Zonajatim.com, Sidoarjo – Karena tidak mendapat informasi mengenai pembangunan jalan beton di Desa Kedungbanteng, proyek peningkatan Jalan Kedungbanteng, Kecamatan Tanggulangin senilai Rp 3,3 miliar mendapat sorotan Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo Hj Mimik Idayana, SAP.
Saat melakukan inspeksi mendadak (sidak), Rabu (30/9). Dalam sidak itu, Wabup Mimik didampingi Kepala Inspektorat Andjar, Camat Tanggulangin Arie dan Kades Kedungbanteng Budiono serta OPD terkait dan pelaksana serta pengawas proyek.
Wabup Mimik menemukan progres pekerjaan masih rendah, sementara sejumlah pekerjaan teknis perlu segera diperbaiki. Sidak dilakukan di ruas jalan depan SMPN 2 Tanggulangin, jalur Ngaban-Kedungbanteng. Proyek tersebut memiliki panjang sekitar 700 meter dengan lebar lima meter dan peninggian jalan hingga sekitar 30 sentimeter.

Wabup Mimik meminta kontraktor menambah jumlah pekerja agar pengerjaan bisa dikebut. Sebab, proyek ditargetkan rampung pada 18 Desember mendatang.“SDM-nya harus ditambah, tukangnya harus ditambah. Ada beberapa yang harus dibenahi karena pemasangan box culvert ini kurang pas,” ujar Wabup Mimik.
Pimpinan daerah yang akrab disapa Mak Mimik itu juga meminta tiang-tiang listrik yang berada di sekitar saluran segera dipindahkan. Keberadaan tiang tersebut dinilai dapat mengganggu aliran air.


Selain itu, Wabup Mimik meminta dilakukan normalisasi sungai di sekitar lokasi proyek. Termasuk pemasangan plengsengan di kedua sisi sungai agar penanganan saluran lebih optimal.“Tiang-tiang listrik segera dipindah supaya tidak mengganggu jalannya air. Terus sungai ini perlu dinormalisasi. Plengsengannya tidak harus sebelah kiri saja, harusnya dua-duanya,” tegasnya.
Terkait material, Mimik menyebut hasil pengecekan sementara tidak menemukan persoalan. Material yang digunakan dinilai telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI). Namun, ia tetap meminta pekerjaan pemasangan diperhatikan agar lebih rapat dan sesuai spesifikasi.“Materialnya sudah sesuai SNI. Saya lihat tidak ada masalah, cuma ini kurang rapat,” ujarnya.
Wabup Mimik juga menyoroti dampak peninggian jalan terhadap rumah warga di sepanjang ruas tersebut. Menurutnya, terdapat rumah warga yang posisinya lebih rendah dibandingkan elevasi jalan setelah proyek selesai.

Ia khawatir kondisi tersebut justru menimbulkan persoalan baru, terutama saat hujan karena air berpotensi masuk atau menggenangi rumah warga.“Karena saya tidak tahu perencanaannya kemarin seperti apa, kok bisa peninggian jalan ini sampai 40 sampai 60 sentimeter. Sedangkan rumah warga di sebelah kanan lebih rendah. Ini akan ada permasalahan baru nanti, kalau hujan kemudian air masuk rumah, nanti kita yang kena protes,” ungkapnya.
Wabup Mimik meminta persoalan elevasi jalan dengan rumah warga segera dicarikan solusi. Ia menyebut warga kemungkinan perlu melakukan penyesuaian ketinggian rumah secara mandiri apabila posisi jalan nantinya lebih tinggi.
Di sisi lain, Wabup Mimik juga ingin memastikan konstruksi beton pada jalan utama tersebut memiliki kekuatan yang memadai. Ia meminta pengawas proyek memberikan informasi saat proses pengecoran dimulai.“Nanti saya ingin tahu betonnya itu dilapisi besi atau tidak. Kalau proses cor berjalan, saya diinfo. Saya ingin tahu nanti bawahnya dikasih besi atau tidak,” katanya.
Sementara itu, Pengawas Proyek Aris menyampaikan progres pekerjaan saat ini masih berada di kisaran 16 persen. Pengerjaan telah memasuki minggu ke-10.“Saat ini memasuki minggu ke-10, progresnya sudah 16 persen,” tandasnya. Tl



