• Pasang Iklan
Rabu, 2 September 2026
Zona Jatim
Advertisement
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis
  • Pendidikan
  • Lifestyle
  • Olahraga
No Result
View All Result
Zona Jatim
No Result
View All Result
Home Nasional

RSKKA Tetapkan Terlibat Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores

ZonaJatim00 by ZonaJatim00
1 September 2026
in Nasional
0
RSKKA Tetapkan Terlibat Perpanjangan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores
0
SHARES
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Zonajatim.com, NTT – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) pada tanggal 15 Agustus 2026 telah menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi di wilayah Provinsi NTT selama empat belas hari terhitung mulai tanggal 15-28 Agustus 2026.

Direktur Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga (RSKKA) Dr. Agus Harianto, SpB, mengakui RSKKA terlambat datang karena memiliki keterbatasan dana. “Bahkan membeli solar untuk satu kali perjalanan ke Labuhan Bajo saja pada waktu itu tidak sanggup,” ujarnya sambil tersenyum.

Tetapi karena kekuatan empati dan dukungan dari banyak pihak, maka RSKKA pada akhirnya bisa masuk ke Dampek, episentrum gempa bumi NTT pada tanggal 21 Agustus 2026.

Mengingat RSKKA tidak membawa dokter spesialis yang lengkap, sekali lagi karena keterbatasan dana, maka RSKKA berinisiatif membangun kolaborasi bersama lembaga-lembaga kemanusian, organisasi-organisasi profesi, rumahsakit- rumahsakit, dll yang hadir ke Dampek. Hasilnya terbentuklah Rumah Sakit Lapangan Kolaborasi (RSLK) Dampek. “RS lapangan ini pada masa tanggap darurat dini fokus pada penanganan trauma fisik seperti patah tulang dan luka-luka lainnya,” ujar Agus.

Sebelum RSKKA datang, Dr. Melinda, dokter umum Puskesmas Dampek yang viral itu menyatakan, “Banyak orang mati konyol disini, karena seharusnya dirujuk tetapi mereka tidak mau dirujuk.”

Rupa-rupanya dari pengakuan pasien yang menjalani operasi di RSKKA, alasan mereka tidak mau dirujuk ke RSUD Borong Manggarai Timur karena pertimbangan jarak. RSU Borong ada di pantai selatan, sementara Dampek berada di pantai utara. Dibutuhkan waktu sekitar lima sampai enam jam perjalanan dari Dampek menuju Borong. Alasan lainnya karena mereka tidak memiliki biaya untuk transportasi dan biaya hidup selama tinggal di Borong.

Kehadiran RSKKA rupanya bisa menjawab problem itu. Banyak pasien yang sebelumnya menolak dirujuk, akhirnya mau menjalani operasi di kamar operasi RSKKA yang berlabuh di Teluk Nangga Lirang di kampung mereka. Seperti Hasri, 38 tahun warga Dusun Ranapandang, Desa Satar Kampas Kecamatan Lambaleda Utara Kabupaten Manggarai Timur, dia mengalami patah tulang paha kaki kiri karena tertimpa reruntuhan tembok. Saat dokter bedah melakukan visite pasca operasi, dia bercerita menolak dirujuk karena jauhnya perjalanan yang harus ditempuh.

Hasri, 32 tahun korban gempa sedang menjalani latihan pemulihan setelah operasi penyambungan tulang paha

Ia sangat bersyukur karena operasinya bisa dilakukan di kampungnya. “Saya tidak menyangka, ternyata saya bisa dioperasi di kapal phinisi yang berlabuh di pantai di desa kami,” katanya dengan mata berbinar.

Hingga tanggal 29 Agustus 2026, sebagian besar korban bencana gempa bumi yang mengalami patah tulang dan luka-luka sudah mendapatkan pelayanan yang
memadai termasuk pelayanan operasi di RSKKA. Kemudian Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur pada tanggal 30 Agustus 2026 mengumumkan perpanjangan status tanggap darurat bencana gempa hinggal tanggal 12 September 2026.

Bagaimana RSKKA menyikapinya? RSKKA yang menjadi motor utama dalam pendirian RS Lapangan Kolaborasi Dampek merasa perlu untuk menjaga semangat dan team working seluruh kolaborator RS Lapangan dalam memberikan pelayanan yang terbaik pasca bencana. Selain itu, ternyata banyak masyarakat di Dampek dan sekitarnya yang meminta pelayanan operasi di RSKKA. “Banyak orang bertanya apakah RSKKA masih ada di Dampek?” ungkap Herlina, Kepala Puskesmas Dampek sembari menyampaikan harapan masyarakat agar RSKKA memperpanjang masa pelayanannya.

RSKKA yang mengusung tema Heal the wounds and restore humanity with lovedalam misi kebencanaan ini, merasa belum berbuat banyak dalam upaya merestorasi kemanusian korban bencana gempa. “Kami merasa belum banyak berbuat dalam aspek trauma healing,” ujar Agus. “Untuk itu seluruh pengurus Yayasan Ksatria Medika Airlangga yang membawahi RSKKA, sepakat dalam memutuskan melanjutkan pelayanannya dengan mengirimkan psikiater atau psikolog dan dokter spesialis sesuai kebutuhan masyarakat Dampek dan sekitarnya,” tambahnya.

Agus juga mengakui bahwa RSKKA bukanlah sebuah organisasi dengan pendanaan yang kuat, tetapi seperti batch pertama, dia yakin Tuhan akan memberikan kecukupan dana. Bukan melihat dulu baru percaya, tetapi percaya dulu baru melihat, katanya. “Pendeknya kami ingin korban bencana gempa dan tenaga kesehatan di Dampek tidak merasa sendirian. Mereka masih punya sahabat yang bernama Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga,” pungkas Agus. Ps

Previous Post

Kasat Binmas Polresta Sidoarjo Ajak Warga Ketajen Peduli Kamtibmas dan Berani Laporkan Kekerasan

Next Post

Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung Cek Kondisi Santri Ponpes Manbaul Hikam

Next Post
Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung Cek Kondisi Santri Ponpes Manbaul Hikam

Kapolresta Sidoarjo Turun Langsung Cek Kondisi Santri Ponpes Manbaul Hikam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

  • Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    Ikuti Rakornas Sentul Bogor, Wabup Mimik Idayana Diperlakukan Tak Mengenakkan Protokol Pemkab Sidoarjo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Subandi Dilaporkan Bareskrim Polri Dugaan Korupsi Proyek Pipa PDAM Delta Tirta Rp 16 M, Penyidik Klarifikasi Dewas Fenny Apridawati dan Andjar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bupati Sidoarjo Tidak Ngantor, Diduga Menghadiri Pemanggilan Penyidik Bareskrim Polri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wabup Sidoarjo Hj Mimik Idayana Buka Open House Lebaran 1447 H, Warga Diajak Silaturahmi Tanpa Sekat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lobby Wabup Hj Mimik Idayana, Pemerintah Pusat Kucurkan Rp 84 Miliar Lanjutan Betonisasi Jl Lingkar Timur Prasung – MPP

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Contact
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan
  • Susunan Redaksi
© 2020 ZonaJatim.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Politik
  • Hukum dan Kriminal
  • Ekonomi Bisnis

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In