Zonajatim.com, Sidoarjo – Selama sehari Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, S.AP., menerima audiensi dua komunitas pegiat lingkungan khususnya sampah serta persatuan pemilik PAUD wilayah Kec Candi di rumah dinas wabup, Selasa (28/7/2026).
Audensi pertama dilakukan Wabup Mimik dengan Komunitas Pegiat Lingkungan Bandaraya dari Desa Becirongingor, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Pertemuan tersebut membahas upaya bersama dalam pengendalian sampah rumah tangga, penanganan sampah di sungai, serta peningkatan kebersihan lingkungan.


Dalam audiensi, Ketua Komunitas Bandaraya, Erik Firmansyah, menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi para relawan di lapangan. Menurutnya, hingga kini para pegiat lingkungan masih rutin melakukan pembersihan sungai secara swadaya sebanyak tiga kali dalam sepekan, bahkan ditambah setiap hari Minggu karena volume sampah yang terus meningkat.“Kami berharap ada dukungan penuh dari pemerintah, terutama untuk pengangkutan sampah yang kami angkat dari sungai menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selama ini relawan bekerja secara mandiri karena kami ingin membantu mencarikan solusi bersama, bukan menyalahkan siapa pun,” ujar Erik.

Ia juga mengungkapkan bahwa wilayah Becirongingor belum memiliki fasilitas TPS 3R yang memadai. Kondisi tersebut membuat penanganan sampah menjadi kurang optimal, sementara volume sampah rumah tangga yang masuk ke sungai masih cukup tinggi.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Bupati Mimik Idayana mengapresiasi semangat dan kepedulian para relawan yang selama ini konsisten menjaga kebersihan sungai. Menurutnya, persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama yang harus ditangani melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Wabup Mimik menegaskan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo siap memperkuat sinergi dengan komunitas lingkungan dalam mewujudkan sungai yang bersih sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih disiplin mengelola sampah rumah tangga.“Menjaga kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Perlu keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Saya mengapresiasi Komunitas Bandaraya yang telah menjadi contoh nyata dalam menjaga kebersihan sungai. Pemerintah akan terus berupaya memberikan dukungan agar gerakan seperti ini semakin berkembang,” ujar Wabup Mimik.
Selanjutnya Wabup Mimik giliran beraudensi dengan Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup dan B.3 Indonesia (AMPHIBI) Jawa Timur untuk memperkuat sinergi mempercepat penanganan sampah. Kolaborasi itu diharapkan mampu menghadirkan pengelolaan sampah yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan.

Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana menyampaikan apresiasi kepada AMPHIBI Jatim dan seluruh elemen masyarakat yang selama ini ikut berkontribusi dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan.”Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian masyarakat dan pihak terkait dalam penanganan masalah sampah di Sidoarjo. Kinerja pemerintah tidak akan maksimal tanpa dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat,” kata Wabup Mimik usai audiensi.
Menurutnya, berbagai upaya telah dilakukan Pemkab Sidoarjo untuk mengurangi timbulan sampah. Baik melalui pengolahan dan daur ulang sampah memanfaatkan kreativitas dan inovasi maupun pengembangan mesin pengolahan sampah.
Selain itu, pelestarian lingkungan juga terus didorong melalui berbagai kegiatan penanaman mangrove dan berbagai aksi konservasi lainnya.”Kerja sama seperti ini kami harapkan mampu menciptakan penanganan sampah yang lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan demi lingkungan Sidoarjo yang lebih bersih, asri, dan sehat,” ujarnya.

Ketua AMPHIBI Jawa Timur, Samsul Hadi mengatakan audiensi dengan Pemkab Sidoarjo merupakan kelanjutan komunikasi yang telah terjalin sejak 5 Juni 2025. Tujuannya untuk mempererat sinergi sekaligus menyusun solusi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif.Menurut Samsul, persoalan utama pengelolaan sampah di Sidoarjo bukan hanya pada pemanfaatan teknologi melainkan juga kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.”Ide dan gagasan pengolahan sampah sebenarnya sudah banyak. Yang menjadi tantangan adalah edukasi di lingkungan keluarga dan kedisiplinan masyarakat. Penanganan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama warga, pelaku usaha, pemangku kepentingan, dan instansi terkait,” ujarnya.
Ia menilai kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) saat ini semakin terbebani karena hampir seluruh sampah langsung dikirim tanpa melalui proses pemilahan dan pengolahan lebih dahulu.Selama ini, lanjut Samsul, AMPHIBI Jatim telah melakukan berbagai kegiatan mulai dari edukasi masyarakat, penanaman pohon, hingga membantu optimalisasi pengelolaan sampah di sejumlah tempat penampungan sementara (TPS).


Organisasi itu juga telah melakukan pendampingan di kawasan Gading Fajar melalui mediasi dengan pedagang kaki lima dan warga agar pengelolaan sampah menjadi lebih tertib.
Sebagai solusi, AMPHIBI menawarkan penggunaan mesin extruder yang ditempatkan di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Melalui sistem itu sampah dipilah lebih dahulu dan hanya residu yang diolah menjadi pelet sebagai bahan bakar industri.”Teknologi ini mampu mengurangi secara signifikan volume sampah yang dikirim ke TPA. Hasil akhirnya bukan lagi sampah, tetapi produk yang memiliki nilai ekonomis,” jelas Samsul.
Ia menambahkan teknologi itu telah melalui kajian dan uji coba di Medan namun belum banyak diterapkan di Pulau Jawa. Selain menawarkan teknologi, AMPHIBI juga siap memberikan pendampingan dan pelatihan kepada petugas pengelola TPST agar alat dapat dioperasikan secara optimal.Ke depan, usulan penerapan teknologi tersebut akan dituangkan dalam proposal yang akan disampaikan kepada Bupati Sidoarjo untuk dipelajari lebih lanjut.
AMPHIBI berharap program itu dapat menjadi proyek percontohan pengelolaan sampah yang bisa diterapkan di daerah lain.”Fokus kami bukan memproduksi alat, tetapi melakukan pendampingan dan edukasi kepada masyarakat maupun pengelola agar pengolahan sampah berjalan benar, bertanggung jawab, sekaligus memiliki nilai ekonomis,” pungkasnya.

Saat beraudensi dengan para pemilik PAUD Kec Candi, Wabup Mimik memberikan dukungan dan apresiasi para pemilik PAUD sudah memenuhi legalitas sesuai aturan yang ada saat ini. “Kami berharap kiprah penjenengan para ibu-ibu pemilik PAUD makin maju dalam mendidik anak-anak usia dini, karena pendidikaan sejak dini sangat diperlukan untuk membentuk karakter dan perilaku sesuai tuntunan agama dan kebutuhan bangsa,” ujar Wabup Mimik Idayana. Pr



