Zonajatim.com, Sidoarjo – Sebanyak 85 atlet cabang olahraga (cabor) pencak silat dari berbagai aliran berlaga di pertandingan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) Sidoarjo 2026 selama sehari. Sejumlah 85 atlet ini berasal dari 12 perguruan silat.
Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sidoarjo, H. Anang Siswandoko, S.T., secara resmi membuka Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sidoarjo 2026 cabang olahraga pencak silat di Gedung Serbaguna SMP Negeri 1 Sidoarjo, Jalan Ponti, Minggu (21/6/2026).
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Ketua IPSI Sidoarjo yang didampingi jajaran pengurus IPSI serta perwakilan dari SMP Negeri 1 Sidoarjo sebagai tuan rumah pelaksanaan kejuaraan.
Dalam arahannya, Anang Siswandoko menegaskan bahwa PORKAB 2026 menjadi ajang penting untuk menjaring atlet-atlet terbaik yang nantinya dipersiapkan memperkuat kontingen Kabupaten Sidoarjo pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Timur 2027.“Melalui nomor seni dan tanding, kami ingin menemukan atlet-atlet terbaik yang akan dipersiapkan menghadapi Kejurprov 2027. PORKAB ini menjadi wadah untuk melihat perkembangan kemampuan atlet setelah menjalani latihan di masing-masing perguruan selama satu tahun terakhir,” ujarnya.

Menurut Anang, pada PORKAB kali ini sebanyak 85 atlet mengikuti pertandingan di nomor seni dan tanding. Ia mengapresiasi dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sidoarjo yang telah memfasilitasi penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Ia mengungkapkan, KONI menargetkan cabang olahraga pencak silat mampu menyumbangkan lima medali emas pada Kejurprov mendatang. Sementara IPSI Sidoarjo memasang target realistis dengan minimal meraih tiga medali emas, bahkan berharap mampu melampaui target tersebut.“Kami tetap berjuang memenuhi target. Minimal tiga medali emas harus bisa diraih, syukur-syukur bisa mencapai lima medali emas sesuai target yang diberikan KONI,” katanya.
Anang menjelaskan bahwa prestasi pencak silat Sidoarjo pada Kejurprov sebelumnya cukup menggembirakan dengan sejumlah atlet berhasil menembus babak semifinal hingga final. Namun demikian, ia menilai masih diperlukan pembinaan yang lebih intensif, terutama dalam aspek mental bertanding.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar atlet Sidoarjo adalah mental saat menghadapi lawan-lawan dari daerah yang memiliki tradisi kuat di cabang pencak silat, seperti Kota Surabaya.“Mulai Januari nanti para atlet akan menjalani program pembinaan yang lebih serius, terutama pembentukan mental bertanding. Mereka harus memiliki keberanian dan kepercayaan diri menghadapi atlet-atlet dari daerah besar. Mental mereka harus seperti gajah, tidak boleh gentar menghadapi siapa pun di arena pertandingan,” tegasnya.
Selain pembinaan mental, IPSI juga akan meningkatkan kualitas teknik, fisik, serta pengalaman bertanding melalui berbagai kejuaraan agar para atlet semakin matang sebelum berlaga di Kejurprov.
Anang juga berharap seluruh perguruan pencak silat yang ada di Kabupaten Sidoarjo dapat berpartisipasi lebih aktif pada penyelenggaraan PORKAB berikutnya.“Saat ini terdapat sekitar 30 perguruan pencak silat di Kabupaten Sidoarjo. Harapan kami tahun depan seluruh perguruan bisa ikut berpartisipasi sehingga pembinaan atlet semakin merata,” ungkapnya.

Kepada para atlet yang berhasil meraih juara, Anang berpesan agar tidak cepat puas dan tetap disiplin menjalani latihan untuk menjaga performa. Sementara bagi atlet yang belum berhasil meraih prestasi, ia meminta agar tetap semangat dan menjadikan kekalahan sebagai motivasi untuk terus berkembang.“Yang sudah juara jangan berhenti latihan. Jaga kondisi fisik, stamina, dan terus tingkatkan kemampuan. Bagi yang belum juara jangan berkecil hati. Terus berlatih, karena suatu saat kalian bisa mengalahkan atlet yang hari ini menjadi juara,” pesannya.
Lebih lanjut Ketua IPSI Sidoarjo Anang Siswandoko mengatakan, cabor pencak silat yang diikuti oleh berbagai aliran perguruan pencak silat ini merupakan salah satu cabor yang sudah banyak melahirkan atlet-atlet muda berprestasi. Namun menurutnya, masih perlu banyak pembinaan dan peningkatan fasilitas dalam latihan.“Sudah banyak atlet pencak silat Sidoarjo berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Timur. Untuk atlet yang baru ikut kejuaraan, hendaknya bisa melatih mental tanding dan memperbanyak pengalaman,” harapnya.
Anang menambahkan, menggeliatnya perguruan pencak silat di Kabupaten Sidoarjo tentunya harus diarahkan ke hal-hal yang positif, khususnya di kalangan kaum remaja, daripada terjerumus ke arah hal negatif. Sebab, tukasnya, mental dan emosi kalangan remaja harusnya tersalurkan sesuai bakat dan kemampuan, salah satunya melalui pencak silat. Pr



