Zonajatim.com, Sidoarjo – Bantuan pangan pemerintah pusat yang merupakan program Presiden Prabowo Subianto mulai disalurkan kepada masyarakat Sidoarjo. Di Kecamatan Tulangan dan Krembung, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, SAP memastikan bantuan tersebut diterima warga yang berhak sekaligus mengecek langsung kualitas beras yang disalurkan.
Penyaluran dilakukan secara bergiliran di tiga desa, yakni Telasih Kecamatan Tulangan, Desa Krembung dan Mojoruntut Kec Krembung, Rabu (9/9/2026) pagi. Bantuan tersebut merupakan alokasi tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
Setiap penerima memperoleh 10 kilogram beras per bulan. Karena bantuan untuk tiga bulan disalurkan sekaligus, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

Di Desa Telasih, bantuan disalurkan kepada 419 penerima, Desa Krembung memiliki 400 penerima. Sedangkan di Desa Mojoruntut sebanyak 920 penerima.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan kepada 1.739 penerima di tiga desa tersebut.
“Hari ini kita memberikan bantuan pangan bagi warga kita. Alhamdulillah program Presiden Prabowo sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Wabup Mimik Idayana.
Menurutnya, bantuan pangan tersebut merupakan bagian dari program pemerintah pusat yakni Presiden Presiden Prabowo untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok dan menekan laju inflasi.
Wabup Mimik menegaskan, Pemkab Sidoarjo terus mengawal proses penyaluran agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak jangan sampai salah sasaran. Distribusi juga dilakukan secara serentak di setiap kecamatan dan desa.

“Ini terus kita salurkan setiap hari. Tiap kecamatan dan tiap desa bergerak semuanya. Saya hanya simbolis mengecek kondisi di lapangan, apakah beras ini layak dan benar-benar bisa dikonsumsi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Wabup Mimik juga memastikan stok beras yang tersedia sekaligus mengecek kondisi beras yang diterima warga.

Wabup Mimik juga mengingatkan penerima bantuan agar memanfaatkan beras tersebut untuk kebutuhan keluarga dan tidak menjualnya kembali.
“Jangan sampai pemerintah sudah hadir memberikan beras dan sembako untuk warga, kemudian dijual. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga,” tegasnya pada emak-emak yang mayoritas datang.

Wabup Mimik Idayana menambahkan, bantuan pangan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Dengan menerima 30 kilogram beras sekaligus, warga diharapkan dapat terbantu memenuhi kebutuhan pangan selama tiga bulan.
“Setiap bulan dapat 10 kilogram. Saat ini akumulasi tiga bulan dari Juli, Agustus, dan September. Pemerintah hadir untuk membantu warga, harapan kita seperti itu,” pungkasnya. Tl



