Zonajatim.com, Sidoarjo – Sejalan dengan keinginan DPRD dan GMPK Sidoarjo, dengan penuh keprihatinan dan rasa tanggung jawab yang besar, Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Sidoarjo menyampaikan pernyataan sikap terkait kejadian keracunan makanan yang menimpa santri dan siswa Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo.
Kejadian ini sangat kami sayangkan dan menjadi perhatian serius bagi kita semua, mengingat keselamatan, kesehatan, dan masa depan generasi penerus bangsa adalah amanah yang wajib dijaga dan dilindungi oleh seluruh pihak.
Atas dasar kejadian tersebut dan demi mencegah terulangnya hal serupa, MD KAHMI Kabupaten Sidoarjo menyampaikan sikap dan rekomendasi sebagai berikut:
1. Perbaikan Kontrol Bahan Baku, Perkuat Pengawasan Seluruh Tahap Produksi dan Penertiban Sertifikasi Seluruh Personalia SPPG.
Mengingatkan dan mendesak BGN melakukan perbaikan menyeluruh terhadap sistem pengawasan dan pengendalian kualitas bahan baku makanan (Standar Keamanan, Kebersihan, Higinisitas dan Asal Sumber Bahan Baku). Serta memperbaiki sistem pengawasan yang menyeluruh, berjenjang, dan akuntabel pada setiap tahap pengolahan makanan. Para Personalia SPPG harus dipastikan semua tersertifikasi.
Mulai karyawan yang bersertifikasi Penjamah Makanan, Juru Masak tersertifikasi Commis Chef/ Cook BNSP, Ahli Gizi tersertifikasi HACCP BNSP, Kepala Dapus tersertifikasi Cher de Party (CDP) dan Sertifikasi lain untuk seluruh Personalia yang terlibat.
2. Pengujian Makanan Sebelum Didistribusikan
Mengharuskan dilakukannya pemeriksaan dan pengujian kualitas serta keamanan makanan menggunakan peralatan uji yang memadai dan terstandar sebelum makanan disalurkan dan diterima oleh para santri dan siswa.
3. Perbaikan Sistem Distribusi
Mendorong perbaikan sistem penyaluran makanan agar kesegaran, kebersihan, dan keamanan makanan tetap terjaga selama proses pengiriman. Cara pengemasan, waktu pengangkutan, suhu penyimpanan, hingga pengaturan penyerahan harus diatur dan dipantau agar kualitas makanan tidak menurun dan terhindar dari risiko pencemaran sebelum disantap.
4. Evaluasi Total SPPG di Sidoarjo
Mendesak BGN untuk evaluasi menyeluruh SPPG yang ada Sidoarjo, dan segera menutup SPPG yang tidak memenuhi Juknis tanpa toleransi karena berhubungan dengan Kesehatan dan Nyawa Penerima Manfaat.
5. Rekomendasi Pembentukan Dapur Penyalur Khusus di Lingkungan Pesantren
Mendorong dan merekomendasikan kepada Kementerian Agama dan BGN untukmembentuk SPPG yang khusus disiapkan dan dikelola di dalam lingkungan pesantren itu sendiri. Dengan demikian, seluruh tata cara pelaksanaan, standar kebutuhan, serta pengelolaannya dapat disesuaikan dengan kondisi, tata tertib, dan karakteristik kehidupan serta pengelolaan masing-masing pesantren, sehingga pengawasan berjalan lebih efektif dan risiko kesalahan dapat diminimalisir.
“Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan dengan penuh tanggungjawab, ” ujar Chairil Anwar Koordinator Presidium
MD KAHMI Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Tl



