Zonajatim.com, Sidoarjo – Peringatan Hari Batik Nasional 2026 pada Jumat, 2 Oktober, menjadi momentum untuk kembali meneguhkan kecintaan terhadap batik sebagai bagian dari identitas dan kekayaan budaya bangsa Indonesia.
Momentum tersebut turut dirasakan Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, S.AP., bersama Tim Media. Kebersamaan itu diabadikan melalui sebuah foto bersama dengan mengenakan busana bernuansa batik, sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya Nusantara.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana selama ini juga terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan penguatan budaya, promosi wisata, serta pelibatan generasi muda dalam mengenal kekayaan budaya daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mencatat Mak Mimik sebagai Wakil Bupati Sidoarjo periode 2025–2030.
Dalam momentum Hari Batik Nasional 2026 tersebut, Wabup Mimik menekankan bahwa batik bukan sekadar busana, melainkan bagian dari identitas bangsa yang memiliki nilai budaya dan sejarah.
“Batik merupakan bagian dari identitas bangsa Indonesia. Di dalam keberagaman motif, corak dan filosofi batik, terdapat kekayaan budaya yang harus kita jaga bersama. Karena itu, mari kita terus mencintai, menggunakan dan melestarikan batik sebagai warisan leluhur untuk generasi mendatang,” ujar Wabup Mimik.
Menurutnya, pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat, dunia pendidikan, pelaku seni dan budaya, pelaku UMKM, generasi muda, serta insan media.
Batik, lanjutnya, dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia sekaligus memperkuat rasa bangga terhadap produk dan karya anak bangsa.
“Keberagaman bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk bersatu. Batik mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan motif dan corak dapat menjadi satu kesatuan yang indah. Semangat inilah yang harus terus kita rawat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tuturnya.
Kebersamaan Wabup Mimik bersama Tim Media dalam momentum Hari Batik Nasional 2026 juga membawa pesan “Selalu Tegak Lurus”.
Pesan tersebut dimaknai sebagai komitmen untuk tetap menjaga nilai-nilai kebangsaan, menghormati keberagaman serta ikut merawat warisan budaya Indonesia.
Bagi insan media, momentum Hari Batik Nasional juga menjadi ruang untuk memperkuat peran pers dalam memperkenalkan kekayaan budaya kepada masyarakat. Pemberitaan mengenai batik tidak hanya berkaitan dengan busana, tetapi juga menyangkut sejarah, seni, ekonomi kreatif, UMKM dan keberlangsungan tradisi.
Kehadiran Wabup Mimik dalam momentum tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelestarian budaya dapat dilakukan melalui berbagai ruang, termasuk kegiatan pemerintahan dan interaksi bersama masyarakat.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga mencantumkan kewajiban penggunaan batik, tenun atau lurik pada Hari Batik Nasional 2 Oktober bagi pegawai. Aturan tersebut menjadi salah satu bentuk penghormatan terhadap momentum budaya nasional tersebut.
Hari Batik Nasional 2026 akhirnya bukan hanya menjadi momentum mengenakan batik, tetapi juga menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga identitas budaya bangsa di tengah perkembangan zaman.
Batik lahir dari keberagaman tradisi dan kreativitas masyarakat Indonesia. Setiap daerah memiliki karakter, motif dan filosofi yang berbeda, namun seluruhnya menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Wabup Mimik Idayana bersama Tim Media pun menjadikan momentum 2 Oktober 2026 sebagai pesan bersama: “Selalu Tegak Lurus untuk Keberagaman Bangsa, Melestarikan Warisan Leluhur.” Pt



