Zonajatim.com, Jakarta – Para istri kepala daerah dan juga pada Duta Baca disarankan turut aktif berpartisipasi dan bisa menjadi panutan yang mampu menanamkan kebiasaan membaca pada masyarakat.Saran ini dikemukakan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas), E Aminudin Aziz, dalam konferensi pers memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Perpusnas di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
“Program duta baca itu terus kami gulirkan, dan kami sangat berharap partisipasi dari tokoh-tokoh masyarakat, misalnya para istri kepala daerah untuk betul-betul menjadi bagian dari program Gerakan Indonesia Membaca,” kata Aminudin Aziz, dalam konferensi pers memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-45 Perpusnas di Jakarta, Rabu (14/5/2025).
Ia mengingatkan kepada seluruh pimpinan daerah atau para tokoh yang hadir dalam kegiatan literasi agar konsisten menjalankan program literasi secara berkelanjutan.”Jangan sampai setelah acara, itu selesai begitu saja, dan tidak ada kelanjutannya. Oleh karena itu, kami mendorong bersama dengan dinas-dinas perpustakaan di kabupaten/kota dan provinsi, mereka (Duta Baca) terus dikawal bersama program-program yang ada,” katanya.
Aminudin Aziz mengatakan, ada anggaran berupa dana alokasi khusus (DAK) non-fisik untuk bantuan kegiatan-kegiatan literasi sebagai salah satu bentuk insentif kepada daerah.”DAK non-fisik itu salah satu bentuk insentif kepada daerah untuk bisa mengawal program ini lebih berkelanjutan,” katanya.

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menambahkan, Perpusnas mendapatkan dukungan DAK non-fisik untuk kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penguatan budaya baca dan peningkatan kecakapan literasi, termasuk revitalisasi naskah Nusantara dan pendataan perpustakaan.
“Dari DAK non-fisik tersebut, kita bisa memiliki profil data yang lengkap dari seluruh perpustakaan di Indonesia. DAK non-fisik ini akan menyasar 207 perpustakaan di kabupaten/kota, sehingga di wilayah tersebut akan banyak kegiatan yang berkaitan dengan pembudayaan membaca, kemudian pengembangan konten literasi hingga pekan literasi,” katanya.
Joko menjelaskan DAK non-fisik tersebut bisa digunakan untuk mengidentifikasi naskah-naskah kuno Nusantara yang bisa digerakkan oleh komunitas pernaskahan di tiap daerah untuk mengelola atau alih wahana naskah kuno menjadi bacaan-bacaan menarik agar dapat diakses seluruh masyarakat.
Sementara itu, terkait perayaan HUT ke-45 Perpusnas, Aminudin Aziz mengungkapkan, pihaknya akan menggelar Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi dan meluncurkan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima).
KKN Tematik Literasi ini akan melibatkan 15 ribu mahasiswa dari perguruan tinggi dari Sabang sampai Merauke, yang akan diterjunkan ke seribu desa. Mahasiswa akan mengawal dan mengajak masyarakat untuk bisa memanfaatkan buku dan bahan bacaan yang ada. Kegiatan ini diharakan akan meningkatkan indeks literasi bangsa.
Sedangkan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) akan diambilkan dari anggota masyarakat yang memiliki rekam jejak dalam menumbuhkan literasi di masyarakat atau mereka yang memiliki kiprah nyata dalam meningkatkan minat baca di masyarakat. Jok



