“Sebenarnya sejak Lebaran saya sudah ingin ke sini. Saya kangen ingin bertemu dan memeluk anak-anak ini. Alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” tuturnya.
Di hadapan para pengasuh, Mak Mimik menyampaikan rasa syukur karena seluruh bayi dalam kondisi sehat. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para tenaga pengasuh yang dengan penuh kesabaran dan ketulusan merawat anak-anak tersebut. Selain itu, Wabup Mimik juga memberikan bantuan makanan untuk anak-anak di PPSA Balita Sidoarjo.
“Pengasuh di sini luar biasa. Terima kasih atas kesabaran dan ketelatenannya. Anak-anak ini sehat semua, itu berkat kerja keras panjenengan semua,” katanya.

Dari penjelasan yang diterima, bayi-bayi yang dirawat di UPT PPSAB berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Madura, Probolinggo, Malang, Banyuwangi hingga Gresik. Bahkan, ada bayi yang datang dalam kondisi baru lahir, berusia tiga hari.
Sebagian besar dari mereka merupakan bayi terlantar—ditemukan atau dilaporkan oleh masyarakat, lalu dibawa ke tempat tersebut untuk mendapatkan perlindungan dan perawatan.
Saat ini, tercatat 46 anak berada dalam asuhan UPT tersebut. Beberapa di antaranya bahkan sudah memasuki usia sekolah. Dua anak mengikuti pendidikan taman kanak-kanak, sementara enam lainnya menempuh pendidikan di Sekolah Luar Biasa (SLB).
Kepala UPT PPSA Balita Sidoarjo, Sri Mariyani, menyebut bahwa pihaknya terus berupaya memberikan pengasuhan terbaik, baik dari sisi kesehatan, tumbuh kembang, hingga pendidikan anak-anak.
“Tugas kami disisi merewat mereka seperti anak kita sendiri. Kita buat mereka disini krasan dan senyaman mungkin,” ujar Sri Mariani.
Di akhir kunjungannya, Mak Mimik kembali menatap bayi-bayi itu dengan mata penuh kasih. Di balik senyum kecil mereka, tersimpan harapan besar tentang masa depan yang lebih baik, tentang kasih sayang yang tak pernah putus.
Dan pagi itu, di ruang sederhana itu, tangis haru menjadi saksi—bahwa cinta dan kepedulian masih ada, bahkan untuk mereka yang memulai hidup tanpa pelukan orang tua. Pr



