Zonajatim.com, Sidoarjo – Ketua Pengurus Persatuan Insinyur Indonesia Sidoarjo mengikuti Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan (PPNK) Kolaboratif Angkatan 119 yang diselenggarakan oleh PII bekerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI). Program berlangsung selama sepekan, mulai 27 Juli hingga 2 Agustus 2026, di Kampus Lemhannas RI, Jakarta, sebagai bagian dari pengembangan kepemimpinan bagi insan organisasi profesi diikuti oleh Ketua PII Cabang Sidoarjo Ir Sugiono Adi Salam, MM, IPU, ASEAN Eng.
Kegiatan tersebut merupakan implementasi strategi penguatan karakter dan wawasan kebangsaan bagi insan profesi. PII memandang wawasan kebangsaan sebagai fondasi penting dalam menjalankan peran profesi yang tidak hanya berorientasi pada kinerja bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat, bangsa, dan negara. Melalui program ini, peserta didorong untuk memperkuat nilai amanah, kepemimpinan, semangat kolaborasi, patriotisme, serta kemampuan menghadapi dinamika lingkungan strategis nasional maupun global.

Angkatan 119 Kolaboratif diikuti 102-peserta dari PII (Persatuan Insinyur Indonesia), ACMI (Asosiasi CEO Mastermind Indonesia), IFG (Indonesia Finance Group kelompok BUMN), ACPI (Asosiasi Coach Indonesia komunitas mentor/coaching).
Diklat PPNK (Program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Taplai) Angkatan 119 tahun 2026 dengan nilai-nilai kebangsaan atas 4-konsensus pilar kebangsaan yg terdiri dari (Pilar Pancasila, Pilar UUD 1945, Pilar NKRI, Pilar Bhineka Tunggal Ika/BTI). “Diklat dilaksanakan selama 7-hari dari tanggal 27/7/26 sampai dengan tanggal 02/8/26 dengan model ceramah (di kelas, dari narasumber, diskusi tanya-jawab, tugas personal dari pengasuh atau narasumber, esai kebangsaan tugas personal dan kelompok),” ujar salah satu peserta Diklat angkatan 119 Ir Sugiono Adi Salam, Senin (3/8/2026).
Selanjutnya memantapkan diskusi kelompok, diskusi antar kelompok dan terakhir outbond di Madidiv.1 Kostrad Cilodong atas penerapan/implementasi atas teori yang didapat di kelas.
Terakhir acara penutupan Diklat Lemhanas RI Angkatan 119 oleh Gubernur Lemhanas, penyerahan PIN dan Sertifikat Diklat, anugerah peserta terinspiratif/pilihan peserta. “Selesai diklat, kami IKAL 119 melakukan penyerahan “hibah” 8 lampu sorot untuk lapangan tengah kantor Lemhanas RI di Jakarta (dari Bandell Lighting Sidoarjo, atas nama IKAL 119), ” tambah Sugiono.


Lebih lanjut Sugiono menjelaskan bahwa Diklat kebangsaan ini sangat penting utk diikuti, terutama untuk pimpinan negara, pimpinan badan usaha dan elemen masyarakat lainya guna ikut menjaga persatuan bangsa, berkontribusi untuk bangsa dan bangga menjadi bagian dari negara Indonesia tercinta ini. “Indonesia hebat, wajib kita jaga. Geopolitik nasional/internasional harus dari dini dipahami (ada perang proksi dan londo-londo “ireng” yang disusupi utk kepentingan asing). Sumber daya alam, sumber daya manusia, kemandirian bangsa, bisa dilalui dengan inovasi berbasis teknologi, SDM unggul dan SDA bernilai tambah. Peka, Peduli dan Cinta tanah-air … harus “tertanam dan terpatri” di dada setiap insan bangsa Indonesia dan khususnya para pemimpin bangsa, ” paparnya.
Selama pelaksanaan program, peserta memperoleh pembekalan mengenai Empat Konsensus Dasar Bangsa, penguatan nilai-nilai Pancasila, serta berbagai materi kepemimpinan yang disampaikan melalui diskusi, studi kasus, dan pembelajaran interaktif.
Kegiatan ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi peserta dari berbagai entitas untuk saling bertukar pengalaman dan membangun perspektif bersama dalam menghadapi tantangan organisasi di tengah perubahan yang terus berkembang.
Setiap peserta bikin esai kebangsaan sendiri-2 sesuai degang latarbelakang profesi masing-masing. Dari naskah esai setiap peserta tersebut diperas menjadi naskah kelompok (5-kelompok) dan esai kelompok diperas menjadi esai “naskah” angkatan IKAL 119 yg diserahkan kepada Gubernur Lemhanas sebagai bahan masukan kepada Presiden RI. “Saya membuat naskah dengan judul Implementasi Nilai Persatuan Bangsa dan Nilai Kemandirian Bangsa Melalui Asta Cita Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Ir Sugiono Adi Salam, MM, IPU, ASEAN Eng dari kelompok NKRI.


Saat acara penutupan atau inagurasi program outbond yakni menyampaikan kesan.pesan wakil peserta dengan disaksikan oleh Gubernur Lemhanas dan jajaranya, para peserta “diminta” satu-persatu untuk mencium bendera merah-putih seraya berjanji untuk menjaganya. “Ini momen haru dan saya berjanji untuk “menjaga marwah bendera merah-putih dengan cucuran air mata yg menetes tanpa disadari),” tutupnya. Pr



