Zonajatim.com, Sidoarjo – Hari Jumat yang merupakan “Hari Fraksi PKB” rupanya benar-benar dimanfaatkan masyarakat Sidoarjo untuk “wadhul” atas berbagai persoalan.
Pada Jumat (5/6/2026) puluhan warga Desa Tropodo, Kec. Krian berkunjung ke kantor DPC PKB Sidoarjo di Jl. Airlangga Sidoarjo. Selain itu, ada dua warga yang juga datang menyampaikan aspirasinya dan diterima langsung Ketua DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih.
Warga Desa Tropodo diterima H. M. Dhamroni Chudlori, ketua fraksi PKB DPRD Sidoarjo didampingi beberapa anggota. Di antaranya H Usman MKes, H.Sutadji, H.Atok Ashari, H Abud Asrofi dan Hj Ainun Jariyah. Dalam kesempatan itu, warga mengeluhkan aktivitas pabrik tahu di Desa Tropodo yang diduga masih menggunakan bahan bakar plastik.

Muhammad Naufal warga Krian mengungkapkan penggunaan bahan bakar plastik untuk pembuatan tahu memang sempat berhenti, menyusul protes warga sekitarnya karena melahirkan polusi. “Tapi sekarang mulai marak lagi pembakarannya dengan plastik itu. Selain berbau juga berdampak polusi sehingga mengganggu ketenangan warga sekitarnya,” ujarnya.
Dikatakan, dampak yang ditimbulkan dari pembakaran limbah plastik atau B3 itu, asar cerobong yang keluar dari tungku pembakaran menjadi hitam pekat.Karena cerobongnya juga tidak terlalu tinggi, menjadikan limbah asap itu menyebar ke lingkungan warga sekitar. “Asapnya hitam pekat dan bau, sehingga mengganggu pernafasan,” tuturnya.
Selain penggunaan limbah plastik untuk bahan bakar tahu, limbah rumah potong hewan (RPH) di Krian ini juga dikeluhkan warga Krian. Pasalnya, air sungai yang ada di sekitar RPH, kerap berbau dan berwarna merah, karena dosa darah dan kotoran hewan yang sudah disembelih, dibuang di sungai Tropodo.“Baunya cukup busuk dan tidak enak, karena sisa kotoran dan isi perut dari hewan yang disembelih dibuang begitu saja di sungai,” terang Naufal lagi.
Dalam persoalan ini, Gubernur Jatim sempat turun ke lokasi dan melarang penggunaan B3 untuk bahan bakar pembuatan tahu.
Atas keluhan persoalan ini Fraksi PKB menyatakan segera melakukan kordinasi dengan pihak terkait untuk menuntaskan masalah yang masih ada ini.“Kita akan kordinasi dengan DLHK agar masalah ini tidak semakin besar, dan mendapat perhatian segera,” ujar Dhamroni Chudlori, Ketua Fraksi PKB.
Sementara H. Usman M.Kes mengatakan polutan atau limbah kategori B3 sangat membahayakan bagi kesehatan masyarakat yang terpapar. “Ini harus diperhatikan OPD terkait untuk segera bertindak menghentikan terjadinya pencemaran lingkungan itu. Apalagi polusi berkategori B3 dampaknya mengganggu kesehatan bisa jangka pendek maupun panjang,” ujar H Usman.
Ketua DPC PKB Sidoarjo Abdillah Nasih dan Sullamul Hadi Nurmawan serta M Rafi Wibisono yang datang ke kantor DPC PKB usai Jumatan mengatakan memang keluhan polusi udara dari limbah bahan bakar plastik udah lama terjadi. “Kami minta Pemkab secepatnya cari solusi yang lebih mementingkan kesehatan warga karena ini menyangkut jaminan kehidupan jangka panjang, ” katanya. Pt



