Zonajatim.com, Sidoarjo – Aksi pembongkaran tembok pembatas Perumahan Mutiara Regency oleh Satpol PP Sidoarjo berujung ricuh dan menuai kecaman warga. Penertiban yang dilakukan dengan mengerahkan ratusan personel dan alat berat itu dinilai sarat arogansi serta mengabaikan keselamatan masyarakat.
Dalam insiden tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka. Salah satu korban adalah Istikharoh (55), istri Sekretaris Jenderal Jamaah Dzikir Nurul Wathon Al Hambalangi, Agus P. Akibat tindakan represif aparat, korban harus dilarikan dan dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Delta Surya, Sidoarjo.
Istikharoh mengaku menjadi korban kekerasan fisik saat aparat Satpol PP memaksa masuk dan merobohkan tembok pembatas perumahan.

Kepada Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana, ia menuturkan bahwa dirinya didorong bahkan ditendang oleh anggota Satpol PP yang jumlahnya mencapai ratusan orang.“Saat ratusan pasukan Satpol PP datang dan mendorong saya, saya panik. Kondisi saya langsung lemas sampai terjatuh,” ungkap Istikharoh dengan suara lirih dari atas ranjang rumah sakit.
Perlakuan tersebut tidak hanya menyebabkan luka fisik, namun juga meninggalkan trauma mendalam bagi korban. Warga menilai pendekatan Satpol PP dalam penegakan aturan telah melampaui batas kewenangan dan mengesampingkan aspek kemanusiaan.
Menanggapi kejadian itu, Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menyatakan keprihatinannya atas tindakan arogan Satpol PP yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.“Yang sabar ya Bu. Insyaallah kami ada di tengah masyarakat. Semoga cepat sembuh, kita bersama Allah, ” ujar Hj Mimik Idayana memberi dukungan kepada korban.
Peristiwa ini menambah daftar panjang sorotan publik terhadap pola penertiban Satpol PP Sidoarjo yang dinilai keras dan minim dialog. Warga mendesak adanya evaluasi serius serta pertanggungjawaban atas dugaan kekerasan yang dialami masyarakat sipil. Pr



